



Skandal terbaru lagi-lagi datang dari dunia perusahaan game, kali ini nyeret nama perusahaan di balik franchise Pokemon yang super populer itu. Seorang mantan direktur engineering dituduh pasang kamera tersembunyi di kamar mandi kantor, dan kasus ini sekarang sudah berujung ke gugatan class action yang lagi ramai dibahas. Ceritanya bukan cuma soal karyawan, tapi juga nyentuh pengunjung kantor, bahkan anak-anak yang pakai fasilitas toilet di kantor tersebut.
Ben Tsai reportedly told detectives he was “mainly curious about transgender people” https://t.co/Lrq0jsHL68
— Dexerto (@Dexerto) August 5, 2026
Dalam gugatan yang diajukan, seorang perempuan yang pakai nama samaran Jane Doe mengklaim kalau perusahaan gagal ngelindungin orang-orang yang masuk ke toilet kantor mereka di Bellevue, Washington. Dia sendiri mengaku sudah kerja di sana selama lima tahun, dan sekarang mau mewakili semua orang yang pernah pakai kamar mandi perusahaan itu sejak 2017 sampai 25 Juli 2026. Intinya, mereka ngerasa perusahaan kecolongan parah dalam ngawasin perilaku salah satu petingginya.
Nama yang jadi pusat kasus ini adalah Ben Tsai, mantan director of engineering yang sekarang lagi berurusan sama aparat penegak hukum. Polisi menangkap Tsai dan menjatuhkan sederet dakwaan berat, mulai dari first-degree dealing in depictions of a minor engaged in sexually explicit conduct, first-degree possession, sampai first-degree voyeurism dan second-degree possession terkait konten yang melibatkan anak di bawah umur. Buat ukuran kasus kejahatan digital, list pasalnya udah bikin kening berkerut sendiri.
Hal yang bikin makin ngeri, menurut polisi mereka nemuin ratusan video yang diambil dari kamar mandi kantor perusahaan Pokemon itu. Bukan cuma di kantor, rekaman lain juga disebut diambil dari toilet sebuah kedai kopi Starbucks di area lokal, plus dari kamar mandi di rumah Tsai sendiri. Artinya, dugaan aksinya ini bukan kejadian spontan sekali dua kali, tapi pola perilaku yang sudah berjalan cukup lama dan di berbagai lokasi.
Baca ini juga :
» Kok Begini??? Creator Paulius Bikin Ulang Game Pokemon pake AI
» Toko Kartu Pokémon di Taiwan Mendadak Tutup, Pemilik Diduga Bawa Kabur Rp150 Miliar Kartu
» Proyek Fan Made Pokemon Gamma Emerald Siap Rilis Early Access 15 Agustus dengan visual HD-2D
» LumenTale: Memories of Trey Mungkin Bisa Jadi Game Alternatif Pokemon Bagi Kalian
» Gak Dapet Charizard, Pria Florida Ini Malah Bobol Toko Pokémon Pakai Gergaji Mesin
» Taktik The Pokemon Company Lawan Scalper, Wajib Bawa Kartu Identitas!
» Ramai Pokemon TCG Sampai Harga Miliaran, Mendag Buka Suara
» Solusi Untuk Lawan Scalper? Toko Bic Camera di Jepang Wajibkan Pembeli Ikuti Ujian Pokemon!
Dalam dokumen gugatan, pihak penggugat menuduh perusahaan lalai dalam mengawasi Tsai dan gagal membaca sinyal-sinyal mencurigakan dari perilakunya. Dari sudut pandang mereka, perusahaan harusnya punya sistem dan prosedur yang bisa mencegah kejadian separah ini sebelum meledak jadi skandal besar. Di era di mana isu keamanan dan privasi makin sensitif, kelalaian kayak gini jelas jadi peluru buat para pengacara dalam kasus class action.
Meski begitu, dari sisi hukum pidana, tim pembela Tsai masih pegang posisi bahwa dia belum tentu bersalah. Pengacaranya, Bradley G Barshis, bilang ke media bahwa Tsai sudah dan akan terus mengajukan pled not guilty untuk semua dakwaan yang dituduhkan. Secara hukum, dia tetap dianggap tidak bersalah sampai pengadilan memutuskan sebaliknya, dan pihak pembela memilih tidak banyak berkomentar lebih jauh untuk saat ini.
Di sisi lain, perusahaan yang pegang brand Pokemon juga akhirnya buka suara, meski sangat terbatas. Lewat juru bicara resmi, mereka cuma menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah kesejahteraan para karyawan. Mereka juga bilang tidak bisa komentar lebih detail karena proses hukum yang masih berjalan, sesuatu yang lumayan standar kalau perusahaan lagi kena kasus besar.
Kasus ini tentu jadi tamparan keras buat citra sebuah brand besar yang selama ini identik dengan franchise ramah keluarga, karakter lucu, dan komunitas penggemar yang lintas generasi. Di tengah hype game dan produk mereka, berita soal kamera tersembunyi di kamar mandi jelas bikin banyak orang kaget dan marah. Apalagi kalau mengingat ada tuduhan bahwa perempuan dan anak-anak jadi korban, isu sensitif kayak gini gampang banget memicu reaksi negatif di publik.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!