



Komunitas Garena Delta Force tengah dihebohkan oleh duel sengit antara AAA Clan dan Bala-Bala, dua tim besar yang sama-sama punya basis penggemar kuat di skena FPS lokal. Pertemuan mereka bukan hanya sekadar scrim biasa, tapi sudah berubah jadi ajang pembuktian siapa penguasa sebenarnya di medan perang Delta Force.
Baca ini juga :» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Dream Team Mode di SFCC 2026 Bikin Pemain Bebas Bangun Tim Versinya Sendiri
» ASUS APAC Partner Summit 2026: Strategi "EVOLVE" Menuju Dominasi Pasar Laptop AI
» Dominasi Tim Indonesia di APAC Predator League 2026: BOOM Esports & REKONIX Sabet Gelar Runner-Up!
» Rusia Siapkan Game Tandingan Call of Duty: Muak Jadi "Antagonis" di Game Barat?
» Resmi, M8 World Championship Digelar di Turki, Jadi M Series Pertama di Eropa
» Revolusi Siaran F1: Rahasia di Balik Teknologi Pendingin Cair Lenovo Neptune yang Super Efisien
» Asus Resmi Pamit? Tidak Ada Smartphone Baru di 2026, Fokus Beralih ke AI
Pertarungan ini menghadirkan format 20 vs 20, yang membuat tiap ronde berjalan intens sejak awal. Bala-Bala langsung membuka laga dengan gaya permainan agresif khas mereka — melakukan rotasi cepat dan mencoba menguasai map lebih dulu. Sementara AAA Clan tampil lebih tenang, memanfaatkan koordinasi dan positioning yang disiplin untuk menahan serangan lawan.
Beberapa highlight dari pertandingan ini sempat viral di komunitas, terutama momen clutch dan taktik jebakan yang dijalankan dengan sangat rapih. Video POV dari kedua kubu juga banyak dibagikan di media sosial, memperlihatkan betapa panasnya atmosfer di dalam pertandingan tersebut.
Pertemuan ini sebenarnya bukan yang pertama kali bagi AAA Clan dan Bala-Bala. Keduanya sudah lama terlibat dalam persaingan tidak resmi di komunitas, tapi laga kali ini terasa berbeda. Melalui unggahan di Instagram dan YouTube, kedua tim saling “call out” dan memancing hype dari penonton.
Bahkan, laga lanjutan sudah dikonfirmasi akan digelar offline di Jakarta pada 8 November 2025, dengan format yang lebih megah dan penonton langsung di lokasi. Hal ini tentu membuat ekspektasi publik semakin tinggi, karena duel offline berarti tekanan dan atmosfer pertandingan akan jauh lebih besar.
Antusiasme komunitas terlihat dari banyaknya komentar, unggahan ulang, hingga diskusi di berbagai forum. Banyak penggemar menilai bahwa pertandingan AAA Clan vs Bala-Bala menunjukkan potensi besar Garena Delta Force sebagai game kompetitif dengan basis pemain aktif di Indonesia.
Beberapa kreator konten juga sudah memanfaatkan momentum ini untuk membuat breakdown, reaksi, hingga analisis gameplay dari kedua tim. Fenomena ini membuktikan bahwa scene FPS lokal mulai tumbuh ke arah yang lebih profesional dan terorganisir.
Duel AAA Clan melawan Bala-Bala bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana rivalitas sehat dan semangat kompetitif bisa membangkitkan hype di komunitas FPS Indonesia. Dengan pertandingan offline yang sudah dijadwalkan, semua mata kini tertuju pada satu hal — siapa yang akan keluar sebagai pemenang sesungguhnya di Delta Force?