Variasi Jail dan Senjata Baru

Ya tidak semuanya buruk setidaknya di Code Vein II karena ada Jail dan senjata baru yang hadir disini. Rune Blades misalnya, salah satu senjata baru yang hadir dan memang cukup seru. Walau senjata ini terasa sangat lemah di early game, tapi dengan build yang fokus kepada stat khususnya dan juga beberapa skill yang bisa kalian gunakan—senjata ini bisa jadi boss melter. Jail juga hadir sebagai “blood draining” Code Vein II disini terasa lebih fresh dibandingkan game pertamanya.
Lalu Blood Code juga lebih baik disini dimana kita harus memanipulasi stat yang kita punya dan burden masing-masing stats. Kita harus usahakan semua positive trait yang ada di Blood Code harus kita manfaatkan dengan sepenuhnya dan hal ini jadi hal yang positif hadir di Code Vein II.
Intinya jadi sisi build dan equipment yang hadir di Code Vein II semuanya membuat satu hal yang megah dan seru—Code Vein II berhasil buat pengalaman yang asik di aspek ini.
Open World Sih, Tapi Terasa Kosong

Nah ini juga jadi hal yang mungkin perlu saya kritik, yakni bagaimana entah kok bisa membuat game open-world yang kosong dan membuat saya berpikir “lebih baik linear saja kalau begini”. Code Vein II ketika kalian mainkan dan membuka world map akan terlihat sangat besar! Ada tiga main area yang sangat luas, lalu dua pulau kecil yang bisa kalian akses dari ferry. Sekilas memang terlihat sangat besar dan memang iya, tapi ada satu hal yang sangat mengganggu—yakni bagaimana map terasa kosong.
Baca ini juga :» Preview Code Vein II
» Review Mafia: The Old Country
» Strategi Otak, Cinta Virtual, dan Gacha Halal!
» Review RAIDOU Remastered
» Metaphor: ReFantazio
» Interview Michael Murray, Producer Tekken 8 - Potensi Munculnya Karakter Pencak Silat
» Guild of Guardians - Review
» Star Ocean: The Second Story r Review
Hal ini sangat terasa di major area pertama di Act 1 dimana ada kota bawah yang terendam dan punya potensi untuk kita explore bersama yang mana sayangnya—hanya diisi gedung kosong dan bahkan tidak bisa kita akses.
Act 1 baik di masa lalu maupun timeline utama terasa sangat luas tapi terasa juga unfinished, seperti belum selesai. Banyak gedung yang bisa kita akses tapi terasa kosong atau hasilnya kurang memuaskan atau ya hanya pajangan saja. Bahkan ada beberapa yang jadi invisible wall belaka saja yang membuat saya berpikir “buat apa dikasih sepeda motor untuk travel system tapi tidak ada tujuan untuk diexplore?”
Bandingkan misalnya dengan Elden Ring yang masih satu keluarga dengan Code Vein II, jika Elden Ring adalah taman bermain yang punya banyak mainan dan bahkan batu besar yang ada di pojok taman punya cerita, Code Vein II adalah taman bermain yang baru mau dibangun developer tapi sudah dibuka sejak awal.
Code Vein II terlalu bergantung kepada naratif yang dijelaskan oleh berjalannya cerita/story dan cutscenes—sehingga dunia sudah tidak punya kesempatan untuk memberikan cerita mereka sendiri. Semuanya disuapi kepada kita sebagai pemain, membuat potensi story yang dalam dan kompleks dari Code Vein II jadi tumpah percuma.



