space
GENERASI MUDA JADI MUDAH HALU, PEMERINTAH CHINA RESMI BATASI PRODUKSI DRAMA CEO DAN GADIS MISKIN
Pop
Selasa, 30 Dec 2025

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Industri drama China kembali mengalami perubahan besar. Kali ini, pemerintah China secara resmi mengeluarkan kebijakan pembatasan terhadap produksi drama romantis yang mengusung formula klise, khususnya cerita “CEO kaya jatuh cinta dengan gadis miskin” yang selama ini mendominasi pasar drama modern.

Baca ini juga :
» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Punya Masalah Mental dan Hilang Arah, Kai Cenat Pilih Rehat dari Dunia Streaming
» PMPL ID Kembali Digelar, Buka Peluang Tim Baru Tembus Liga Profesional
» Tim Dota 2 Indonesia Rekonix Lolos ke BLAST Slam VI, Siap Tantang Raksasa Dunia
» Dari Manga Dewasa ke Supercar, Kreator Doujin Ini Sukses Wujudkan Mimpi Beli Ferrari
» Faker Laporkan Pro Player LPL yang AFK di Ranked Korea
» Ancaman Baru? BoostGate Esports dan Team Zone Lolos ke Swiss Stage M7!
» Pegulat Indonesia Di-DM Langsung WWE, Benarkah Jadi Pengganti Roman Reigns?

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengarahkan konten hiburan agar lebih sejalan dengan nilai sosial dan realitas kehidupan generasi muda di China. Drama dengan kisah cinta yang dianggap terlalu mengawang, penuh fantasi kelas sosial, serta mempromosikan gaya hidup mewah dinilai dapat membentuk persepsi keliru di kalangan penonton muda.

Dalam beberapa tahun terakhir, genre tersebut memang menjadi salah satu yang paling laris. Tokoh utama pria digambarkan sebagai CEO muda, tampan, super kaya, dan berkuasa, sementara tokoh wanita sering kali berasal dari latar belakang sederhana yang kemudian “diselamatkan” oleh cinta dan kemewahan. Pola ini dianggap tidak lagi relevan dengan kondisi sosial ekonomi saat ini.

Pemerintah China menilai narasi semacam itu berpotensi mendorong materialisme, individualisme berlebihan, serta mimpi instan tanpa kerja keras. Karena itu, regulator media kini mendorong rumah produksi untuk menghadirkan cerita yang lebih realistis, membumi, dan menampilkan nilai perjuangan, kerja kolektif, serta kontribusi terhadap masyarakat.

Pembatasan ini tidak berarti genre romansa akan dihapus sepenuhnya. Namun, kreator diminta untuk lebih berhati hati dalam membangun karakter dan konflik. Drama diharapkan menampilkan hubungan yang setara, latar profesi yang masuk akal, serta konflik yang dekat dengan kehidupan sehari hari generasi muda, seperti tekanan kerja, pendidikan, dan dinamika keluarga.

Kebijakan ini pun memicu reaksi beragam dari penggemar. Sebagian menyayangkan hilangnya drama fantasi yang selama ini menjadi hiburan pelarian, sementara yang lain menyambut baik langkah ini karena membuka peluang lahirnya cerita yang lebih segar dan tidak repetitif.

Bagi industri hiburan China sendiri, aturan ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Tantangan karena harus keluar dari zona nyaman formula sukses, namun juga peluang untuk melahirkan karya yang lebih beragam, dewasa, dan relevan secara sosial.

Ke depan, menarik untuk melihat bagaimana para kreator beradaptasi dan apakah pembatasan ini benar benar mampu mengubah arah tren drama China di mata penonton global.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close