



Sony kelihatannya mulai serius cari duit tambahan dari iklan di PlayStation. Bukan cuma sekadar pasang iklan kecil di menu atau promosi game sendiri, Sony sekarang sedang menyiapkan tim khusus yang bakal mengurus bisnis iklan PlayStation secara global.
Sony is reportedly preparing to bring more ads to the PlayStation ecosystem.
— Pirat_Nation 🔴 (@Pirat_Nation) August 6, 2026
According to recent reports, Sony is expanding its advertising business by hiring for roles focused on ad sales, advertising technology, audience targeting, and data analytics..
The plans reportedly… pic.twitter.com/08UYefxuVx
Tanda-tandanya bisa dilihat dari beberapa lowongan kerja baru yang dibuka Sony Interactive Entertainment. Mereka sedang mencari orang untuk mengurus hubungan dengan brand, teknologi iklan, sampai operasional penayangan iklan. Ada juga posisi yang bertugas mengembangkan strategi penjualan iklan PlayStation di berbagai negara.
Jadi, kemungkinan besar Sony memang ingin PlayStation punya sistem iklan yang lebih serius dan rapi. Iklannya bukan cuma ditujukan untuk satu wilayah, tapi bisa menjangkau pasar di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan negara lainnya. Tim ini juga akan mengurus hal-hal seperti penargetan audiens, pengukuran performa iklan, sistem iklan otomatis, sampai penggunaan data pengguna dengan tetap memperhatikan privasi.
Kalau dipikir-pikir, langkah ini sebenarnya cukup masuk akal. Membuat game sekarang biayanya makin mahal. Sementara itu, harga game tidak bisa terus dinaikkan karena pemain juga punya batas kesabaran. Belum lagi banyak gamer yang mulai mengurangi pengeluaran untuk game karena kondisi ekonomi sedang tidak selalu bersahabat.
Iklan bisa jadi jalan tengah buat perusahaan. Mereka bisa mendapatkan pemasukan tambahan tanpa harus terus menaikkan harga game atau biaya langganan. Masalahnya, gamer terkenal cukup sensitif kalau urusan iklan. Apalagi kalau iklannya muncul di tengah permainan, menutupi layar, atau bikin pengalaman bermain jadi terganggu.
Bayangin saja, lagi seru-serunya melawan bos terakhir, tiba-tiba muncul iklan minuman energi selama tiga puluh detik. Bukannya tambah semangat, pemain malah bisa langsung emosi dan menutup game.
Baca ini juga :
» PlayStation Unjuk Gigi! Konsol dan Aksesori PS5 Marvel's Wolverine Limited Edition Resmi Diumumkan
» Steam Deck Kini Bisa Streaming Game PS5 Tanpa Perlu Punya Konsol
» No Man’s Sky Rayakan Ulang Tahun ke-10, Hello Games Kenang Perjalanan Penuh Kejutan
» Sony Pamer Poster Spider-Man Baru, Tobey, Andrew, dan Miles Morales Bikin Fans Heboh
» PS5 Dikabarkan Kini Pakai Stiker Peringatan Soal Berakhirnya Game Disc Fisik
» OTW Jompo! Penjualan PlayStation 5 Turun ke angka 36% di tahun 2026
» Ditengah Isu Akan Hilangnya Game Fisik, Xbox Justru Dirumorkan Bakal Support di Next-Gen Konsol Mereka
» Diprotes Banyak Gamer PS, Petinggi PlayStation Sebut Tetap Lanjutkan Hilangkan Game Fisik
Karena itu, Sony harus pintar dalam menempatkan iklan. Iklan mungkin bisa muncul di menu utama, halaman toko, layanan streaming, turnamen, atau area khusus yang memang tidak mengganggu permainan. Kalau mau memasukkan iklan langsung ke dalam game, Sony juga harus memastikan formatnya terasa natural dan sesuai dengan dunia game tersebut.
Sebenarnya, Sony bukan baru kali ini mencoba hal seperti ini. Pada 2008, mereka pernah menghadirkan iklan dinamis di dalam game PlayStation 3. Di tahun yang sama, Sony juga meluncurkan PlayStation Home, sebuah dunia virtual yang bisa digunakan brand sebagai tempat promosi. Kemudian pada 2022, sempat muncul kabar bahwa Sony sedang menyiapkan sistem untuk memasukkan iklan langsung ke dalam game PlayStation. Namun, upaya-upaya tersebut belum berhasil menjadi bisnis iklan besar yang bertahan lama.
Sekarang, Sony mencoba lagi di saat kondisi industri game sedang cukup sulit. Biaya produksi makin tinggi, banyak perusahaan melakukan pengurangan karyawan, dan para pemain menghabiskan waktu mereka hanya di beberapa game favorit. Microsoft lewat Xbox dan Electronic Arts juga sedang membangun bisnis iklan mereka sendiri, jadi Sony jelas tidak mau ketinggalan.
Peluangnya memang besar karena gamer bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Namun, pemasukan iklan dari dunia game masih jauh lebih kecil dibandingkan media sosial dan video online. Celah inilah yang ingin dimanfaatkan Sony.
Sampai sekarang, Sony belum menjelaskan kapan sistem iklan tersebut akan mulai digunakan atau bentuk iklannya bakal seperti apa. Tapi melihat banyaknya posisi baru yang dibuka, mereka tampaknya sudah mulai menyiapkan fondasinya.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!