Microsoft dilaporkan telah membatalkan sejumlah proyek data center dengan total kapasitas 2 gigawatt di Amerika Serikat dan Eropa dalam enam bulan terakhir. Langkah ini memicu spekulasi di industri teknologi, terutama terkait dengan munculnya AI baru seperti DeepSeek.
Alasan di Balik Pembatalan Data Center
Menurut analis TD Cowen, Microsoft sebelumnya memperkirakan pasokan kapasitas data center akan lebih besar dibanding permintaan yang ada. Sementara itu, analis Michael Elias menyoroti keputusan Microsoft untuk tidak lagi mendukung pelatihan tambahan bagi OpenAI sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan ini.
Banyak investor mulai mempertanyakan pengeluaran Microsoft untuk infrastruktur data center, terutama setelah DeepSeek memperkenalkan AI yang diklaim lebih efisien secara komputasi dibanding model GPT dari OpenAI.
Dampak bagi Industri Cloud dan AI
Keputusan Microsoft untuk menunda ekspansi data center membuka peluang bagi kompetitor. Alphabet mengambil alih sebagian pasar internasional, sementara Meta mengisi celah di pasar Amerika Serikat.
Meski demikian, Microsoft menegaskan bahwa mereka hanya mengatur ulang strategi infrastruktur mereka dan tetap berkomitmen untuk bertumbuh di semua wilayah. Perusahaan juga memastikan investasi senilai USD 80 miliar dalam tahun fiskal ini tetap berjalan sesuai rencana.
Baca ini juga :
» Tidak Lagi Biru! Microsoft Bakal Ubah BSOD Jadi Hitam di Windows 11
» OpenAI Raih Pendanaan Rp 664 Triliun, Terbesar dalam Sejarah Teknologi
» ASUS ROG Ally Isyaratkan Kolaborasi dengan Xbox untuk Handheld Gaming
» Bill Gates Prediksi Orang Hanya Kerja Dua Hari Seminggu Berkat AI, Benarkah?
» Bill Gates Prediksi AI Akan Menggantikan Banyak Pekerjaan, Kecuali Ini!
» Apple Siap Investasi Rp 16 Triliun untuk Server AI Nvidia
» Siri Masih Tertinggal? Pengguna iPhone Keluhkan Respons AI yang Buruk
» Asus Rilis ROG Flow Z13 (2025), Tablet Gaming Paling Bertenaga
Kontrak Data Center dan Reaksi Pasar
Pada Februari 2025, analis TD Cowen melaporkan bahwa Microsoft membatalkan kontrak dengan setidaknya dua operator data center, dengan kapasitas ratusan megawatt. Namun, CoreWeave—startup AI cloud yang menyediakan akses ke infrastruktur data center—mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya pembatalan kontrak dari Microsoft.
Sebelumnya, eksekutif dari Meta dan Microsoft sempat membela pengeluaran besar mereka di sektor AI, meskipun DeepSeek muncul sebagai pesaing dengan teknologi yang lebih efisien. Kedua perusahaan menegaskan bahwa investasi besar di AI sangat penting untuk tetap kompetitif di industri yang berkembang pesat ini.
Dengan perubahan strategi ini, Microsoft tampaknya semakin selektif dalam ekspansi infrastruktur cloud mereka. Apakah ini langkah strategis atau respons terhadap persaingan ketat di industri AI? Waktu yang akan menjawab.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.