Mafia: The Old Country hadir sebagai salah satu rilisan terbaru yang paling ditunggu oleh para penggemar seri Mafia. Game ini berusaha membawa kembali nuansa klasik yang sudah lama menjadi identitas seri ini, sembari menawarkan setting baru di San Celeste, berlatar di Sisilia fiksi yang penuh intrik, konflik, dan drama keluarga kriminal. Sejak pertama kali diumumkan, game ini sudah menimbulkan ekspektasi tinggi, terutama karena banyak gamer berharap ia bisa menjadi perpaduan sempurna antara cerita mendalam, visual memukau, dan gameplay modern yang relevan dengan generasi saat ini.
KotakGame berkesempatan buat mainin game ini, dan bakal coba kasih Review-nya nih, yuk langsung aja!
Awal Perjalanan yang Menghanyutkan

Saat pertama kali memulai Mafia: The Old Country, kita bisa rasakan atmosfer khas yang membuat seri ini begitu ikonik sejak awal kemunculannya. Latar San Celeste, sebuah Sisilia fiksi, memberi warna baru dengan nuansa sejarah yang kuat, namun tetap familiar bagi penggemar lama yang sudah terbiasa dengan gaya mafia klasik ala Lost Heaven atau Empire Bay. Memerankan Enzo Favara membuat kita sebagai pemain ikut larut dalam kisah seorang pemuda miskin yang harus memilih jalan berbahaya untuk bertahan hidup. Perjalanan dari orang biasa hingga menjadi bagian keluarga kriminal terasa dramatis dan penuh ketegangan, persis seperti menonton film gangster era klasik. Dari awal, memang game ini terasa sekali berfokus penuh pada narasi, hal yang cukup berani untuk diadaptasi dalam game modern yang kebanyakan lebih mementingkan eksplorasi bebas.
[BACAJUGA]Visual dan Atmosfer yang Menghidupkan San Celeste

Visual adalah aspek pertama yang berhasil membuat saya terkesima. San Celeste digambarkan dengan detail luar biasa, kita bisa lihat pasar kecil dengan pedagang yang sibuk, gang-gang sempit yang penuh cerita, hingga tambang batu kapur yang berdebu seakan bisa saya hirup baunya. Efek pencahayaan, terutama saat sore menjelang malam, membuat kota terasa hidup dan sinematik. Beberapa kali saya sengaja berhenti di jalan hanya untuk melihat cahaya lampu minyak di dinding bangunan tua. Cutscene juga tampil memukau, dengan animasi wajah yang sangat realistis hingga saya bisa merasakan emosi setiap karakter. Jujur, saya sering merasa lebih menikmati suasana dunia game ini daripada bagian aksinya, karena atmosfer yang dihadirkan benar-benar membawa kita para pemain masuk ke kehidupan mafia awal abad ke-20 seperti di film-film.
Cerita Mafia Klasik dengan Eksekusi yang Kuat

Meski jalan ceritanya penuh dengan klise seperti pengkhianatan, perebutan kekuasaan, dan ambisi seorang pemuda, tetapi eksekusinya sangat rapi. Dialog antar karakter terasa alami, penuh ketegangan, dan sering kali meninggalkan kesan mendalam. Karakter pendukung seperti Isabella dan Luca menambah lapisan emosional yang membuat cerita semakin hidup. Pemain seolah benar-benar ikut duduk di meja makan keluarga mafia, menyaksikan intrik internal yang bisa berubah menjadi tragedi kapan saja. Meskipun beberapa titik plot sangat mudah terprediksi, akting suara yang penuh emosi serta sinematografi cutscene membuat cerita game ini sangat imersif. Kalau bahas preferensi, bagi saya cerita adalah elemen paling kuat yang membuat game layak dimainkan, bahkan jika gameplay-nya tidak terlalu memuaskan.
Struktur Misi yang Linier dan Durasi Singkat

Mafia: The Old Country mencoba menawarkan pengalaman unik dimana pemain diajak menonton sebuah mini-seri kriminal dalam format interaktif. Struktur misinya memang sangat linier, tanpa banyak ruang untuk bereksperimen atau keluar jalur. Kadang hal ini terasa membatasi, terutama ketika saya ingin menjelajahi lebih jauh sudut-sudut kota yang indah. Namun di sisi lain, ritme narasi yang ketat membuat setiap misi terasa bermakna dan tidak ada bagian yang berfungsi sebagai filler. Bagi saya yang lebih suka alur padat dan sinematik, ini adalah keuntungan, meski saya juga bisa memahami jika gamer lain akan merasa pengalaman ini terlalu kaku dibandingkan dengan game open-world modern.
[BACAJUGA]Gameplay yang Ketinggalan Zaman

