space
[DIARY KRU KOTGA] PENGEN RAKIT PC GAMING, SEKARANG ATAU MENUNGGU HARGA PASAR MEMBAIK?
-
Selasa, 13 Feb 2018
Ketika diminta untuk memilih perangkat apa yang paling diinginkan untuk bermain game kekinian, pasti kebanyakan gamer lebih memilih PC daripada konsol. Walaupun memang, beberapa orang juga tetap setia menggunakan konsol hingga saat ini. Tetapi tidak bisa dipungkiri lagi memang para pemuja PC gaming yang disebut dengan PC master race tengah menjamur.

Akan tetapi jika kamu saat ini sedang berencana untuk merakit PC gaming dalam waktu dekat, tampaknya kamu akan menempuh berbagai kesulitan nih Kotakers. Khususnya untuk komponen yang paling krusial, yaitu kartu grafis mumpuni untuk memainkan game-game kekinian yang sangat sulit untuk dicari stoknya. Sekalipun ada, harganya pasti diluar batas ekspetasi kamu.

Terutama untuk kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1060 dan diatasnya serta RX 570/580 yang umumnya kartu grafis tersebut adalah "zona nyaman" para gamer untuk memainkan game kekinian dengan settingan rata kanan pada resolusi 1080p aka Full HD. Belakangan ini, fenomena mining semakin menguat dan para miner kebanyakan menggunakan kartu grafis tersebut untuk mengais rejeki mereka.

Baca ini juga :
» BenQ ZOWIE XL2546, Monitor Gaming Super Ganas!
» Rekomendasi Rakit PC Gaming dengan Budget Super Hemat
» Pengen Main Game Berat Lancar di PC Kentang? Pake 5 Cara Ini!
» Memilih Laptop Gaming yang Optimal Untuk Main PUBG
» Ryzen 5 2400G, Performa Maksimal Harga Minimal
» Bukan Untuk PC Kentang, Ini 10 Game PC dengan Grafis Fantastis Sejauh Ini
» [Diary Kru KotGa] Rakit PC Gaming Pake 'Ryzen 3 2200G' Untuk Main Game Kekinian
» Ryzen 3 2200G, Solusi Gaming Murah Tanpa VGA
Tidak hanya komponen seperti kartu grafis saja yang mengalami kenaikan, komponen lainnya seperti RAM juga mengalami pelonjakan harga yang cukup signifikan. Jikalau pengalaman kru KotGa dulu membeli RAM Corsair DDR4 Vengeance RGB PC21000 16GB cukup merogoh kocek sekitar IDR 1.985.000, saat ini RAM tersebut dijual di pasaran dengan harga IDR 3.130.000.

Tentu saja kenaikan harga RAM ini bukan tanpa sebab. Samsung dan SK Hynix yang dikenal sebagai manufaktur module dan chip RAM sudah tidak berfokus pada perangkat desktop maupun notebook saja tetapi juga membuat teknologi RAM standar untuk mengatasi meningkatnya permintaan dari pasar enterprise dan mobile.

Tentu saja dengan kenaikan harga ini membuat Samsung menanggung beban yang cukup berat dimana saham perusahaannya turun 7.5 persen pekan lalu, sementara sahan pesaingnya, yaitu SK Hynix juga mengalami penurunan sampai dengan 6.2 persen. Di luar aspek bisnis, dalam situasi ini berarti konsumen bisa mendapatkan keuntungan dari produk dengan harga yang lebih rendah di tahun ini.

Ada sedikit informasi gembira. Dilansir dari Reuters, mereka mencatat bahwa harga chip memory telah turun 5 persen pada kuartal keempat tahun 2017 lalu, dan beberapa analisis juga telah memperkirakan pertumbuhannya akan terus sepanjang satu setengah tahun ke depan sampai dengan 30 persen.

Oh ya, tepat 12 Februari kemarin. AMD merilis APU generasi terbaru yang mereka beri nama Raven Ridge yang hadir dengan dua varian yaitu Ryzen 3 2200G dan juga Ryzen 5 2400G. Keduanya dibekali dengan integrated graphics Vega 8 dan Vega 11 yang diklaim mampu memainkan game terkini dengan resolusi 1080p, tentu dengan settingan yang disesuaikan.

Ryzen 3 2200G dibanderol dengan harga sekitar IDR 1.400.000, sementara Ryzen 5 2400G dibanderol sekitar IDR 2.300.000. So, akan lebih banyak alternatif dan juga bisa menjadi solusi yang bisa kamu pilih nantinya.

Barang yang tersedia sangat terbatas, permintaan banyak, tentu saja harga barang akan menjadi naik sesuai dengan hukum permintaan. Beberapa komponen yang berasa kenaikan harganya adalah RAM dan juga kartu grafis. Lantas, apakah merakit PC gaming saat ini adalah saat yang tepat, atau lebih baik menunggu kondisi pasar membaik meski kemungkinannya sangat kecil? Semuanya kembali kepada diri masing-masing.

(KotakGame)

BACA JUGA BERITA INI