space
REVIEW - ENOTRIA: THE LAST SONG
PS5
Rabu, 09 Oct 2024
prev
1 dari 5
next
Pasar soulslike memang bisa dibilang agak mencekik dimana banyak sekali game-game dengan tipe atau genre seperti ini. Selain itu juga game soulslike terasa hit or miss dimana game-game yang keluar seperti tanpa identitas. Enotria mungkin salah satu contoh kasus yang menarik.

Enotria mengambil tema folklore Italia yang mana agak berbeda dan bisa dibilang relatif jarang jadi topik utama medium video game. Agak asing bagi saya dengan folklore Italia ini karena banyak sekali yang bisa dipelajari dan diselami, tapi Enotria berhasil memancing saya untuk topik ini.

Ekspektasi saya untuk game ini jujur tidak terlalu tinggi. Mungkin saya mengharapkan game-game soulslike tanpa souls, tanpa jiwa dan identitas dimana mereka hanya fokus kepada combat yang susah tapi tanpa esensi penting lainnya.

[BACAJUGA] Enotria yang mengambil foklore Italia dengan combat yang mungkin agak mirip Sekiro atau Nioh yang mana condong berat ke mekanik parry. Omong-omong parry, jujur lagi-lagi Enotria membanting ekspektasi saya lagi karena mekanik parry di game ini ada plus-minusnya yang mana nanti kita kulik.

Takut Susah? Tenang Ada Story Mode

Source: KotakGame


Di Enotria: The Last Song ada dua mode yang bisa kalian mainkan. Story Mode dan Soulslike yang mana berfungsi sebagai difficulty slider. Umumnya sih Soulslike adalah difficulty yang normal sedangkan Story Mode lebih condong ke easy mode game ini.

Untuk konteks saya disini memainkan mode Soulslike karena memang ini nilai jual dari Enotria yang utama dimana mereka memperkenalkan folklore melalui genre game ini.

Dari sisi gameplay dan kesulitan, Enotria mungkin akan saya taruh di skor 4/10 jika kita membicarakan soulslike. Bahkan di difficulty soulslike saja game ini masih terbilang sangat mudah dan tidak buat pemain kasual marah-marah.

Tapi di sisi lain, game ini memiliki sistem yang agak sedikit merepotkan nih dan cukup seru. Jika soulslike umumnya ya pure mechanic atau timing, Enotria juga membawa mekanik RPS atau Rock-Paper-Scissor.

Ya, ada gunting batu kertas disini dimana ada sistem elemen di Enotria yang akan membuat fight makin seru. Tapi dengan adanya sistem ini, jadi “terpenjara” dan terlalu fokus kepada sistem RPS tiap fight.

Variasi Spell Dan Parry Modifier Yang Beragam

Source: KotakGame


Di Enotria, banyak variasi Mask Line yang bisa kalian gunakan dan dengan kombinasi senjata yang beragam, semakin seru pastinya. Belum lagi adanya parry modifier yang bisa kalian ganti-ganti.

Enotria menawarkan tools yang banyak untuk kalian manfaatkan di game ini. Tergantung playstyle mana yang cocok, gaya bermain mana yang kalian suka, Enotria bisa kalian mainkan dengan santai.

[BACAJUGA] Game ini tidak terlalu sulit, tapi itu jika kalian paham. Jika kalian sudah tap in masuk kedalam game, Enotria bisa dibilang sebagai game soulslike yang simpel dan tidak terlalu dalam, tapi punya kerumitan yang cukup oke.

Jadi, dari sisi senjata, Mask Line, dan parry dirasa bisa membuat kalian tidak mudah bosan bermain. Berkat variasi yang beragam ini, Enotria merupakan game yang mendukung players untuk coba-coba.

Placement Musuh, Mengingatkan Dark Souls 2

Source: KotakGame


Jujur, ketika memainkan Enotria beberapa jam dan sudah relatif jauh dengan melawan banyak boss, terasa game ini seperti Dark Souls 2 reskin. Bukan berarti buruk, hanya saja vibe yang dibawa terasa mirip.

