space
SHENMUE 1 & 2
-
Minggu, 26 Aug 2018

Setelah lebih dari satu dekade sejak pertama kali dirilis, Shenmue adalah salah satu franchise kebanggan SEGA yang hingga saat ini masih meninggalkan kesan kuat di hati para fans. Franchise ini terlahir berkat usaha Yu Suzuki dalam menciptakan game terbesar dan paling kompleks pada masanya. Tidak hanya sekedar ambisi belaka, Shenmue pada waktu itu memang memakan biaya produksi yang sangat besar dan termasuk salah satu game terpenting yang pernah diciptakan.

Menghadirkan gameplay action-adventure dengan tema seni bela diri klasik yang penuh drama, game ini juga sukses menawarkan jalan cerita yang luar biasa. Seri keduanya memang belum mengakhiri kisah petualangan Ryo dan Shenhua, tapi Yu Suzuki telah berhasil membangkitkan franchise ini lewat kampanye Kickstarter dan sibuk mengerjakan seri ketiganya yang akan dirilis tahun depan. Karena dulunya belum mendapatkan kesempatan penuh untuk menyelesaikan gamenya di konsol SEGA Dreamcast, Kru KotGa akhirnya mencoba versi remaster Shenmue I & 2 yang baru saja dirilis beberapa waktu lalu.


Dari pengalaman bermain selama satu minggu terakhir, Kru KotGa sudah merangkum ulasan lengkap dari gamenya yang bisa kamu simak dibawah ini.


Jalan cerita

Mengambil setting wilayah Yokosuka pada tahun 1986, Shenmue menceritakan kisah seorang ahli bela diri muda bernama Ryo Hazaki yang dihadapkan pada tragedi pahit setelah kematian ayahnya di tangan pria misterius bernama Lan Di. Setelah mengetahui motifnya yang ingin merampas artifak langka berupa cermin naga, Ryo memulai perjalanan panjangnya untuk menghentikan ambisi Lan Di sekaligus membalaskan dendam atas kematian ayahnya. Takdir akhirnya juga mempertemukan Ryo dengan sosok gadis misterius bernama Shenhua Ling yang pernah muncul dalam mimpinya. Walaupun sosoknya dipenuhi dengan misteri, ambisi Ryo juga dipengaruhi oleh Shenhua yang sudah menjadi salah satu orang terpenting dalam hidupnya.

Setidaknya itulah gambaran kasar dari plot yang ditawarkan game pertamanya. Walaupun terkesan seperti kisah balas dendam biasa, tapi Yu Suzuki berhasil memberikan segudang momen luar biasa yang membuat jalan cerita dalam Shenmue menjadi penuh dengan makna. Penyampaian jalan ceritanya sendiri disuguhkan lewat cutscene layaknya game modern, walaupun sayangnya kualitas animasi karakter dan pengisi suaranya benar-benar sudah termakan zaman.

Baca ini juga :
» ASUS ROG Strix Scope PBT
» Inilah Detail Menarik yang Mungkin Kamu Lewatkan dari Final Fantasy VII Remake!
» Hype Abis! Inilah Game Anime Terbaru yang Wajib Kamu Antisipasi di 2020!
» Menguak Alasan Sebenarnya Kenapa Banyak Game Kena Tunda Rilis di 2020!
» Makin Hype! Inilah Beragam Detail Soal Resident Evil 3 Remake yang Wajib Kamu Ketahui!
» Nyobain Demo Final Fantasy VII Remake, Kesempurnaan Sebuah Action RPG!
» ASUS ROG Zephyrus S GX502GW Glacier Blue
» Star Wars Jedi: Fallen Order

Gameplay dan segudang aktivitas seru

Seluruh aktivitas dalam Shenmue dirangkum dalam map open-world yang cukup luas dan hidup. Kamu juga bisa berinterkasi dengan NPC yang memiliki sifat berbeda, mulai dari pemalas yang kerjanya hanya mengganggur hingga preman yang tentu saja tidak akan bersifat ramah saat didekati oleh Ryo. Saat menghadapi pertempuran, ada beberapa momen seperti eksekusi finishing blow yang didesain dengan sistem Quick Time Event (QTE). Desainnya sendiri lumayan serupa dengan Virtua Fighter, yang ternyata juga game besutan Yu Suzuki.

Karena tidak didesain layaknya game mission based dengan reward besar, Shenmue mengharuskan pemain untuk setidaknya melakukan sedikit usaha dalam mencari uang lebih. Uang disini memiliki peran yang jauh lebih penting untuk mencukupi ongkos perjalanan Ryo, jadi kamu harus mengambil kesempatan untuk melakukan beberapa pekerjaan sampingan seperti menjadi supir Forklift atau bisa juga dengan cara mudah seperti berjudi atau taruhan adu panco. Terdengar cukup merepotkan memang, tapi disinilah daya tarik Shenmue yang sesungguhnya terpancar dimana pemain dapat melakukan ragam aktivitas seru yang dibangun diatas konsep layaknya kehidupan di dunia nyata. Sistem inilah yang kemudian menjadi inspirasi utama dari franchise Yakuza.

Selain melakukan pekerjaan, kamu juga bisa meluangkan waktu untuk bermain beberapa mini game di arcade hingga mengikuti kompetisi kocak seperti balapan bebek. Saking banyaknya aktivitas menarik yang bisa dilakukan, jangan heran jika kamu nantinya bahkan bisa lupa untuk mengikuti jalan ceritanya karena terlalu keasyikan.

BACA JUGA BERITA INI
close