



Bakat dan kerja keras, itu kombinasi yang penting dalam dunia kompetitif, termasuk fighting games. Ya, hal mengejutkan datang dari Capcom Cup 11 dimana turnamen ini mendapatkan sorotan utama berkat pembagian prizepool yang menarik. Juara pertama bisa mendapatkan 1 juta USD sementara runnerup hanya mendapatkan 100.000 USD.
Baca ini juga :» Resident Evil 4 Remake akhirnya terbebas dari DRM Enigma
» Keuntungan Capcom 50% berasal dari PC
» Review Resident Evil - Berhasilkah Capcom Gabung Banyak Esensi RE di Satu Game?
» Spoiler Penting Resident Evil Requiem Tersebar di Media Sosial, Dianjurkan Hati-Hati Browsing Internet!
» Dino Crisis dan Dino Crisis 2 Resmi Hadir di PC via Steam dengan Versi Lebih Modern
» Capcom Pamerkan Gameplay Alex Untuk Street Fighter 6, Kembalinya Heel Ke Arena!
» Sinyal Kuat Monster Hunter Wilds Hadir di Nintendo Switch 2 Dari Bocoran?
» Leon S. Kennedy Resmi Kembali di Resident Evil Requiem, Jadi Karakter Playable
Tapi bisa dibilang memang apa yang terjadi selama Capcom Cup 11 cukup menarik. Salah satunya ada di Grand Final dimana Kakeru sang veteran SF bertemu dengan Blaz, sanga prodigy yang masih berumur 15 tahun. Tidak banyak yang menyangka memang bagaimana Blaz mampu berjalan sampai Grand Final, memulangkan Leshar dan AngryBird yang mana jadi favorit dan veteran di SF juga.
[bacajuga]Memainkan Ryu, Ken, dan Akuma di sepanjang turnamen, Blaz mungkin layak dikatakan sebagai pemain shoto terbaik saat ini, belum lagi melihat dirinya yang masih sangat muda dirinya memiliki potensi yang sangat besar.

Walau memang dirinya finish di runner-up dan "hanya" membawa pulang hadiah sekitar 1,6 miliar Rupiah, performa Blaz sudah jauh diatas rata-rata dan dengan dirinya melaju ke EWC 2025, mungkin EWC 2025 nanti akan semakin lebih seru dengan adanya dirinya.