Hal ini mungkin bisa kita mulai dengan enemy placements atau penempatan musuh. Sangat terasa mirip sekali dengan Dark Souls 2 mengingat musuh ditaruh di posisi yang beberapa kali mengesalkan.

Ada yang ambush dari atas, di belakang kalian, di tikungan pintu, dan lainnya. Belum lagi jika kita membahas trap yang terkadang hadir. Jujur, ini sangat terasa seperti Dark Souls 2 dari sisi hal tersebut.

[BACAJUGA] Sebenarnya ini plus dan minus sih karena walau banyak orang yang tidak suka Dark Souls 2 dan enemy placements mereka, saya pribadi sih suka saja karena relatif lucu walau agak ngeselin.

Tidak hanya enemy placements saja sih yang membuat saya merasa ini mirip Dark Souls 2, tapi juga level design. Mulai dari akses tempat, backtracking-nya, sampai routing ke boss room kurang lebih cukup mirip.

Tidak Selalu Cerah, Masih Banyak Kekurangan

Source: KotakGame


Tapi ya sayangnya masih banyak improvement yang dibutuhkan oleh Enotria. Mulai dari AI musuh, animasi yang agak sedikit kaku, sampai desain musuh yang juga bisa dibilang agak membosankan.

Rasanya jika game ini merupakan game RPG, Enotria bisa jadi salah satu game yang paling asik. Tapi sebagai game souslike yang fokus kepada gameplay malah jadi agak membingungkan.

[BACAJUGA] Sistem element, skills, dan lainnya merupakan hal yang menonjol dari Enotria. Tapi sebagai game soulslike malah dari sisi boss, moveset, AI, dan impact serangan yang buruk jadi kekurangan tersendiri untuk Enotria.

Selain itu juga tiap boss dan hal baru yang muncul di Enotria hampir bisa dibilang tidak mengesankan. Tidak ada cutscene yang WAH!, tidak ada hal yang mengingatkan kepada mereka atau referensi dari bos lain, impact mereka di region juga hampir tidak ada.

Design wise, sebenarnya fine-fine saja, hanya saja impact dari para boss dan musuh untuk level design dan world design yang hampa membuat game ini terasa kosong padahal isinya banyak.

Apresiasi Keberanian Dev

Source: KotakGame


Memang banyak sekali hal yang harus diimprove di Enotria dan mungkin masih banyak yang bisa dipelajari oleh para developers-nya. Tapi perlu kita apresiasi bahwa mereka berani menggunakan tema/topik folklore Italia yang mungkin tidak familiar oleh banyak orang ke game soulslike.

Sebenarnya game ini punya potensi yang sangat besar dan cukup fun dimainkan. Tapi memang masih perlu banyak improvement yang bisa dilakukan di dalam game ini dan masih banyak yang harus diperbaiki lagi.

[BACAJUGA] Punya konsep yang keren dan asik, masalah utama Enotria sebenarnya satu hal, yakni eksekusi.

Kesimpulan

Enotria: The Last Song adalah game yang punya ambisi, punya target, punya konsep, dan punya identitas. Tapi sayangnya semua hal yang baru saja disebutkan bagai tidak berarti karena eksekusi yang kurang matang.

Bukan hal buruk mengingat ini game AAA pertama developers mereka. Bisa jadi pelajaran, setidaknya Enotria bisa belajar banyak untuk kedepannya.

Kesimpulan Review Enotria: The Last Song

Silent Hill 2

75 KOTAKGAME RATING
  • (+) KELEBIHAN
  • Game Soulslike yang punya potensi
  • Punya konsep dan ide yang fresh
  • (-) KEKURANGAN
  • Eksekusi yang kurang positif
  • Enemy placements dan level design yang kurang oke
  • AI musuh dan moveset boss yang linear

Enotria: The Last Song punya potensi yang sangat besar sebagai game souslike
Punya ide dan konsep yang fresh, tetapi sayangnya tidak landing dengan baik
Eksekusi ide dan konsep yang keren sayangnya kurang membopong game ini

Maklum mungkin karena ini game AAA pertama para dev

prev
1 dari 5
next
BACA JUGA BERITA INI