



Tim asal VCT Pacific, Paper Rex (PRX), resmi keluar sebagai juara VALORANT Masters Toronto 2025 setelah menumbangkan wakil EMEA, Fnatic, dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan ini menjadi gelar internasional perdana PRX sekaligus mengakhiri "kutukan" mereka yang kerap finis di posisi runner-up.
Baca ini juga :» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» MPL Malaysia Season 17 Resmi Franchise, RRQ dan Bigetron Siap Ramaikan Persaingan
» Standar Baru Esports 2026: ASUS ROG Resmi Jadi Mitra Perangkat Utama PGL Season 2026
» Brigida Menolak Beras? Lebih Pilih Balas Chat Pak AP Ketimbang Ko Delwyn?
» Skandal AoV SEA Games 2025: Screen Sharing Berujung Penangkapan dan Ban Seumur Hidup
» Alter Ego Ares Umumkan Roster PMPL ID Spring 2026, Zuxxy Resmi Kembali!
» Isyarat Skin FMVP? Postingan Aurora Gaming MLBB Bikin Fans Curiga Franco Jadi Pilihan Light
» Resmi, Pelaku Ringing di PMNC ID Spring Kena Diskualifikasi dan Sanksi 3 Tahun
Berangkat dari upper bracket, PRX memegang kendali veto map dan memilih Sunset, salah satu map favorit mereka. Meski Fnatic sempat tampil solid dan memenangkan pistol round pertama, kurangnya pengalaman mereka di Sunset terlihat jelas saat PRX mulai membaca rotasi cepat lawan dan merebut delapan ronde beruntun.
Fnatic sempat bangkit di babak kedua, tapi PRX menutup perlawanan dengan strategi Sage wall yang agresif dan efisien (13-11). f0rsaken jadi pemain kunci PRX di map ini dengan performa clutch dan statistik memukau.
Map kedua jadi panggung kaajak yang tampil luar biasa setelah performa diam di map pertama. Ia mencetak 11 opening kill dan jadi momok bagi PRX yang sempat unggul di awal permainan. Meski PRX sudah mengantisipasi strategi Sage dari Fnatic, kehadiran Operator kaajak mempersulit mereka.
PRX sempat mencoba melakukan serangan cepat, tapi Fnatic tak tinggal diam. Overtime tak terhindarkan, dan setelah pertarungan intens penuh tekanan, Fnatic mencuri kemenangan 17-15 dan menyamakan kedudukan 1-1.
Meski Pearl merupakan map perma-ban Fnatic, mereka justru bermain solid di awal berkat aksi agresif Alfajer sebagai Neon. Fnatic menutup babak pertama dengan keunggulan 7-5 dan sempat memperlebar jarak lewat pistol round.
Namun, dominasi itu tak bertahan lama. PRX tampil lebih matang secara makro, membaca permainan lawan, dan terus menekan. Di babak kedua, giliran Jinggg unjuk gigi dengan permainan Judge yang tak terduga dan sangat efektif. PRX membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan 13-10.
Map terakhir Lotus berjalan sengit. PRX membuka dengan kemenangan pistol, tapi Fnatic sempat membalas lewat thrifty round. Meski Fnatic dikenal sebagai tim dengan serangan lambat, mereka justru mendapatkan hasil terbaik saat meniru gaya main cepat ala PRX.
Setelah tertinggal 5-7 di babak pertama, Fnatic kembali menangkan pistol round tapi gagal mempertahankan momentum. PRX yang disiplin dan tanpa rasa takut terus menekan hingga mencapai match point. Fnatic sempat memaksa overtime, tapi PRX menunjukkan ketenangan dan menutup pertandingan dengan clutch 2v4 di post-plant (14-12).
Dengan 81 kill, rasio K/D positif, dan average combat score (ACS) 223, f0rsaken dinobatkan sebagai MVP Masters Toronto 2025 dan menerima gelang juara. Ia menjadi motor kemenangan PRX sepanjang laga.