Kisah yang Hilang dalam Kabut

Di luar pertarungan, narasi Wuchang: Fallen Feather gagal untuk sepenuhnya memikat. Dengan latar belakang Dinasti Ming yang penuh intrik dan mitologi yang kaya, ada potensi besar yang belum tergali. Namun, ceritanya sendiri cenderung klise, sulit diikuti, dan disajikan secara terfragmentasi.
Karakter datang dan pergi tanpa penjelasan yang memadai, dan referensi budaya yang tidak dijelaskan membuat narasi terasa kabur dan membingungkan. Sang protagonis, Bai Wuchang, meskipun memiliki latar belakang yang menarik, terasa seperti sebuah alat untuk gameplay daripada karakter yang sepenuhnya terbentuk, yang sangat disayangkan mengingat potensi tematiknya.
Lagi-lagi, mungkin Wuchang terinspirasi besar dari Sekiro tetapi masalahnya lore Sekiro juga bukan hal terkuat mereka sehingga penyampaian cerita atau lore di game ini jadi berantakan. Wuchang tidak pintar membuat lore dari item misalnya Bloodborne atau Elden Ring, tetapi juga tidak mengantarkan cerita dari NPC dan world seperti Dark Souls 3 dan Demon’s Souls.
Sebuah Harapan untuk Title Berikutnya

Pada akhirnya, Wuchang: Fallen Feather adalah game debut yang ambisius dengan kekurangan yang mencolok. Ini adalah pengalaman soulslike yang akan menguji kesabaran bahkan bagi veteran paling tangguh sekalipun, namun juga memberikan momen-momen gameplay yang sangat memuaskan dan visual yang tak terlupakan.
Bagi para "pecandu soulslike" yang mencari tantangan baru, yang bersedia memaafkan beberapa kekasaran demi sistem pertarungan yang kaya dan eksplorasi dunia yang menarik, Wuchang: Fallen Feather mungkin layak dicoba. Namun, bagi mereka yang mencari pengalaman yang lebih halus, narasi yang kohesif, atau kurva kesulitan yang adil, mungkin lebih baik menunggu atau mendekatinya dengan ekspektasi yang disesuaikan.
Baca ini juga :» Review Two Point Museum
» Review - Enotria: The Last Song
» Review - Warhammer 40,000: Space Marine 2
» Review - Astro Bot
» Review - Visions of Mana
» Review - Black Myth: Wukong, Lebih Sakti Dari Kera Sakti
» Review AFK Journey
Tidak akan saya rekomendasikan game ini kepada gamers pemula yang ingin coba main game soulslike karena first impression game ini yang agak buruk dari beragam aspek. Mulai dari lag dan frame drop, hitbox yang buruk, juga difficulty yang tidak natural seperti mereka buat game ini sulit tanpa alasan, yang penting sulit saja.
Leenzee Games telah menunjukkan bahwa mereka memiliki visi artistik dan dasar mekanika yang kuat. Jika mereka dapat belajar dari feedback ini, terutama mengenai kalibrasi kesulitan dan penceritaan, proyek mereka berikutnya bisa menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di genre soulslike.
Untuk saat ini, Wuchang: Fallen Feather adalah langkah awal yang indah namun penuh gejolak, sebuah permata mentah yang masih membutuhkan sedikit polesan.
Kesimpulan
Wuchang: Fallen Feathers adalah game yang jelas sangat ambisius, tetapi ambisi mereka yang jadi alasan utama jatuhnya game ini. Punya potensi besar, punya ide yang jelas ada di depan mata tetapi sayangnya masih belum bisa dimainkan dengan maksimal.
Diharapkan Leenzee Games bisa belajar dari game ini dan porject selanjutnya bisa jauh lebih baik. Tetapi untuk sementara ini Wuchang: Fallen Feathers seharusnya masih bisa lebih baik lagi, terutama dari sisi performa game dan juga identitas combat mereka.
Kesimpulan Review
Buy Wuchang: Fallen Feathers
- (+) KELEBIHAN
- Grafik yang menawan
- Animasi yang fluid dan ciamik
- Sistem leveling yang unik dan implementasinya yang solid
- (-) KEKURANGAN
- Masalah performa yang sangat buruk
- Enemy placement seperti Dark Souls 2, tetapi lebih buruk
- Hitbox dan hurtbox yang tidak konsisten, terkadang bahkan sampai ada rubberband
- Combat kurang menohok


