space
STEAM RESMI MINTA MAAF MENGENAI ISU RATING SISTEM IGRS
PC
20 jam yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Steam akhirnya buka suara soal kekacauan rating yang sempat muncul di platform mereka untuk pengguna Indonesia pada awal April 2026. Dalam klarifikasi yang beredar, mereka mengakui adanya miskomunikasi dengan Komdigi yang menyebabkan rating yang tampil di Steam untuk regional Indonesia menjadi tidak tepat dan tidak lengkap.

Selama awal april, informasi rating yang muncul di halaman toko memang bermasalah dari sisi isi dan kelengkapan. Sebagian klasifikasi usia maupun detail rating lain tidak tampil sesuai yang seharusnya, sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan pengguna yang memperhatikan detail tersebut. Dari penjelasan yang ada, hal ini bukan karena perubahan kebijakan mendadak dari sisi konten, melainkan murni kesalahan yang muncul akibat miskomunikasi teknis antara Steam dan Komdigi dalam proses penerapan rating lokal.

Indonesia sendiri saat ini tengah mencoba menggunakan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai standar resmi untuk pengklasifikasian game. Sistem ini menentukan kategori usia dan peringatan konten agar pengguna bisa punya gambaran seberapa aman atau sensitif sebuah game untuk dimainkan oleh kelompok usia tertentu. Setelah kekeliruan terjadi, Steam menegaskan bahwa tampilan rating untuk akun-akun Indonesia kini kembali mengacu pada IGRS, bukan lagi konfigurasi yang salah seperti yang sempat terjadi di awal April.

Kasus ini ikut menyorot hubungan dan koordinasi antara platform global dengan regulator lokal. Disebutkan bahwa komunikasi antara Steam dan Komdigi terkait urusan rating ini sebenarnya sudah berjalan lebih dari dua tahun. Dengan latar belakang seperti itu, wajar jika publik mempertanyakan bagaimana miskomunikasi masih bisa muncul dan berujung ke tampilan rating yang tidak akurat di platform sebesar Steam.

Di luar masalah teknis yang sudah diperbaiki, ada satu isu lain yang masih ramai dibicarakan, keberadaan status Refused Classification (RC) di Steam untuk Indonesia. RC dipandang sebagai salah satu indikator penting dalam regulasi konten karena dapat menjadi batas antara pengaturan yang wajar dan potensi pembatasan yang dianggap berlebihan. Kekhawatirannya, jika tidak dijalankan dengan transparan dan jelas, status semacam ini bisa menimbulkan kecurigaan bahwa ada konten yang dibatasi tanpa penjelasan yang cukup ke publik.

Baca ini juga :

» Steam Terlihat Persiapkan Fitur Baru, Bisa Lihat Perkiraan FPS Yang Akan Dibeli
» Komdigi Resmi Klarifikasi Soal Rating Sistem IGRS Di Steam
» Mengapa Google Tolak Blokir Total Akun Anak di Bawah 16 Tahun?
» Steam Rilis Pricing Conversion Tools Terbaru, Bisa Buat Harga Lebih Masuk Akal?
» Berbagai Game SEGA Diskon Hingga 70% di Steam Spring Sale!
» Gara-Gara Malware, FBI Turun Tangan Investigasi Steam!
» Square Enix Gelar "March Sale" di Steam: Diskon Besar Menanti Game Favoritmu
» Steam Machine 6x Lebih Kuat Dari Steam Deck, Target 30 FPS/1080p Untuk Game Agar Dapatkan Machine Verified

Perbincangan di dunia maya pun banyak menyinggung bagaimana kebijakan dan regulasi digital dijalankan, khususnya ketika menyentuh medium interaktif seperti game. Ada suara-suara yang menganggap regulasi masih dikelola oleh pihak yang kurang memahami ekosistem game secara menyeluruh, sehingga berpotensi menghasilkan keputusan yang kaku atau tidak sejalan dengan kebutuhan pengguna dan pelaku industri. Di saat yang sama, ada pandangan bahwa platform digital pada akhirnya harus mengikuti aturan negara tempat mereka beroperasi jika ingin terhindar dari hambatan lebih jauh.

Bagi gamer dan pengguna steam di Indonesia, poin penting dari klarifikasi ini adalah penegasan bahwa inti persoalan yang dibahas Steam berkaitan dengan ketidakakuratan tampilan rating dan kelengkapannya. Insiden miskomunikasi ini jadi pengingat bahwa detail teknis seperti sistem rating pun bisa punya dampak besar ke pengalaman pengguna jika tidak ditangani dengan jelas, komunitas gamer lokal jadi makin terdorong untuk mengikuti perkembangan regulasi digital, membaca klarifikasi resmi secara utuh, dan menyuarakan pendapat ketika ada kebijakan yang dirasa berpotensi mengganggu kenyamanan mereka sebagai konsumen. Kasus ini juga menunjukkan bahwa komunikasi yang rapi antara platform, regulator, dan publik bukan lagi sekadar pelengkap, tapi bagian penting dari ekosistem game di Indonesia.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close