space
CAPCOM REDESIGN DIANA DI PRAGMATA, FANS PRO-LOLI TIDAK TERIMA?
PC
3 Hari yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Kontroversi soal desain karakter di game baru Capcom kembali jadi bahan obrolan panas di dunia maya. Semua berawal dari satu pengguna yang mengkritik perubahan desain Diana di Pragmata, lalu berujung pada pemblokiran dari pihak Capcom dan akun X si pengguna itu ikut kena suspend tak lama setelahnya.

Jadi ceritanya, Pragmata ini punya karakter android anak kecil bernama Diana sebagai salah satu tokoh utama. Di versi pengembangan awal, outfit Diana terlihat lebih terbuka, sementara di versi final pakaiannya dibuat lebih tertutup dan modest. Si pengguna yang diblokir Capcom itu terang‑terangan menyebut perubahan ini sebagai bentuk censorship, seolah Capcom tunduk pada tekanan untuk mengurangi unsur fanservice di karakter yang kelihatan kekanak‑kanakan. Setelah kritik itu dilontarkan secara publik, laporan menyebutkan kalau Capcom memblokir akun dia, dan tak lama kemudian akun X‑nya malah ikut disuspend.

Dari situ, warganet langsung pecah dua kubu. Ada yang bilang ini cuma redesign biasa, sesuatu yang sudah sangat umum di industri game. Mereka menyoroti kalau desain game sering banget berubah dari tahap pengembangan ke rilis, entah karena alasan rating, rating umur, kualitas visual, atau sekadar keputusan kreatif belaka. Salah satu komentar bahkan menegaskan, kalau tiap perubahan baju karakter dihitung sebagai censored, artinya hampir semua game di luar sana bisa dicap woke tanpa alasan jelas.

Baca ini juga :

» Review Pragmata - Gabung Banyak Elemen Jadi Game Shooter Yang Unik
» Anniversary Ke-3 Resident Evil 4 Remake, Capcom Bagikan Info Merchant Rugi 3 Triliun
» Kode Rahasia DLC Dragon’s Dogma 2? Fans Curigai Petunjuk Tersembunyi dari Capcom
» Arab Saudi Pegang 10% Saham Capcom, Apa Next Step Mereka?
» Resident Evil 4 Remake akhirnya terbebas dari DRM Enigma
» Keuntungan Capcom 50% berasal dari PC
» Review Resident Evil - Berhasilkah Capcom Gabung Banyak Esensi RE di Satu Game?
» Spoiler Penting Resident Evil Requiem Tersebar di Media Sosial, Dianjurkan Hati-Hati Browsing Internet!

Di sisi lain, ada yang sama sekali nggak simpatik dengan si pengkritik. Beberapa komentar malah bilang kalau dalam kasus ini mereka justru mendukung censorship, karena konteksnya menyangkut karakter yang tampilannya sangat mirip anak kecil. Ada yang sampai bercanda gelap soal orang seperti ini harusnya diperiksa hard drive‑nya, menggambarkan betapa nggak nyamannya mereka dengan orang yang terlalu ngotot mempertahankan desain awal Diana yang lebih terbuka. Buat mereka, ini bukan sekadar soal kebebasan berekspresi kreator, tapi soal batas wajar antara fiksi dan obsesi yang bikin orang lain risih.

Menariknya, masih ada juga suara yang membela perspektif anti sensor dari sisi lain. Mereka mengingatkan bahwa yang diperdebatkan ini ujung‑ujungnya cuma sekumpulan piksel, bukan manusia beneran. Menurut pandangan ini, kalau ada orang yang terlalu tersinggung oleh desain karakter fiksi, justru mereka yang sedang memproyeksikan ketidaknyamanan pribadi. Capcom dianggap kalah karena menyesuaikan desain demi menghindari kontroversi, padahal sebagian fans merasa seharusnya studio bertahan pada visi awal mereka.

Kasus ini jadi contoh kecil betapa sensitifnya isu desain karakter di era media sosial sekarang. Perubahan kostum yang mungkin dulu cuma lewat begitu saja, kini bisa memicu debat seputar moral, sensor, sampai tuduhan woke dalam hitungan jam. Di satu sisi, developer game memang punya tanggung jawab etis ketika menampilkan karakter berpenampilan anak kecil dalam konteks yang seksi. Di sisi lain, ada fans yang merasa ruang fantasi mereka makin sempit karena studio cenderung main aman demi menghindari badai kritik.

Baca ini juga :

» Review Pragmata - Gabung Banyak Elemen Jadi Game Shooter Yang Unik
» Anniversary Ke-3 Resident Evil 4 Remake, Capcom Bagikan Info Merchant Rugi 3 Triliun
» Kode Rahasia DLC Dragon’s Dogma 2? Fans Curigai Petunjuk Tersembunyi dari Capcom
» Arab Saudi Pegang 10% Saham Capcom, Apa Next Step Mereka?
» Resident Evil 4 Remake akhirnya terbebas dari DRM Enigma
» Keuntungan Capcom 50% berasal dari PC
» Review Resident Evil - Berhasilkah Capcom Gabung Banyak Esensi RE di Satu Game?
» Spoiler Penting Resident Evil Requiem Tersebar di Media Sosial, Dianjurkan Hati-Hati Browsing Internet!

Hal yang bikin situasi ini makin panas adalah tindakan pemblokiran dan suspend akun yang terasa dramatis buat sebagian orang. Kalau benar Capcom memblokir karena nggak suka dikritik soal desain, itu bisa dipandang sebagai langkah defensif yang memperburuk citra mereka di mata sebagian komunitas. Sementara suspend dari platform sendiri biasanya melibatkan faktor lain, entah pelanggaran aturan atau laporan beruntun, tapi di mata publik garis waktunya tetap terlihat mencurigakan. Akhirnya, alih‑alih cuma ngomongin Pragmata sebagai game, orang malah sibuk berdebat soal etika, sensor, dan kebebasan berekspresi di dunia digital.

Di tengah semua keributan ini, satu hal yang jelas: setiap keputusan desain di game besar sekarang nyaris pasti diawasi ketat oleh internet. Apalagi kalau menyangkut karakter yang tampak seperti anak kecil dan menyentuh area sensitif fanservice. Entah lo berada di kubu yang mendukung perubahan kostum Diana atau merasa Capcom terlalu menurut pada tekanan, drama ini jadi pengingat bahwa satu redesign saja bisa mengubah obrolan dari pertanyaan soal game ini seru atau tidak jadi perdebatan tentang moral siapa yang dipakai di industri game saat ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close