Tool yang Beragam dalam Bermain

Di Onimusha: Way of the Sword kalian dibekali beragam sarana pendukung, mulai dari kekuatan Oni hingga variasi senjata khas. Utilisasinya berkisar dari fungsi utilitas seperti membuka area baru, konsumsi peningkat status (stat consumables), hingga senjata taktis untuk situasi tertentu.
Menariknya, penggunaan senjata juga memiliki interaksi lingkungan (environmental impact). Salah satu favorit saya adalah senjata glaive yang sangat efektif untuk area denial dan AoE damage. Jika senjata ini tebasan anginnya diayunkan di dekat sumber api, pusaran anginnya akan menyambar api tersebut, menghasilkan damage tambahan yang lebih besar serta efek status terbakar (*burn debuff*).
Desain Karakter dan Musuh: Indah dan Menyeramkan

Visual dan perancangan karakter terasa begitu indah namun tetap memancarkan kesan mengerikan. Sekilas melihat Musashi saja kita tahu bahwa ia adalah samurai berpengalaman dengan masa lalu yang keras. Sebaliknya, sang rival Sasaki Ganryu tampil sebagai sosok samurai yang elegan sekaligus gila. Komposisi ini berlaku sama baiknya untuk jajaran karakter manusia, Oni, maupun Genma.
Pengaruh film Akira Kurosawa yang dibalut cerita rakyat (folklore) terasa sangat pekat. Tanpa kualitas world-building dan jajaran karakter yang karismatik seperti ini, Onimusha: Way of the Sword berisiko terperosok menjadi sekadar game aksi samurai generik yang mudah dilupakan.
Baca ini juga :» Review The Blood of Dawnwalker
» Review Devil May Cry 5: Devil Hunter Editon
» Review Pragmata
» Review Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflectio
» Review Resident Evil Requiem
» Review Sword of Justice
» First Impression Sword of Justice
» Review Onimusha 2: Samurai's Destiny
Game Slow Burn dan Semi Open-World: Sebaiknya Dinikmati Tanpa Terburu-buru

Jika kalian tertarik memainkan game ini, nikmatilah secara santai dan resapi alur ceritanya karena ritme narasi Onimusha disajikan secara bertahap (slow burn).
Meski membawa penuturan eksposisi awal yang lumayan cepat, memasuki pertengahan hingga babak akhir narasinya akan terbuka perlahan secara elegan. Perkembangan karakter Musashi disajikan sangat apik—tumbuh dari sosok ronin berandalan yang congkak menjadi pribadi yang penuh rasa hormat dan bijaksana.
Dunia yang diusung juga terbilang luas dengan format semi open-world. Pemain dibebaskan menjelajah, menyelesaikan misi sampingan (side missions), atau berburu unlockables. Setting dunianya memadukan era pasca-Sengoku Jidai hingga awal Edo yang bercampur dengan elemen dari era Heian—menciptakan kontras unik antara peradaban yang beranjak modern dengan ancaman mistis masa lalu.
Kesimpulan Review
Onimusha: Way of the Sword
- (+) KELEBIHAN
- Combat smooth memberikan pengalaman papan atas
- Surat cinta kepada sinema dan novel Jepang
- Penggambaran karakter yang akurat mulai dari Musashi sampai Ganryu
- Level design yang menarik dan fun ditelusuri
- Salah satu perilisan yang mungkin jadi underdog terbaik tahun ini
- (-) KEKURANGAN
- Open world kurang matang, terasa kosong
- Musuh terkadang seperti menunggu menyerang, kurang agresif dan galak



