space
BIAR NGGAK SALAH MILIH, GAMER PERLU TAHU BERBAGAI GENERASI MONITOR
-
Selasa, 25 Jun 2019
Perangkat untuk memainkan game saat ini sudah semakin banyak pilihannya, terutama konsol dan PC. Bagi gamer yang memiliki konsol seperti Xbox One ataupun PlayStation 4 tentunya membutuhkan output berupa monitor untuk memperlihatkan game yang sedang dimainkan.

Sementara untuk PC. berbagai komponen serta peripheral pada PC bisa diganti satu-per-satu dengan mudah tanpa harus mengganti semuanya. Bagi para gamer, semua komponen cukup penting. Tapi, yang paling penting dibanding prosesor, RAM, ataupun kartu grafis adalah sebuah monitor yang bisa memberikan output terbaik ketika sudah menggunakan komponen yang ganas.

Saat ini sudah banyak berbagai jenis monitor yang terbagi dari berbagai generasi monitor yang tentunya masih digunakan hingga saat ini. Nah, biar gamer tidak salah pilih, pada artikel ini kru KotGa akan memberitahukan berbagai generasi monitor untuk pengetahuan kalian ketika ingin membeli sebuah monitor. Yuk simak artikelnya!

Baca ini juga :
» ASUS TUF Gaming VG27AQ, Kenyamanan Sempurna!
» Tetap Ngebut Meski Murah! Inilah Rekomendasi Rakit PC Gaming dengan AMD Ryzen 3000
» Pasti Irit! Rekomendasi Rakit PC Gaming Paling Cocok Untuk Anak Sekolahan
» Anti Kantong Jebol! Ini Game Terbaik Dibawah 100 Ribu yang Bisa Kalian Beli di Steam Sale
» Istilah Dalam Monitor yang Perlu Kamu Ketahui Demi Kelancaran Bermain Game!
» Tiga Kelas Monitor Gaming yang Wajib Diketahui Para Gamer
» Baru Mulai Main Black Desert SEA? Inilah Class Terbaik yang Cocok Untuk Pemula
» Tips Jitu PC Kentang Lancar Main Black Desert SEA
1. Cathode Ray Tube (CRT)

Bagi kamu yang tumbuh di awal tahun 90an hingga tahun 2000an, pastinya pernah melihat atau bahkan pernah menggunakan jenis monitor yang satu ini. Teknologi Cathode Ray Tube (CRT) ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1897 dan digunakan secara komersial pada tahun 1926. Selama 100 tahun lebih, monitor jenis masih digunakan bahkan sampai sekarang.

Cara kerja monitor ini adalah dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk sisi gelap. Jika dibandingkan teknologi saat ini, monitor CRT ini tentunya sudah mulai ditinggalkan karena memang ukurannya yang begitu besar serta membutuhkan daya listrik yang begitu besar.

2. LCD (Liquid Crystal Display) & LED (Light Emitting Diode)

Pada monitor LCD ini sudah terdapat perbedaan yang signifikan dan sudah tidak menggunakan tabung lagi. Monitor LCD sudah menggunakan teknologi yang disebut “kristal cair” sebagai penghasil gambar. Imbasnya, daya listrik yang digunakan sudah jauh berkurang dibanding jenis CRT.

Disamping menawarkan daya listrik yang lebih hemat, monitor LCD juga mampu menghasilkan resolusi layar yang lebih tinggi dan kerapatan pixel yang lebih tajam. Monitor LCD bisa menyala karena lampu latar (backlight) sebagai cahaya pendukung untuk diberikan kepada “kristal cair” dan menyaringnya lalu merefleksikannya menjadi sebuah gambar yang tampil di layar.

Sementara untuk LED cara kerjanya kurang lebih sama dengan monitor LCD. Bedanya, jika monitor LCD menggunakan backlight CCFL (Cold cathode fluorescent lamps), untuk monitor LED menggunakan (Light-emitting diodes). Gampangnya, dengan teknologi tersebut monitor LED mampu menghemat konsumsi listrik lebih hemat dari LCD.

3. OLED (Organic Light Emitting Diode)

Bisa dibilang, monitor berjenis OLED ini menggabungkan antara teknologi LCD dan juga CRT karena rasio kontras yang dimilikinya sangat mumpuni, namun dengan daya listrik yang tetap hemat tentunya. Tampilan gambar bisa direfleksikan tanpa adanya bantuan cahaya dari belakang seperti LCD. Warna hitam yang dihasilkan akan benar-benar pekat dan warna yang lainnya juga menjadi lebih realistis. Namun kecepatan layar (refresh rate dan response time) yang dimilikinya lebih kecil dibandingkan LCD yang membuatnya jarang dilirik oleh gamer.

BACA JUGA BERITA INI
close