



Ubisoft lagi lagi bikin drama di dunia game dan kali ini momennya bener bener absurd. Bayangin aja tim yang kerja keras ngerjain Assassin Creed Black Flag Resynced akhirnya sampai di hari peluncuran game yang sukses tapi di hari yang sama banyak dari mereka justru dikabarin kena PHK. Sekitar 51 karyawan yang terlibat dalam pengembangan game itu dilaporkan harus angkat kaki dan tentu saja hal ini langsung bikin komunitas gamer rame komentar.
51 Employees, many of whom worked on Assassin's Creed Black Flag Resynced, will celebrate its launch today by being laid off. At Ubisoft, even a successful launch won't keep you safe from layoffs.https://t.co/Gq563ECckK
— Tom Henderson (@_Tom_Henderson_) July 9, 2026
Buat orang luar ini kelihatan kaya lelucon pahit. Biasanya kalau game rilis berjalan mulus kita kebayang ruangan kantor yang penuh makan makan dan selebrasi tapi di sini justru suasananya mirip twist cerita di ending game. Di X banyak yang nyinyir bilang setelah segala tingkah laku perusahaan ini selama bertahun tahun mereka sebenarnya sudah tidak kaget lagi kalau ada keputusan yang rasanya tidak manusiawi seperti ini. Tetap saja tetap banyak gamer yang beli produk mereka lalu belakangan ikut kaget dan marah ketika sisi kelam di balik layar muncul ke permukaan.
Masalahnya tidak berhenti di PHK. Ada juga yang menyorot kebijakan DLC untuk Assassin Creed Black Flag Resynced yang harganya bahkan bisa lebih mahal dari game utamanya. Komentarnya pedas banget karena banyak yang merasa konten tersebut sebenarnya bisa saja masuk ke paket game dasar tapi malah dipotong dan dijual terpisah. Di mata gamer pola seperti ini bukan hal baru tapi ketika digabung dengan kabar 51 orang di studio yang dirumahkan di hari peluncuran sukses kesannya jadi makin gelap dan tamak.
Beberapa akun juga mengangkat isu soal masa depan kerja di industri game. Ada yang bilang nasib developer game lama lama bakal mirip pekerja las atau pekerja proyek yang begitu kontrak selesai harus siap pindah tempat lagi. Jadi walaupun logo perusahaan besar di luar terlihat keren dan stabil ternyata rasa aman buat orang orang di balik game tidak pernah benar benar terjamin. Kapan saja bisa ada efisiensi dan rasionalisasi tim yang bikin orang kehilangan pekerjaan bahkan ketika game yang mereka garap baru saja membuktikan diri di pasaran.
Baca ini juga :
» Malah Adu Guguk? Ubisoft Brasil Bikin Tierlist Franchise Dogs, Disambut Respon Lucu Para Gamer
» Ubisoft Baik! Ghost Recon: Future Soldier untuk PC Gratis hingga 13 Agustus 2026
» Harga DLC AC Black Flag Resynced Kena Hujat Gamer Karena Lebih Mahal Daripada Base Gamenya
» Ubisoft Dirumorkan Menyiapkan Far Cry 7 Untuk Tahun 2027
» Berburu Harta Karun ala Edward Kenway, Ubisoft Siapkan Hadiah 500.000 Dolar?!
» Assassin's Creed: Invictus Terancam Batal Setelah Dianggap Jelek Player Playtest
» Ubisoft Terus Ngegas? Setelah Black Flag, Assassins Creed 1 Dirumorkan Juga Dapat Remake!?
» Remake AC: Black Flag Baru Mau Rilis, Ubisoft Udah Dirumorkan Bikin Remake AC lain?
Komentar dari komunitas pun antara marah sarkas dan pasrah. Ada yang nyeletuk harusnya bukan cuma 51 orang yang dilepas karena menurut mereka sumber masalah justru ada di level manajemen atas bukan di para dev yang sudah jungkir balik bikin game bisa jalan mulus. Ada juga yang bilang perusahaan ini bukan cuma kelihatan tidak peduli sama karyawan tapi juga kurang menghargai gamer dengan cara ngasih DLC dan harga yang dinilai berlebihan. Ujung ujungnya banyak yang menyimpulkan kalau mereka sudah cukup kenyang dengan tingkah laku seperti ini dan bakal lebih selektif ngasih dukungan ke studio lain.
Buat kita sebagai gamer kabar seperti ini jadi pengingat bahwa setiap game yang kita nikmati ada cerita pahit di baliknya. Di satu sisi kita senang bisa main judul besar yang secara teknis dan gameplay mungkin memang oke tapi di sisi lain ada puluhan orang yang justru kehilangan sumber nafkah di saat mereka harusnya merayakan kerja keras selama berbulan bulan atau bertahun tahun. Pertanyaannya sekarang apakah komunitas bakal terus nerima saja pola seperti ini atau pelan pelan mulai mengubah kebiasaan belanja game dan lebih memilih mendukung studio yang kelihatan lebih peduli terhadap tim dan pemainnya.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!