



RRQ kembali membuat gebrakan besar menjelang musim kompetitif 2026. Organisasi asal Indonesia tersebut resmi menunjuk Jovanni “Jovi” Vera sebagai head coach divisi VALORANT, menggantikan Marthinus “Ewok” Van der Walt yang mengundurkan diri pada Oktober 2025 setelah tiga musim memimpin tim.
Baca ini juga :
» Revolusi AI ASUS di CES 2026: Intip Inovasi "Always Incredible" untuk Produktivitas Masa Depan
» Perayaan 20 Tahun ASUS ROG di CES 2026: Intip Deretan Inovasi Gaming Masa Depan!
» Monitor Idaman Pro Player! ASUS ROG Resmi Rilis Strix XG27AQNGV di Januari 2026
» MSI Rilis MPG 272QRF X36: Monitor Gaming 360Hz dengan Revolusi Teknologi NVIDIA G-SYNC Pulsar
» ONIC Hampir Kepleset, Boostgate Bikin Swiss Stage M7 Panas Sejak Hari Pertama
» Opening Ceremony M7 MLBB Ubah Jakarta Jadi Panggung Esports Dunia
» ASUS Guncang CES 2026: Intip Jajaran Motherboard AMD 800 Series dan AIO Cooler Terbaru yang Makin Pintar!
» MSI Cubi NUC AI+ 3MG: Mini PC Super Ringkas dengan Tenaga AI Masa Depan di CES 2026
Jovi bukan sosok sembarangan. Ia baru saja menjalani musim kompetitif bersama Talon Esports di VCT Pacific 2025, bekerja berdampingan dengan Hector “FrosT” Rosario, dan membawa tim tersebut finis di peringkat ketiga liga tersebut. Sebelumnya, ia juga mengantongi pengalaman internasional dengan melatih 100 Thieves pada 2022, serta tim wanita di sirkuit Game Changers seperti Evil Geniuses GC dan FlyQuest RED.
Melalui pengumuman resminya, Jovi menyatakan antusiasmenya bekerja dengan roster RRQ. Ia menyebut proses awal bersama para pemain berjalan sangat menyenangkan dan menganggap ini sebagai “permulaan dari sesuatu yang besar.”
Latar Belakang Rekrutmen dan Ambisi RRQ
Keputusan RRQ merekrut Jovi datang pada momen penting. Sepanjang 2025, RRQ menikmati musim terbaik dalam sejarah mereka. Tim ini meraih gelar juara VCT Pacific Stage 1, posisi kedua di Stage 2, serta melakukan debut internasional di Masters Toronto dan Champions Paris. Dengan capaian tersebut, ekspektasi untuk musim 2026 jauh lebih tinggi: RRQ tidak lagi sekadar tim kuat di Asia Pasifik, tetapi mulai dipandang sebagai calon penantang global.
Menariknya, RRQ memilih mempertahankan seluruh pemain utamanya dan hanya melakukan pergantian di posisi pelatih. Artinya, tantangan pertama Jovi adalah menyusun pendekatan strategis yang sesuai dengan roster yang sudah solid, tanpa menghilangkan identitas yang dibangun oleh Ewok selama tiga musim sebelumnya. Adaptasi gaya kepelatihan akan menjadi aspek krusial—apakah Jovi akan meneruskan fondasi disiplin dan analitis ala Ewok, atau membawa pendekatan baru yang lebih agresif dan kreatif.
Tantangan Berat Menyambut Musim 2026
Dengan reputasi RRQ yang tengah naik, beban yang dipikul Jovi jelas tidak kecil. Tim kini berhadapan dengan lawan-lawan berat dari Eropa, Amerika, hingga Asia Timur. RRQ harus mampu menunjukkan fleksibilitas strategi, kestabilan mental, serta kualitas eksekusi yang konsisten jika ingin mempertahankan status sebagai perwakilan region di panggung internasional.
Selain itu, mempertahankan performa pasca musim terbaik adalah tantangan yang secara historis tidak mudah bagi banyak tim. Mengelola ekspektasi manajemen, fans, dan pemain menjadi pekerjaan penting bagi pelatih baru—terutama ketika semua mata tertuju pada apakah RRQ mampu mempertahankan momentum atau justru mengalami penurunan performa.
Dampak bagi VALORANT Indonesia dan Asia
Kedatangan Jovi memperlihatkan ambisi RRQ yang semakin serius untuk bersaing di level global. Bagi ekosistem VALORANT Indonesia, ini menjadi sinyal positif bahwa tim-tim tanah air tidak ragu merekrut figur berpengalaman internasional demi menutup kesenjangan kualitas dengan region lain. Jika Jovi berhasil membawa RRQ tetap stabil atau bahkan meningkat, hal ini bisa membuka pintu bagi lebih banyak pelatih asing atau eks pemain internasional untuk bekerja dengan tim Asia Tenggara.
Langkah ini juga memperluas standar kompetisi. Tim Asia kini diharuskan mengevaluasi ulang pendekatan mereka, karena RRQ telah membuktikan bahwa investasi pada pengalaman global dapat menghasilkan peningkatan performa yang signifikan.
Penutup
Rekrutmen Jovanni “Jovi” Vera bukan sekadar pergantian pelatih, tetapi langkah strategis dengan dampak jangka panjang. RRQ kini memasuki fase baru: mempertahankan kejayaan 2025 sekaligus menantang dominasi region lain. Apakah Jovi mampu membawa RRQ menjadi kekuatan dunia yang konsisten? Semuanya akan terjawab di musim 2026.