



Bursa transfer MPL S17 resmi menjadi panggung awal yang menentukan arah persaingan Mobile Legends Indonesia di musim 2026. Sejak awal Februari, pergerakan roster dan jajaran pelatih berlangsung cukup agresif, terutama dari tim papan atas yang ingin memastikan komposisi terbaik sebelum musim reguler dimulai.
Baca ini juga :» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Standar Baru Esports 2026: ASUS ROG Resmi Jadi Mitra Perangkat Utama PGL Season 2026
» Brigida Menolak Beras? Lebih Pilih Balas Chat Pak AP Ketimbang Ko Delwyn?
» ByteDance Dalam Pembicaraan Untuk Jual Moonton Ke Perusahaan Arab, Strategi Exit Dari Gaming?
» Skandal AoV SEA Games 2025: Screen Sharing Berujung Penangkapan dan Ban Seumur Hidup
» Alter Ego Ares Umumkan Roster PMPL ID Spring 2026, Zuxxy Resmi Kembali!
» Isyarat Skin FMVP? Postingan Aurora Gaming MLBB Bikin Fans Curiga Franco Jadi Pilihan Light
» Resmi, Pelaku Ringing di PMNC ID Spring Kena Diskualifikasi dan Sanksi 3 Tahun
Sejumlah organisasi melakukan evaluasi besar, mulai dari pergantian pelatih, promosi pemain akademi, hingga transfer lintas regional Asia Tenggara. Dinamika ini menunjukkan bahwa MPL Indonesia kini semakin kompetitif dan tidak lagi hanya bergantung pada nama besar, tetapi juga pada strategi jangka panjang.
Sorotan utama datang dari kubu ONIC Esports. Tim berjuluk Landak Kuning ini melakukan perubahan signifikan di sektor kepelatihan. Coach Adi resmi berstatus tidak aktif, membuka jalan bagi CW untuk naik sebagai head coach.
Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat CW dikenal sebagai mantan pemain legendaris yang kini dipercaya memimpin strategi penuh tim. Selain perubahan di kursi pelatih, ONIC juga melakukan penyesuaian roster.
Skylar berstatus tidak aktif di posisi gold lane, sementara SamueL dipromosikan dari ONIC Prime ke tim utama sebagai roamer. Tak hanya itu, ONIC juga mendatangkan Kelra dari ONIC Philippines untuk memperkuat lini gold lane. Transfer lintas regional ini memperlihatkan ambisi ONIC dalam menambah pengalaman internasional demi menjaga daya saing.
Pergerakan juga terjadi di tim lain. Team Liquid Academy ID melepas Gugun dari posisi jungler, serta berpisah dengan Gojeltzy dan Mikazuee. Sementara itu, Geek Fam ID mengakhiri kerja sama dengan Bluffzy sebagai assistant coach.
Di sisi lain, Dewa United Esports melakukan penyegaran lewat kedatangan Markk dan Vanz untuk mengisi posisi EXP lane dan jungler di Dewa United Heka.
Yang paling agresif di bursa kali ini adalah Twisted Minds ID. Mereka merekrut Lele dari EVOS Holy Fury untuk memperkuat EXP lane. Selain itu, FancyNancy berstatus pinjaman, Saa dari Vietnam mengisi midlane, sementara Qairenn dan Enjii memperkuat sektor jungler dan roamer. Dora juga masuk dalam skema pinjaman yang melibatkan Geek Fam ID.
Bursa transfer ini juga diramaikan pemain dari kawasan Asia Tenggara seperti Kamboja, Myanmar, Thailand, dan Laos. Nama-nama seperti HanXie, Juno, Sugarr, hingga 007x menunjukkan bahwa ekosistem MPL Indonesia kini semakin terhubung dengan skena regional.
Meski demikian, tidak semua transfer akan langsung berdampak instan. Beberapa perpindahan lebih berorientasi pada pengembangan jangka panjang, terutama bagi pemain muda dan roster akademi.
Secara keseluruhan, bursa transfer MPL S17 menjadi fase transisi penting yang sarat strategi dan risiko. Komposisi baru ini akan menjadi penentu konsistensi performa tim sepanjang musim MPL Indonesia 2026.