



Swiss Stage M7 World Championship langsung dibuka dengan pertandingan yang jujur saja bikin deg degan sejak early game. ONIC Esports harus menghadapi Boostgate Esports, tim kuda hitam asal Turki yang datang bukan cuma untuk coba coba.
ONIC memang berstatus unggulan, tapi Boostgate jelas bukan tim yang bisa diremehkan. Mereka lolos ke Swiss Stage lewat jalur wild card dan sudah lebih dulu bikin kejutan dengan menumbangkan Virtus.pro. Modal mental itu terasa banget di game ini, apalagi Boostgate juga ditangani oleh coach Indonesia, Tezet.
Baca ini juga :» Opening Ceremony M7 MLBB Ubah Jakarta Jadi Panggung Esports Dunia
» Boostgate Esports dan Team Zone Lolos ke Swiss Stage M7, Siap Tempur Mulai 10 Januari di Jakarta
» Jelang M7, MLBB Ajak Pemain Indonesia Ikut Pesta Cuan
» Pemenang Kotakgame Awards Kategori 2025 Mobile & Esports
» ONIC Esports Juara Turnamen Internasional Games of the Future 2025
» Dominasi Predator Gaming Indonesia: Dorong Talenta Lokal ke Panggung Esports Dunia 2025
» Nenek Berusia 92 Tahun Juarai Turnamen Tekken 8: Bukti Esport Milik Semua Usia!
» M7 World Championship Resmi Perkenalkan Opening Ceremony Perdana, Drawing Turnamen, dan M7 Pass
ONIC ditekan sejak menit awal
Kalau jujur, ONIC memulai game ini dengan kurang meyakinkan. First blood langsung jatuh ke tangan Boostgate dan sejak itu arah permainan lebih banyak dikontrol oleh Kazue dan kawan kawan. Objektif diamankan satu per satu, rotasi mereka rapi, dan ONIC dibuat sibuk bertahan.
Kairi dan Skylar hampir tidak punya ruang untuk bergerak. Bukan karena mekanik mereka turun, tapi karena map benar benar terkunci. Selisih gold sempat tembus enam ribu, angka yang jelas tidak nyaman untuk tim sekelas ONIC. Pilihannya cuma satu, bertahan dan berharap ada celah.
Dan celah itu akhirnya datang di momen paling krusial. Kontestasi Lord yang berlangsung alot jadi titik balik. ONIC berhasil bertahan cukup lama sampai hanya menyisakan Kazue, dan dari situ Kairi sukses mengamankan Lord. Momen kecil yang dampaknya besar.
Saat pengalaman ONIC berbicara
Masuk fase mid menuju late game, terasa jelas perbedaan pengalaman kedua tim. ONIC tidak terburu buru. Mereka pakai Lord untuk buka map, ambil fight yang aman, dan pelan pelan menutup defisit gold.
Boostgate sebenarnya masih sangat solid. Mereka beberapa kali berhasil menahan push ONIC dan bahkan sempat mencuri Lord lewat RX di perebutan berikutnya. Tapi kali ini ONIC tidak panik. Tidak ada blunder besar, tidak ada fight yang dipaksakan.
War demi war berjalan, dan ONIC selalu keluar dengan posisi lebih rapi. Mendekati menit ke tiga puluh, barulah ONIC benar benar menemukan momentum untuk menyelesaikan game.
Boostgate kalah, tapi mereka bukan kalah tanpa perlawanan. Justru dari game ini terlihat jelas bahwa Swiss Stage M7 tidak akan jadi panggung santai bagi tim favorit. Dan buat ONIC, ini jadi pengingat penting. Sedikit lengah saja, tekanan seperti ini bisa berujung fatal di hari hari berikutnya.
Kalau mau, gue bisa bikinin versi lebih santai ala kolom opini, atau versi lebih teknis buat hardcore MLBB audience. Tinggal bilang mau dibawa ke arah mana.