Bagian gameplay adalah titik lemah paling terasa. Pertarungan dengan senjata api cenderung repetitif dan tidak menawarkan variasi taktik yang berarti. Saya mencoba bermain secara stealth, namun sistemnya dangkal dan jarang memberi kepuasan saat berhasil menyingkirkan musuh diam-diam. Duel pisau yang seharusnya mendebarkan malah sering berakhir dengan animasi kaku yang terasa generik. Bahkan saat mengemudi kendaraan klasik, yang awalnya membuat saya antusias, akhirnya justru membuat frustasi karena kontrolnya berat dan tidak responsif. Rasanya seperti mengendarai mobil di game yang belum dioptimalkan. Sepanjang permainan, saya lebih sering menunggu cutscene berikutnya, karena gameplaynya tidak mampu memberi sensasi yang sama kuatnya dengan narasinya.
Sistem Gear dan Kustomisasi yang Tidak Mendalam

Sistem gear atau equipment yang hadir dalam game ini berbentuk rosario. Rosario ini bisa dipasangi berbagai beads, yang fungsinya seperti charm untuk menyesuaikan playstyle. Ada beads yang membuat reload jadi lebih cepat, ada juga yang meningkatkan ketahanan terhadap damage. Awalnya saya merasa sistem ini cukup fresh karena konsepnya unik dan cocok dengan nuansa religius Sisilia. Namun, setelah beberapa jam bermain, saya mendapati bahwa upgrade ini sebenarnya tidak terlalu esensial. Bahkan ketika saya hanya melakukan upgrade seadanya, setiap misi tetap terasa mudah untuk dijalani. Bagi saya, rosario dan beads ini lebih terasa sebagai opsi tambahan daripada fitur yang benar-benar krusial.
Selain itu, ada juga elemen kustomisasi kendaraan dan karakter. Mobil bisa diganti catnya, kap mesin bisa dibuka atau ditutup yang hanya dapat diakses melalui menu pemilihan kendaraan, dan bukan secara real-time. Bahkan kuda yang kita gunakan memiliki opsi aksesoris sederhana, walaupun tidak terlalu menonjol dalam gameplay. Dari sisi penampilan karakter, saya senang dengan banyaknya pilihan baju, rambut, dan bahkan gaya kumis, karena memberi sedikit sentuhan personal pada Enzo. Lalu pemain juga akan diberi sebuah markas atau base sebagai bagian dari cerita, tapi nyatanya fitur kustomisasinya sangat minim dan jarang sekali ada momen untuk benar-benar menikmatinya. Akhirnya, base tersebut hanya menjadi latar tambahan yang dilewati begitu saja, bukan sesuatu yang bisa saya bangun atau eksplorasi lebih dalam.
Masalah Teknis dan Fitur Tambahan

Di sisi teknis, pengalaman bermain yang coba disuguhkan oleh Mafia: The Old Country sudah cukup baik, sebagai catatan bahwa saya memainkan game ini di PS5. Ada momen ketika game terasa sangat mulus, namun saya masih merasakan beberapa stuttering yang mengganggu pengalaman bermain, rasanya game ini masih perlu optimalisasi lebih jauh.
Satu hal tambahan, Hangar 13 dan 2K sudah berjanji untuk menghadirkan Free Ride Mode di update mendatang. Hal ini tentunya jadi kabar baik karena dunia San Celeste terasa terlalu indah untuk hanya dijelajahi lewat jalur linier. Dengan Free Ride Mode, tentunya kita bisa membayangkan betapa asyiknya sekadar berjalan-jalan menikmati kota, atau merasakan atmosfer mafia tanpa tekanan misi utama.
Kesimpulan: Penghormatan pada Akar Mafia, tapi Kurang Segar

Setelah menghabiskan waktu belasan jam dengan Mafia: The Old Country, kesan pertama yang hadir adalah rasa kagum, namun sayang kekaguman itu terus berkurang seiring saya melanjutkan progres game ini. Saya kagum dengan betapa indahnya dunia San Celeste digambarkan, betapa kuatnya cerita mafia klasik disajikan, dan bagaimana narasi bisa membuat pemain larut seolah sedang menonton film gangster. Namun di satu sisi, ada gameplay yang terasa usang, sistem gear yang terasa sekadar kosmetik, serta masalah teknis yang mengganggu membuat pengalaman bermain tidak sekuat potensinya. Bagi penggemar lama Mafia, game ini jelas merupakan penghormatan pada akar seri yang patut dicoba. Tapi untuk gamer modern yang lebih mencari kebebasan eksplorasi atau mekanik yang segar, game ini mungkin hanya akan meninggalkan kesan lewat cutscene, atmosfer, dan visualnya saja.
Biar gak penasaran, coba langsung aja Mafia: The Old Country ini di PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC via Steam juga Microsoft Windows.
Kesimpulan Review
Mafia: The Old Country
- (+) KELEBIHAN
- Visual yang sangat cantik
- Narasi yang imersif
- Vibe Mafia yang Akurat
- (-) HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
- Combat yang cukup hambar
- Mode Driving yang kasar
- Tidak bisa eksplor secara bebas

