space
STEAM DITUDUH MONOPOLI PENJUALAN GAME, GABE NEWELL MENYANGKAL HAL INI
PC
Rabu, 03 Jun 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Valve lagi dituntut di pengadilan Amerika Serikat dan Inggris karena dituduh menyalahgunakan kekuasaan di industri game PC lewat platform Steam mereka. Gabe Newell selaku co-founder dan presiden Valve menghadap hukum di deposition November 2023 sambil negasi kalau ada kebijakan resmi yang memaksa developer game harus tetap sama harga jualnya di berbagai toko online. Padahal bukti internal yang disodorkan pengacara menunjukkan karyawan Valve justru mengancam akan menghapus game dari Steam kalau developer nekat jual lebih murah di platform lain.

Steam itu udah kayak App Store nya Apple atau Google Play Store buat dunia mobile, cuma bedanya Valve itu perusahaan swasta yang gak transparan dan gak punya struktur hierarki formal kayak perusahaan Silicon Valley lain. Mereka cuma punya sekitar 350 karyawan tapi generate revenue 5,2 miliar dolar AS tahun 2025 dengan laba bersih 1,5 miliar dolar AS. Platform ini udah punya 42 juta pengguna aktif yang login setiap saat dan basis penggunanya tumbuh 60% dalam lima tahun terakhir.

Masalah utamanya ada di potongan komisi 30 persen yang diambil Valve dari setiap penjualan game. Dulu potongan ini terasa wajar karena Valve menyediakan server, dukungan pelanggan, sistem billing, dan proteksi penipuan. Tapi sekarang banyak developer merasa karena gak ada pilihan lain yang layak. Survei terhadap manajer developer game PC di AS dan Inggris menunjukkan 72 persen dari mereka menganggap Steam sebagai monopoli.

David Rosen dari Wolfire Games jadi penggugat utama dalam kasus class action ini. Dia cerita kalau Valve pernah ancam hapus game miliknya Overgrowth dari Steam cuma karena dia mau jual lebih murah di Humble Bundle. Ubisoft dan Warner Bros juga pernah dapat ancaman serupa. Ubisoft diancam akan dihapus semua edisi Rainbow Six Siege dalam sehari kalau mereka jual starter pack eksklusif di toko sendiri. Warner Bros malah langsung minta maaf setelah preorder game Middle-earth Shadow of War mereka dihapus dari Steam gara-gara harga lebih tinggi dari toko lain.

Valve selalu bantah ada kebijakan resmi soal ini. Gabe Newell bilang pelanggan punya banyak pilihan bisa beli di Xbox, Steam, Epic Games Store atau langsung dari developer. Tapi faktanya kompetitor kayak Epic Games Store yang kasih komisi cuma 12 persen masih cuma dapat 5 persen dari total pengeluaran gaming PC sampai awal 2026. EA pernah coba bikin toko sendiri dan berhenti rilis game besar di Steam tapi akhirnya balik lagi bawa game seperti The Sims 4 dan Battlefield V karena gak bisa saingi Steam.

Baca ini juga :

» Harga Persona 4 Revival Di Indonesia Jadi Harga Game Termurah Di Dunia?
» CEO Epic Games Sindir Valve dan Gaben Soal Kenaikan Harga Steam Deck
» Valve Menaikan Harga Steam Deck OLED, Handheld Gaming Udah Gak Affordable?
» Kesalahan Pengiriman Steam Controller Berujung Hadiah Game Gratis!
» Steam Controller Baru Rilis, Langsung Jadi Korban Scalper!
» Tersangka Pelaku Penembak Donald Trump Ternyata Seorang Developer Game!
» Siap-Siap Baper! Dua Game Klasik "The Prince of Tennis" Segera Hadir di Switch & Steam
» Crystalfall Sudah Early Access, ARPG dengan Build Bebas Ini Bisa Dimainkan Gratis di Steam

Kasus di Inggris bisa bikin Valve bayar denda sampai 900 juta dolar AS kalau kalah. Kalau menang, developer indie bisa dapat miliaran dolar lagi yang biasanya diambil Valve sebagai komisi. Ini penting banget karena mengambil 30 persen dari revenue seringkali sama saja dengan mengambil 100 persen atau lebih dari profit mereka.

Newell sekarang hidup di kapal pesiar seharga 500 juta dolar bernama Leviathan sambil gaming dan scuba diving, sambil pantau Valve dari jauh. Dia jarang banget kasih wawancara dan lebih suka main Dota 2 di kantor. Tapi meskipun dia gak ada di kantor, benteng Steam masih terasa kokoh banget. Jumlah game di platform ini naik rata-rata 18 persen setiap tahun sejak 2020 dan Valve cuma punya 79 orang yang khusus urus Steam.

Kasus ini jadi moment penting buat industri gaming kayak kasus Apple dan Google sebelumnya. Kalau Valve kalah, bisa ubah total praktik bisnis mereka dan bikin harga game lebih murah buat developer sekaligus konsumen. Tapi selama ini Steam terlalu sticky karena semua game yang pernah dibeli, semua teman multiplayer, semua item digital, dan semua review udah ada di satu tempat.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close