space
REVIEW CODE VEIN II
PS5
Selasa, 27 Jan 2026
prev
1 dari 3
next

Code Vein memang bisa dibilang sebagai IP yang cukup berani beda pada rilis pertamanya. Coba terjun ke genre ARPG soulslike di tahun 2019, Mungkin ingin mencoba mengulang kesuksesan dari Dark Souls 3 saat itu yang sayangnya rilis kurang begitu baik, soulslike tapi “soulless”.

Code Vein II yang coba belajar banyak dari game pertama mereka saya rasa cukup oke jika dibandingkan dari Code Vein yang pertama. Banyak improvement yang terasa di game ini, walau begitu masih butuh banyak peningkatan lagi. Bisa saya katakan, Code Vein II belajar untuk berjalan dua langkah ke depan, tapi mundur satu langkah kebelakang terutama dari sisi game dan sound design.

Banyak hal yang menurut saya positif hadir di Code Vein II, tapi hal positif yang saya rasakan jadi jatuh lagi berkat beberapa hal lainnya, jadi dirasa Code Vein II punya potensi besar, tapi hanya saja ada saja hal yang membuat frustrasi ketika dimainkan.

Character Creation Yang Oke Dan Asik


 Kudos terhadap team BNE dan Code Vein II karena character creation mereka kali ini improve jauh dari yang pertama dan mungkin jadi salah satu favorit saya di game serupa. Ya walau memang dari sisi game ARPG/soulslike anime-style tidak banyak yang character creationnya bagus—tapi memang setidaknya hal ini patut diapresiasi.

Mulai dari ukuran tubuh, wajah, pakaian yang dibagi jadi beberapa part, dan hal-hal kecil lainnya buat saya puas ketika membuat karakter di game ini. Tapi ya mungkin karena keterbatasan game design yang fokus kepada anime-style jadi tidak banyak yang bisa diexplore. Untuk perbandingan, menurut saya game yang mungkin bisa jadi patokan adalah Nioh 2 dimana character creation mereka jadi yang terbaik di genre serupa.

Ya tidak ada keluhan sih, tapi semoga dari Code Vein II bisa lebih detail lagi hal-hal yang bisa kita buat sebagai karakter, terlebih game ini juga punya banyak cutscenes keren yang membawa karakter kita ke dalam cerita yang kompleks. Nah, omong-omong tentang story yang kompleks, mungkin waktunya kita bahas ceritanya ya.

Cerita Yang Kompleks Tapi Mudah Diikuti


Dari sisi cerita memang menarik karena kita akan bermain dengan waktu—secara literal. Code Vein II fokus kepada time traveling dan mengubah takdir dan bagaimana konsekuensi kita mengubah hal kecil tersebut. Ya bukan seekstrem konsep Butterfly Effects, tapi setidaknya Code Vein II tidak malu-malu menggali konsep time traveling ini.

Tidak akan saya spoil cukup dalam karena saya rasa story dari Code Vein II merupakan hal penting dalam game ini jadi kalian harus merasakannya secara langsung. Disini kita bermain sebagai seorang Revenant Hunter tanpa nama, coba mengubah takdir dan dengan time traveling karena hilangnya Luna Rapacis yang membuat para Revenant jadi sebuah horror—monster tanpa pikiran jernih.

Kalian tidak sendiri tentunya karena karena ada time traveling disini, kita ditemani oleh Lou, wanita misterius yang punya kekuatan untuk mengubah dan manipulasi waktu.

Intinya sih kalian akan mundur ke masa lalu, bantu para “hero” yang ada di waktu tersebut, lalu kembali ke timeline utama untuk melawan hero yang sudah menjadi horror—rinse and repeat. Tapi sebenarnya hal ini lebih dalam. Akan ada banyak misteri dan rahasia yang kita ungkap dan bahkan kita bisa mengubah bagaimana takdir berjalan, dengan membantu para hero sebelum mereka menjadi horror—tetapi itu jadi cerita di lain waktu.

Battle System Yang Buat Saya Garuk Kepala


Nah mungkin ini waktunya kita bahas battle system yang hadir di Code Vein II dan jujur, ini buat saya garuk kepala cukup sering dan terkadang dalam beberapa moment buat saya pusing.

