



Polemik IGRS belakangan ini terlihat belum ada sisi positif dari semua pihak terlibat. Mulai dari pemberian klasifikasi umur yang buruk sampai baru-baru ini adanya indikasi jika pembocoran data terjadi. Website IGRS yang saat ini saat penulisan artikel tidak bisa diakses, IGRS juga diduga jika melakukan pembocoran kurang lebih 1000 email dev dan membocorkan gameplay untuk beberapa game yang belum rilis seperti 007 First Light dan Echoes of Aincrad.
Banyak sekali memang hal buruk terjadi dari IGRS, tetapi memang pemberian klasifikasi umur yang berantakan dan sembarang juga pembocoran data ini jadi hal utama bagi banyak orang. Belum lagi baru-baru ini jika Balatro mendapatkan RC, sebuah game kasual santai yang semua umur bisa mainkan diberikan Refused Classification oleh IGRS. Bukan alasan sebagai simulasi judi saja yang memang karena Balatro memiliki konsep game poker, tetapi dalam situs IGRS dituliskan jika indikasi pornografi/seksualitas.
Baca ini juga :» Manager Age Rating Riot Games Kritik Komdigi Terkait IGRS
» Viral Isu Kebocoran Data, Komdigi Stop IGRS Sementara
» Kebocoran Data IGRS Spoilerin Game 007: First Light Dan Banyak Game Lain?
» Steam Resmi Minta Maaf Mengenai Isu Rating Sistem IGRS
» Komdigi Resmi Klarifikasi Soal Rating Sistem IGRS Di Steam
» Mulai Januari 2026, Game Online Tanpa Rating Resmi IGRS Bisa Diblokir Total di Indonesia
Banyak netizen yang bingung dan merasa terhibur karena ini. Pasalnya sebagai game kartu yang fun, dimana titik pornografi/seksualitasnya? Dari hal kecil seperti ini saja terlihat jika IGRS adalah hal yang terasa sangat bodoh dan tidak ada gunanya.
HEY KOMDIGI
— Rizki Salminen💜 (@tilehopper) April 11, 2026
BALATRO BOKEP DARI SEBELAH MANANYA SAMPE GA BOLEH DIDISTRUBSI DI INDONESIA?https://t.co/VqulkLMUS5 pic.twitter.com/WBsXCjWQAw
Tidak sedikit juga yang bingung kenapa Balatro mendapatkan RC karena alasan 'simulasi judi' yang sementara judi online asli yang bisa diakses banyak orang dari Indonesia tidak pernah mendapatkan blokir. Ya hal ini sebenarnya sudah jelas alasannya dan sudah menjadi rahasia umum, tetapi terlihat memang hal ini jadi standar ganda. Ya mungkin karena Balatro belum membayar biaya-biaya 'preman' di Indonesia jadi terkena RC ya?
Ternyata tidak hanya sistem klasifikasinya yg berantakan, proteksi keamanan datanya juga ternyata tidak ada.
— Kris Antoni - Toge Productions (@kerissakti) April 12, 2026
Klo kyk gini, gameplay dan konten bakal bocor semua bahkan sebelum reveal announcement gamenya.
Negara open source memang mantab! https://t.co/JiUqFaWzqW pic.twitter.com/nBijyE6ecE
Hal kecil seperti Balatro yang mendapatkan RC saja sudah aneh padahal tidak ada judi didalamnya. Ya memang game ini memiliki mekanik poker yang orang umum bisa mainkan, tetapi tidak ada unsur perjudian didalamnya yang mana karena hal ini mendapatkan RC dari IGRS.
Sampai saat itu website IGRS masih belum bisa diakses dan belum jelas alasan mengapa website antara ditakedown atau memang ditutup dulu aksesnya. Mungkin karena banyak hal aneh di website tersebut dan sementara ditutup untuk disapu terlebih dahulu.