space
SQUARE ENIX X GOOGLE BIKIN CHATTY SLIMEY, FITUR TEMAN NGOBROL BUAT PEMAIN DRAGON QUEST X
PC
1 jam yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Dragon Quest X bakal kedatangan “teman ngobrol” baru bernama Chatty Slimey, dan yang bikin unik, si slime cerewet ini digerakkan oleh teknologi AI Gemini dari Google. Buat MMO yang sudah lama cuma rilis di Jepang, langkah ini kerasa kayak percobaan serius Square Enix buat nyelipin generative AI langsung ke dalam pengalaman main, bukan sekadar fitur sampingan.

Diungkap di sebuah acara pers di Jepang, Square Enix bareng Google ngenalin Chatty Slimey sebagai pendamping in-game yang bisa diajak ngobrol layaknya NPC super interaktif. Kepala pengembangan Square Enix, Takashi Anzai, bilang kalau fitur ini didesain supaya pemain baru gak ngerasa kesepian dan bingung harus mulai dari mana, karena Slimey bakal berperan sebagai semacam “buddy pribadi” mereka di dunia Dragon Quest X. Jadi bukan cuma quest marker atau tutorial kaku, tapi karakter yang bisa nemenin dan merespons obrolan pemain secara dinamis.

Cara kerjanya juga cukup ambisius untuk ukuran MMO. Saat pemain ngobrol dengan Slimey lewat fitur chat, AI bakal otomatis bikin suara dan ngobrol balik, jadi interaksinya bukan sekadar teks standar NPC. Sistem ini juga disebut bisa “membaca” informasi dari layar game: ketika pemain ngalahin musuh kuat atau dapet item langka, Slimey bisa tiba-tiba nimbrung dan komentar duluan tanpa diminta. Konsepnya mirip partner yang selalu aware sama progres lo, bukan NPC yang cuma nunggu lo klik dialog.

Ini jelas bukan pertama kalinya AI chat masuk ke video game, tapi Dragon Quest X jadi contoh terbaru tren ini di game online besar. Sebelumnya, game seperti Where Winds Meet juga sempat nyoba NPC berbasis chatbot yang bisa diajak ngobrol bebas, sementara Fortnite pernah bikin heboh dengan hadirnya Darth Vader versi AI yang bikin banyak pemain iseng nyobain segala macam prompt nyeleneh. Dari situ kelihatan kalau integrasi AI ke karakter game bukan lagi eksperimen kecil, tapi mulai masuk ke level kolaborasi resmi dengan brand besar.

Baca ini juga :

» Jensen Huang Berubah Pikiran Soal AI Di Game, Apakah Karakter Development?
» Writer Clair Obscur: Expedition 33 Menolak Pakai AI Untuk Tulisannya, Kenapa?
» Kasasi Ditolak MA, Google Resmi Terjerat Denda Rp202,5 Miliar Akibat Monopoli di Indonesia
» Predator Helios 16 AI: Laptop "Monster" Terbaru untuk Kreator & Gamer di Indonesia
» Inovasi AI Lenovo di MWC 2026: Masa Depan Kerja Hybrid yang Cerdas dan Modular
» Square Enix Gelar "March Sale" di Steam: Diskon Besar Menanti Game Favoritmu
» ASUS NUC 16 Pro: Mini PC Copilot+ Bertenaga AI untuk Profesional Masa Kini
» AMD Luncurkan Ryzen AI Embedded P100 Series: Revolusi "Physical AI" dan Robotika Masa Depan

Kalau ngikutin langkah Square Enix beberapa tahun terakhir, sebenernya keputusan ini cukup konsisten. Pada 2024, perusahaan sudah terang-terangan bilang bakal agresif memakai AI dan teknologi mutakhir lain untuk bikin “bentuk konten baru”, termasuk di game mereka. Di 2025, mereka bahkan menargetkan tools GenAI untuk menangani sampai 70% proses QA pada 2027, jadi Chatty Slimey ini cuma salah satu cabang dari strategi AI yang lebih gede. Intinya: mereka gak cuma pakai AI di balik layar, tapi juga mulai dorong ke depan layar, langsung ke tangan pemain.

Menariknya, di sisi lain industri, gak semua publisher ambil jalur yang sama. Capcom, misalnya, baru-baru ini menegaskan tidak akan menggunakan GenAI untuk pembuatan aset in-game, meski mereka tetap terbuka memakai teknologi ini untuk bantu efisiensi di area seperti grafik, sound, dan programming. Jadi sementara Square Enix kelihatan nyaman menjadikan AI sebagai bagian dari wajah game, beberapa studio lain masih lebih hati-hati dan membatasi fungsinya di balik proses pengembangan.

Buat pemain, Chatty Slimey bisa jadi dua hal sekaligus: fitur lucu yang bikin dunia Dragon Quest X terasa lebih hidup, atau alarm baru soal seberapa jauh AI bakal “masuk” ke ruang bermain kita. Buat yang suka eksplor dan ngobrol-ngobrol random, punya slime yang selalu update sama progress lo mungkin bakal terasa keren dan bantu mengurangi rasa grind sendirian. Tapi di tengah kekhawatiran soal privasi, data, dan sejauh apa percakapan kita diproses di balik layar, langkah ini juga pasti bakal mengundang diskusi (dan mungkin sedikit kecurigaan) tentang masa depan MMO di era AI.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close