Code Vein IImengambil konsep combat yang sama dengan Code Vein pertama dan sedikit mengubah saja untuk masuk ke sekuelnya. Untuk konteks, saya rasa Code Vein II terasa lebih mudah dibandingkan game pertamanya yang mana jadi hal baik, tetapi di lain tangan, ada beberapa hal yang membuat game ini jadi kurang baik.

Mungkin pertama dari feedback—yaampun entah kenapa setiap serangan kita kepada musuh dan terutama boss seperti tidak ada feedbacknya. Maksud saya kita seperti memukul bantal, tidak ada impact, tidak ada “oomph,” tidak ada rasa yang nikmat ketika bertarung. Kita bandingkan misalnya dengan game soulslike lain seperti Dark Souls, Sekior, Nioh, Wo Long, dan lainnya—di Code Vein II setiap serangan seperti tidak ada artinya dan saya sebagai pemain seperti tidak nikmat memberikan hit.

Hal terasa sangat besar ketika melawan boss dimana memang iya ada stagger meter dimana kita bisa membuat musuh terbungkuk, tapi untuk hit biasanya juga tidak ada apa-apa. Hitstun yang tidak ada rasa, momentum senjata yang seperti lewat saja, sampai musuh yang tidak responsif. Semua ini jadi satu membuat saya terkadang bingung ketika melawan boss dan berpikir “loh, udah? Kirain masih berantem” dan jujur ini akan saya sering rasakan di beberapa boss kedepan.

Ya saya tapi masih apresiatif terhadap konsep build yang dibawa ke game. Mulai dari Blood Code, Jail, Weapon, dan lainnya yang membuat build jadi makin asik walau ada satu keluhan besar saya yakni—dimana loadoutnya? Kita diberikan banyak sekali senjata dan Blood Code tapi harus ganti manual terus-menerus? Serperti tidak ada gunanya memaksa kita ganti satu-satu dan jujur ini membuat saya ogah untuk coba-coba build.

[BACAJUGA]

Punya Musik Dan Aransemen Oke, Tapi Implementasinya Keok


Perlu diakui Code Vein II punya musik dan aransemen yang sangat oke, terutama masuk ke Act 2 dimana musiknya tidak ada musik yang buruk. Lalu bagaimana musik membangun suasana yang mendukung juga patut saya apresiasi. Tapi ada satu hal yang mengganjel buat saya, yaitu ketika combat terutama boss fight.

Jujur entah kenapa saat di boss fight (saya tidak akan bilang boss mana, tapi terasa di Act 2), lagunya seperti… santai? Ketika saya harus melawan boss dengan bentuk yang seram, panic rolling, juga berdoa agar tidak kena one shot, lagunya malah seperti terlalu chill. Hal ini yang membuat beberapa moment jadi hilang rasa dan agak sedikit mengecewakan.

Selain musik audio design juga terasa kurang saja. Sebenarnya masih sangkut paut dengan combat sebelumnya yang saya bahas, tapi akan saya bahas sedikit lagi. Audio ketika senjata bertemu dengan tubuh musuh seperti tidak ada rasanya. Terasa kurang saja dan mungkin masih bisa lebih baik lagi saja.

Variasi Jail dan Senjata Baru


Ya tidak semuanya buruk setidaknya di Code Vein II karena ada Jail dan senjata baru yang hadir disini. Rune Blades misalnya, salah satu senjata baru yang hadir dan memang cukup seru. Walau senjata ini terasa sangat lemah di early game, tapi dengan build yang fokus kepada stat khususnya dan juga beberapa skill yang bisa kalian gunakan—senjata ini bisa jadi boss melter. Jail juga hadir sebagai “blood draining” Code Vein II disini terasa lebih fresh dibandingkan game pertamanya.

Lalu Blood Code juga lebih baik disini dimana kita harus memanipulasi stat yang kita punya dan burden masing-masing stats. Kita harus usahakan semua positive trait yang ada di Blood Code harus kita manfaatkan dengan sepenuhnya dan hal ini jadi hal yang positif hadir di Code Vein II.

Intinya jadi sisi build dan equipment yang hadir di Code Vein II semuanya membuat satu hal yang megah dan seru—Code Vein II berhasil buat pengalaman yang asik di aspek ini.

