space
MERAH PUTIH: ONE FOR ALL DAPAT RATING TERENDAH DI IMDB, NETIZEN BANDINGKAN DENGAN GRAFIS PS2
Pop
Rabu, 20 Aug 2025

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Film animasi nasional Merah Putih: One for All belakangan ini jadi perbincangan hangat, sayangnya bukan karena prestasi, tapi karena rating yang anjlok di IMDb. Per tanggal 20 Agustus 2025, film ini mencatat skor 1.0/10, menjadikannya salah satu film Indonesia dengan rating terburuk di platform tersebut.

Baca ini juga :

» Poster Karakter Mortal Kombat 2 Resmi Dirilis! Joe Taslim Kembali Jadi Bi-Han, Tapi Kini Berwarna Hitam? Noob
» Peran The Legend of Zelda Live Action Diungkap Nintendo! Gandeng Aktor dan Aktris Muda
» Alice in Borderland Season 3 Siap Tayang, Arisu Balik Lagi ke Dunia Permainan Maut!
» Fast and Furious 11 Dipastikan Vin Diesel Akan Datang, Karakter Brian Hadir Lagi?
» Film Live Action Bloodborne Masih Dalam Rencana, Masih Cari Director Untuk Memimpin
» Salah Satu Adegan Film 28 Years Later Ternyata Direkam Dengan kamera iPhone 15 Pro Max
» Adaptasi Film Phasmophobia Diumumkan, Akan Jadi Film Horror Seperti Apa ya?
» 2 Film Spiderman Akan Hadir di Tahun 2026 dan 2027!

Kritik Netizen: Animasi "Kaku" dan Grafis "Kayak PS2"

Banyak ulasan dari penonton, baik lokal maupun internasional, yang menilai film ini gagal memenuhi ekspektasi. Kritik utamanya terletak pada kualitas animasi yang dianggap kaku, mentah, bahkan disamakan dengan grafis game era Playstation 2.

Komentar-komentar pedas juga banyak bermunculan di media sosial. Ada yang menyebut Merah Putih: One for All sebagai "film animasi Indonesia terburuk sepanjang masa", sementara lainnya membandingkan hasil akhirnya dengan film animasi lokal terdahulu seperti Battle of Surabaya atau Nussa yang dinilai lebih rapi.

Kontroversi Anggaran Produksi

Kontroversi semakin memanas setelah terungkap bahwa film ini menelan biaya produksi sekitar Rp6,7–6,8 miliar. Banyak yang mempertanyakan ke mana larinya anggaran sebesar itu mengingat kualitas akhir yang ditampilkan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Menariknya, produser sempat menanggapi kritik publik dengan pernyataan sinis: "Senyumin aja, komentator lebih pandai dari pemain…". Pernyataan ini justru makin memicu perdebatan di kalangan netizen.

Dampak ke Industri Animasi Lokal

Sebagai film animasi yang mengangkat tema kebangsaan, Merah Putih: One for All awalnya diharapkan bisa menjadi kebanggaan baru untuk animasi Indonesia. Namun, dengan hasil rating dan kritik yang ada, film ini justru jadi contoh pahit bahwa industri animasi tanah air masih perlu banyak berbenah, baik dari segi teknis maupun storytelling.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close