space
JUMP FORCE
PS4
Rabu, 20 Feb 2019

Gameplay fighting yang solid dengan konsep RPG

Jika jalan cerita bukanlah konten yang kamu pedulikan, maka gameplay yang ditawarkan Jump Force setidaknya akan memberikan kepuasan. Bagi Kru KotGa yang sudah mencoba gamenya di event AFA 2018 sampai tahap open beta kedua, gameplay dalam Jump Force memang terasa lebih seru dan adiktif dibandingkan game fighting arena lainnya. Menyuguhkan 40 karakter Shonen Jump dan 2 karakter original buatan Akira Toriyama, di sini kamu sudah memiliki kebebasan untuk memilih karakter dengan gaya bertarung yang sangat berbeda antara satu sama lain. Baik itu pertempuran jarak jauh maupun dekat, Kru KotGa cukup kagum kalau hampir setiap karakter dalam rosternya terasa "balanced" dan memiliki kesan "overpowernya" sendiri.

Sebelum bertarung, kamu harus membawa tiga karakter yang setidaknya paling kamu kuasai dan memiliki stats bagus. Ya benar sekali, setiap karakter dalam Jump Force memiliki statistik kekuatan dan tingkatan levelnya sendiri. Jadi jika kamu terlalu sering memainkan tiga karakter yang sama, maka experience point yang didapat setiap kali menyelesaikan pertarungan akan membuat ketiga karakter tersebut menjadi sangat kuat. Menariknya lagi, stats yang dimiliki setiap karakter juga mempresentasikan tingkat kekuatannya dengan cukup presisi dan tidak hanya sekedar angka random. Contohnya seperti Makoto Shishio dari Rurouni Kenshin yang memiliki statistik power maksimal namun defense lemah (memang sesuai dengan kekuatan dan kelemahannya).

Baca ini juga :
» ASUS AC66U B1 dan AC68, Gaming Lebih Ngebut dan Stabil dari Router Default ISP!
» Lama Tanpa Kabar, Kapan Final Fantasy VII Remake Akan Kembali Diperlihatkan?
» Days Gone
» Salah Satu Seri Terbaik? Inilah Roundup Review Untuk Mortal Kombat 11
» Sekiro: Shadows Die Twice
» ASUS ROG G703GX, Absolutely Monster!
» Devil May Cry 5, SSStylish Comeback!
» Tips Terbaik Bagi Kamu yang Ingin Mendapatkan SSS Rank di Devil May Cry 5

Karena mekanisme gameplay dalam Jump Force cukup sederhana, kamu mungkin hanya memerlukan dua atau tiga match sebelum terbiasa dalam menggunakan karakter pilihan. Command attack hanya dibagi dalam tipe light dan heavy yang masing-masing dapat ditahan lebih lama untuk menghasilkan kekuatan lebih. Saat berada dalam posisi yang sangat dekat dengan musuh atau sekedar ingin menggagalkan jurus counternya, kamu dapat menggunakan command Grab untuk melancarkan serangan dengan efek sinematik. Selain serangan biasa, kamu juga dapat menggunakan tiga skill khusus dan satu skill ultimate yang merupakan serangan terkuat dari setiap karakter. Untuk memberikan efek serangan yang lebih kuat hingga mendapatkan akses ke skill yang berbeda, setiap karakter juga dapat melepaskan limit yang disebut dengan awakening. Untuk sebagian karakter yang memiliki kemampuan transformasi seperti Ichigo ke mode Hollow misalnya, mode awakening otomatis juga dapat merubah penampilan karakter dan memberikan buff power.

Menggunakan skill dalam game ini juga sangat mudah, dimana kamu hanya perlu menahan tombol charge energy sambil menekan empat tombol command lainnya. Karena Kru KotGa memainkan gamenya di PlayStation 4, tombol yang harus ditekan hanya sebatas R2 dan empat command DualShock seperti biasa. Mengeksekusi skill sama halnya saat kamu melancarkan sebuah jurus ultimate, dimana melakukan Block saja sudah cukup untuk menggagalkannya. Namun terkadang Kru KotGa merasa kalau beberapa karakter memiliki skill yang sangat tidak adil, misalnya seperti jurus grab berkecepatan tinggi milik Jotaro yang tidak bisa diblock dan masih banyak skill lainnya yang sangat sulit untuk dipenetrasi. Walaupun tidak bisa disebut kekurangan karena berhubungan dengan faktor skill bermain, namun eksploit skill yang sangat mudah untuk dieksekusi seperti ini terkadang sering digunakan saat berada dalam mode ranked. Setidaknya terhitung sudah lebih dari 10x Kru KotGa bertemu dengan pemain yang terus melakukan spam jurus tanpa berusaha melakukan variasi apapun, yang tentu saja sangat mengganggu keseruan bermain.

Jika memang berada dalam kondisi terdesak, kamu dapat menggunakan gerakan yang mirip dengan teknik "substitution" dalam seri Naruto Ultimate Ninja Storm. Gerakan ini dapat menghentikan kombo serangan musuh dan memberikanmu kesempatan untuk menyerang balik atau bertahan. Teknik ini memang sangat berguna, namun ada beberapa kondisi dimana kamu tidak bisa menggunakannya padahal sisa substitution yang ditandai di dekat bar HP karakter masih ada dan seharusnya bisa digunakan. Tidak hanya gerakan ini saja, terkadang Kru KotGa juga merasa kalau command Grab tidak selalu bekerja dengan semestinya. Contoh saat berada dekat dengan musuh yang sudah ada di depan mata, gerakan Grab terkadang gagal saat dieksekusi. Entah karena tempo permainan yang terlalu cepat atau karena faktor lainnya, yang jelas ada beberapa mekanisme gameplay dalam Jump Force yang tidak bekerja dengan semestinya dan harus diperbaiki.

Terlepas dari beberapa kekurangan tersebut, keseluruhan gameplay dalam Jump Force setidaknya berhasil menawarkan pengalaman bermain yang lebih seru dan menarik. Mulai dari gameplay sederhana dengan opsi kombo yang penuh variasi, ragam animasi serangan yang terlihat sangat keren, hingga fitur stage transition yang menambah efek dramatis dalam setiap pertempuran, semua itu bisa jadi jaminan kuat bagi kamu yang hanya mengharapkan kualitas gameplay.

BACA JUGA BERITA INI
close