Open World Sih, Tapi Terasa Kosong


Nah ini juga jadi hal yang mungkin perlu saya kritik, yakni bagaimana entah kok bisa membuat game open-world yang kosong dan membuat saya berpikir “lebih baik linear saja kalau begini”. Code Vein II ketika kalian mainkan dan membuka world map akan terlihat sangat besar! Ada tiga main area yang sangat luas, lalu dua pulau kecil yang bisa kalian akses dari ferry. Sekilas memang terlihat sangat besar dan memang iya, tapi ada satu hal yang sangat mengganggu—yakni bagaimana map terasa kosong.

[BACAJUGA]

Hal ini sangat terasa di major area pertama di Act 1 dimana ada kota bawah yang terendam dan punya potensi untuk kita explore bersama yang mana sayangnya—hanya diisi gedung kosong dan bahkan tidak bisa kita akses.

Act 1 baik di masa lalu maupun timeline utama terasa sangat luas tapi terasa juga unfinished, seperti belum selesai. Banyak gedung yang bisa kita akses tapi terasa kosong atau hasilnya kurang memuaskan atau ya hanya pajangan saja. Bahkan ada beberapa yang jadi invisible wall belaka saja yang membuat saya berpikir “buat apa dikasih sepeda motor untuk travel system tapi tidak ada tujuan untuk diexplore?”

Bandingkan misalnya dengan Elden Ring yang masih satu keluarga dengan Code Vein II, jika Elden Ring adalah taman bermain yang punya banyak mainan dan bahkan batu besar yang ada di pojok taman punya cerita, Code Vein II adalah taman bermain yang baru mau dibangun developer tapi sudah dibuka sejak awal.

Code Vein II terlalu bergantung kepada naratif yang dijelaskan oleh berjalannya cerita/story dan cutscenes—sehingga dunia sudah tidak punya kesempatan untuk memberikan cerita mereka sendiri. Semuanya disuapi kepada kita sebagai pemain, membuat potensi story yang dalam dan kompleks dari Code Vein II jadi tumpah percuma.

Konsep Time Traveling Dibungkus Dengan Baik


Tapi untuk sisi penyampaian story yang dibawakan Code Vein II bagaimana time traveling jadi alat utama untuk mendorong naratif, menariknya saya (setidaknya) belum menemukan plot hole. Semuanya dijelaskan dengan baik (walau di spoonfed) tapi setidaknya tidak ada deus ex-machina yang berjalan disini.

Bagaimana impact kita sebagai orang yang mungkin bisa dibilang bukan siapa-siapa merubah masa depan dengan mengubah masa lalu, lalu bagaimana karakter yang ada dan hadir di masa lalu mengenal kita di timeline utama semuanya berjalan dan disajikan dengan baik.

Kesimpulan

[BACAJUGA]

Code Vein II adalah game yang indah dengan story yang sangat menarik untuk terus dikulik. Sayangnya dibungkus indah, saat kita buka kotaknya kosong. Combat yang agak mengganggu dengan enemy placement juga hitbox seperti main Dark Souls 2 yang sangat buruk—tapi Code Vein II punya potensi besar.

Unggul dari sisi story dan art, sayang sekali untuk combat dan open-worldnya seperti percuma ada. Buruk dan mungkin sudah tidak bisa tertolong lagi untuk aspek ini. Asik? Sangat asik, tapi mungkin Code Vein II bisa dibilang seperti keluarga jauh yang sudah lama kalian tidak bertemu, kalian ekspektasi besar dengan perubahan positif yang hadir tapi malah jadi sok asik dan fine-fine saja.

Penasaran dengan Code Vein II? Langsung aja klik link dibawah ini ya!

https://bit.ly/CVII-Steam-KotakGame

Kesimpulan Review Code Vein II

Code Vein II

70 KOTAKGAME RATING
  • (+) KELEBIHAN
  • Art Direction yang memuaskan
  • Character creation cukup dalam
  • Musik dan sound design yang impactnya tinggi
  • Konsep story yang menarik digali terus
  • (-) KEKURANGAN
  • Combat masih buruk
  • Open world tapi terasa kosong

 

prev
1 dari 3
next
BACA JUGA BERITA INI
close