space
DARI MANGA DEWASA KE SUPERCAR, KREATOR DOUJIN INI SUKSES WUJUDKAN MIMPI BELI FERRARI
Pop
Kamis, 08 Jan 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Industri manga Jepang kembali menunjukkan sisi menariknya. Kali ini datang dari Manno, kreator manga dewasa berjudul Iribitari Gal ni Manko Tsukawasete Morau Hanashi, yang mendadak jadi perbincangan setelah memamerkan mobil Ferrari hasil jerih payahnya sendiri.

Baca ini juga :
» Punya Masalah Mental dan Hilang Arah, Kai Cenat Pilih Rehat dari Dunia Streaming
» Pegulat Indonesia Di-DM Langsung WWE, Benarkah Jadi Pengganti Roman Reigns?
» Generasi Muda Jadi Mudah Halu, Pemerintah China Resmi Batasi Produksi Drama CEO dan Gadis Miskin
» Rewatch Attack on Titan, Tapi Salah Fokus karena Dua Titan Ini Mirip Petinggi Indonesia
» Motion Ime Festival Batalkan Kehadiran Bulgogifarts Usai Penolakan Komunitas
» Cloudflare Didenda Rp53,2 Miliar oleh Pengadilan Jepang Karena Fasilitasi Pembajakan Manga
» Penulis The Simpsons, Dan McGrath, Wafat di Usia 61 Tahun
» Kazuki Motoyama, Komikus Legendaris Manga Super Mario Kodansha, Meninggal Dunia di Usia 69 Tahun

Lewat unggahan di media sosial, Manno mengungkap bahwa membeli Ferrari merupakan mimpi lamanya yang akhirnya berhasil diwujudkan. Menariknya, supercar tersebut dibeli bukan dari kerja komersial besar atau kolaborasi industri, melainkan murni dari hasil penjualan karya doujin yang ia buat secara konsisten.

Manga Iribitari Gal ni Manko Tsukawasete Morau Hanashi sendiri telah merilis enam volume dan memiliki basis pembaca digital yang cukup besar. Popularitasnya di platform distribusi digital membuat karya ini terus menghasilkan pemasukan stabil, membuktikan bahwa pasar manga dewasa masih sangat kuat di Jepang.

Kisah Manno menjadi contoh nyata bahwa industri kreatif Jepang, termasuk segmen manga dewasa, memiliki potensi ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan audiens yang loyal dan distribusi digital yang semakin luas, karya independen pun mampu menghasilkan pencapaian finansial yang ekstrem, bahkan hingga level supercar.

Fenomena ini juga memicu diskusi di kalangan penggemar manga soal betapa besarnya peluang di balik industri doujin, selama kreatornya mampu konsisten dan memahami pasar.

Kalau kamu sendiri, sudah pernah dengar atau membaca karya Manno? Atau justru diam-diam familiar dengan judulnya?

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close