Badan Anti Korupsi Nigeria menggerebek sebuah bangunan mewah di Lagos yang digunakan sebagai "call center" untuk sindikat penipuan kripto. Sebanyak 792 tersangka ditangkap, termasuk 148 warga negara China dan 40 warga negara Filipina. Bangunan bernama Big Leaf Building ini menjadi pusat operasi sindikat yang menargetkan korban dari Amerika dan Eropa.
Menurut Wilson Uwujaren, Juru Bicara Economic and Financial Crime Commission Nigeria, modus penipuan ini melibatkan rayuan online dan janji investasi menggiurkan. Korban dipaksa membeli mata uang kripto palsu atau proyek kripto yang tidak jelas.
Baca ini juga :
» Logo Ikonik Twitter Terjual di Lelang Dengan Harga yang Fantastis!
» Komdigi Kerja Sama dengan Amazon Kuiper, Internet Berbasis Satelit Saingan Starlink ke Indonesia
» TikTok Hapus Penipuan 'Prabowo Berbagi Berkah'
» Skandal Hard Disc Drive Bekas Tambang Kripto Dijual Sebagai Baru, Seagate Angkat Bicara
» Bitcoin Sitaan Pemerintah Amerika Bernilai Rp 102 Triliun Siap Dijual
» OpenAI Didenda 15 Juta Euro oleh Pemerintah Italia atas Pelanggaran Data Privasi
» Elon Musk Bakal Bikin Platform Xmail Buat Saingi Gmail!
» KPPU Imbau Starlink Fokus Operasi di Wilayah 3T, Operator Seluler Beri Tanggapan
"Pelaku dari Nigeria direkrut oleh gembong asing untuk merayu korban secara online. Penipuan utama dilakukan oleh warga negara asing," ujar Uwujaren.
Dalam penggerebekan ini, pihak berwenang juga menyita komputer, ponsel, dan kendaraan bermotor. Investigasi lebih lanjut dilakukan dengan kolaborasi mitra internasional untuk mengungkap jaringan kejahatan terorganisir lainnya.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga masih punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.