Onimusha kali ini mencoba sesuatu yang baru. Coba melakukan soft reboot pada franchise mereka dengan membawa karakter utama baru. Ya, mungkin kita sebagai fans Onimusha sudah sangat familiar dengan Samanosuke yang menjadi wajah seri ini. Tapi sebenarnya Onimusha sendiri sudah memiliki beberapa karakter utama yang beragam seperti Jubei dan Soki. Nah, hadirnya Musashi sebagai karakter utama terbaru di Onimusha: Way of the Sword terasa lebih fresh dan menurut saya dirinya adalah MC terbaik di Onimusha saat ini.
Setelah beberapa game sebelumnya rilis, Onimusha: Way of the Sword jadi game terbaru Capcom yang terasa seperti entry point untuk banyak fans baru. Dulunya kita sering kali bercanda jika Onimusha adalah Resident Evil versi Samurai milik Capcom. Walau faktanya setengah benar, evolusi Onimusha terus berubah dan Way of the Sword menurut saya jadi evolusi yang berani beda.
Miyamoto Musashi Sebagai Karakter Utama Sangat Sempurna

Mungkin ini bias, tapi keputusan mengambil cerita dan karakter Musashi beserta konfliknya, lalu wajah yang digunakan untuk face capture, gelagatnya, setting, dan semuanya adalah hal yang sangat saya suka karena saya pribadi familiar dan fans besar dari sinema Jepang.
Mungkin banyak yang belum tahu tapi wajah Musashi di game ini merupakan wajah dari Mifune Toshiro yang merupakan aktor legendaris dari Jepang. Dirinya dipilih menjadi wajah dari Musashi karena Mifune sendiri sangat lekat dengan film-film Samurai seperti Seven Samurai, Yojimbo, Sanjuro, Rashomon, Throne of Blood, dan lainnya. Tapi range Mifune juga sampai ke film drama seperti High and Low.
Alasan saya membicarakan Mifune di sini karena wajah dan ekspresinya yang sangat ikonik dan beberapa kali sedikit hiperbola ditampilkan di Onimusha: Way of the Sword. Memainkan game ini seperti menonton film-film Akira Kurosawa di mana para Samurai sering kali menjadi sosok yang sangat hebat, tetapi tidak sempurna. Karakter Musashi di sini menjadi karakter yang sangat pas sebagai Onimusha—konflik sebagai ronin, onimusha, dan manusia yang terjebak di tengah pertikaian merupakan penataan latar (*setting*) yang top-notch.
Baca ini juga :» Review The Blood of Dawnwalker
» Review Devil May Cry 5: Devil Hunter Editon
» Review Pragmata
» Review Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflectio
» Review Resident Evil Requiem
» Review Sword of Justice
» First Impression Sword of Justice
» Review Onimusha 2: Samurai's Destiny
Miyamoto Musashi di game ini juga terasa mengambil inspirasi besar dari novel karya Eiji Yoshikawa yang berjudul “Musashi”. Di novel tersebut, Musashi digambarkan sebagai orang yang berandalan, susah diatur, dan minim pengalaman tapi punya bakat yang tinggi. Butuh bertahun-tahun untuk dirinya berubah jadi ikon seperti sekarang. Hal ini terlihat di character development Musashi di game Onimusha di mana dirinya selalu konyol dan lucu, tapi deep down terasa lebih dari itu. Bahkan ada arc atau misi di mana Musashi langsung berubah jadi karakter yang lebih serius karena adanya insiden tertentu. Kompleks tapi bisa kita relate dengan dirinya.
Combat Smooth dan Kurang Agresif, Tapi Ada Esensi Onimusha

Oke, hal ini menarik saya perhatikan ketika demo rilis atau hands-on preview di banyak tempat. Banyak keluhan dari pemain jika “Onimusha gamenya lambat!” yang mana cukup kocak saat dibaca, tapi bisa dimaklumi. Butuh penegasan bahwa Onimusha BUKAN GAME SOULSLIKE dan tidak pernah ke arah sana. Onimusha memiliki gaya dan subgenre mereka sendiri sebagai game action.
Memang Onimusha yang sekarang punya mekanik dodge dan parry yang mirip dengan game seperti Dark Souls atau Elden Ring, tapi ya cuma itu kesamaannya. Onimusha bahkan berani saya katakan lebih mirip dengan game Devil May Cry tapi versi lebih linear, lambat, dan berfokus pada timing. Yang membuat game ini spesial adalah hadirnya mekanik Issen dan eksekusi cerita yang apik.
Seperti seri klasik terdahulu, fondasi sistem bertarung kalian terdiri dari beberapa pilar utama:
- Attacking: Eksekusi serangan dasar untuk melancarkan ritme pertarungan.
- Dodging & Parry: Menghindari atau memangkas momentum serangan lawan.
- Issen: Serangan pamungkas khas Onimusha yang mengandalkan presisi timing tinggi.
Onimusha memang bukan game yang rumit, tapi justru dari kesederhanaannya inilah pemain terasa nyaman dan mudah paham. Dari sisi pertarungan, kalian akan menghadapi musuh dari yang bertempo lambat hingga cepat, dengan variasi serangan dan tingkat damage yang beragam. Hal ini menentukan bagaimana kalian merespons mereka: kapan harus dodge, block, atau mengesekusi Issen.
Kapan Harus Parry, Dodge, dan Issen Jadi Hal Penting

Dalam pertempuran, penentu efektivitas output kalian ada di akurasi timing dan knowledge check. Untuk serangan dasar, Musashi dibekali light attack dan heavy attack, ditambah beberapa gerakan Oni serta weapon skill. Pada dasarnya, pertempuran di sini bekerja mirip sistem batu-gunting-kertas (RPS):
- Parry: Digunakan saat musuh menyerang menggunakan senjata tajam/fisik.
- Dodge: Digunakan saat musuh melancarkan serangan tanpa senjata (menendang atau menerjang).
- Attacking: Memanfaatkan celah downtime musuh saat mereka selesai menyerang.
Di sisi lain ada sistem Issen. Jika kalian melakukan serangan tepat di jendela waktu yang sangat tipis sebelum serangan musuh mendarat, kalian akan memicu serangan Issen berdaya rusak luar biasa. Terinspirasi dari adegan samurai stand-off di film klasik, Issen tetap menjadi pembeda utama antara pemain kasual dan pemain jago. Bagi yang sudah terbiasa, kalian bahkan tidak perlu banyak bergantung pada parry atau dodge lagi.



