
Team KotakGame bersama beberapa awak media internasional lainnya mendapatkan kesempatan untuk mampir ke kantor SEGA untuk mencicipi SHINOBI: Art of Vengeance. Selain memainkan game ini lebih awal, ada kesempatan juga untuk melakukan interview bersama para developer game ini.
Kali ini ada Toru Ohara selaku producer dan Takaharu Terada selaku director dari SHINOBI: Art of Vengeance yang memberikan banyak insight menarik dan menjawab banyak pertanyaan dari awak media.
Q: Apa yang membuat tim pengembang memutuskan untuk menggunakan kembali gaya side-scrolling dan mengambil tema retro.
A: Kami bekerja bersama Lizardcube yang berpengalaman membuat 2D art styles dan memang ahli di ranah tersebut. Mereka juga membuat Street of Rage IV jadi mereka punya pengalaman di side scrolling action games. Jadi ya karena itu kami jadi memutuskan untuk melihat ke belakang ke original Shinobi series. 2D games saat ini sedang ada momennya terutama indie games dan kami rasa kami bisa punya impact besar disini.
Gamenya juga terlihat 2D tapi jika kalian memainkannya dan ke beberapa bagian game, kalian akan lihat ada beberapa hal seperti background dan foreground, jadi tidak hanya 2D biasa saja, kami menyebutnya Neo 2D game. Kami pikir kami membuat gaya baru untuk 2D action style.
Q: Sudah 14 tahun berlalu sejak game Shinobi terakhir. Apa yang membuat kalian memutuskan untuk comeback series ini?
[BACAJUGA]A: Jadi SEGA secara keseluruhan, saat ini sedang ada langkah-langkah untuk menghidupkan kembali previous lama mereka dan itu jadi salah satu alasannya. Selain itu memang kami ada tujuan untuk menghidupkan kembali Shinobi sebagai game 2D, jadi kami coba memikirkan bagaimana membuat game 2D jadi lebih mudah dinikmati gamers modern.
Juga adanya Lizardcube yang membuat Street of Rage IV, mereka yang memulai obrolan membuat Shinobi lagi dan itu jadi alasan besar project ini berjalan.


Q: Shinobi yang terakhir sebelum ada rilis di 3DS, Shinobi 3D. Apakah ada impact atau inspirasi dari game-game sebelumnya?
A: Saya dulu berperan di Shinobi PS2 sekitar tahun 2002 dan saya ada di bagian Player Action seperti memanjat tembok dan battle pada umumnya dan terlibat lagi di proyek ini sangat seru dan menyenangkan. Juga, beberapa mekanik baru seperti Shinobi execution ada berkat keterlibatan saya di Shinobi series sebelumnya.
Q: Misalnya ada orang yang belum pernah memainkan Shinobi sebelumnya, apa yang kalian ingin mereka tahu sebelum terjun ke dalam game agar bisa tahu rasa spesial game ini?
A: Shinobi adalah seri yang sudah berjalan lama, tapi installment ini, The Art of Vengeance, adalah game yang tidak mengharuskan pemain mengetahui judul sebelumnya untuk menikmatinya, jadi siapa pun bisa memulai dengan pikiran yang segar. Apa yang membuat seri ini istimewa, pertama-tama ada Lizardcube. Mereka memiliki gaya seni yang sangat indah dalam game ini.
Setiap gerakan karakter digambar dengan tangan, frame demi frame. Bersama dengan grafis latar belakang, kami ingin semua orang menikmati gaya seni yang indah ini. Poin lain adalah bahwa game ini memiliki aksi yang sangat memuaskan, feel bermain yang bagus. Ini bukan sekadar game aksi 2D biasa, tapi memiliki tempo yang sangat baik dan secara keseluruhan sangat menyenangkan untuk dimainkan. Selain itu, jika ada yang tahu installment sebelumnya, ada beberapa penghormatan ke seri lama. Jadi penggemar lama Shinobi pasti bisa menikmatinya juga.
[BACAJUGA]Satu hal yang ingin saya tekankan adalah protagonis Joe Musashi sangat kuat. Ninja secara umum adalah figur legendaris imajinatif tanpa gambaran tetap, tapi Joe Musashi kira-kira tiga kali lebih kuat dari ninja yang biasa orang bayangkan. Jadi kamu bisa mengalahkan musuh dan melompat jauh ke platform lain. Sangat menyenangkan bermain sebagai ninja. Dunia shinobi juga jauh melampaui ekspektasi kamu. Misalnya, kamu bayangkan ninja melewati hutan bambu, itu klasik. Tapi Joe Musashi bisa melompat dari helikopter dengan papan selancar, jadi semuanya jauh melampaui imajinasi, dan itu poin lain yang kami harap orang nikmati.


Q: Bagaimana kalian mendapatkan ide untuk style 2D ini? Dan apakah kalian pikir seni 2D baru ini akan memengaruhi masa depan game side-scrolling?
A: Sebagian besar ide ini datang dari Lizardcube dan Neo2D adalah istilah yang kami ciptakan, tapi kami masih sangat bangga dengan gaya seni ini. Sejak awal, Lizardcube tidak ingin membuat 2D yang biasa saja. Mereka ingin memasukkan lebih banyak elemen dalam seni, jadi ada konsep Neo2D dari awal. Gaya ini seperti gabungan 3D dan 2D. Mungkin di installment atau judul mendatang, gaya seni ini akan dipadukan kembali, mungkin.
Q: Bagaimana pengaruh gaya seni ini terhadap genre dan industri secara luas?
A: Seperti saya sebutkan, game 2D sedang mengalami kebangkitan. Ada berbagai gaya seni seperti pixel art dan gaya unik lainnya. The Art of Vengeance juga mengusung gaya seni yang sangat unik dan itu adalah poin spesial.
Keindahan visualnya bisa menjadi platform baru untuk game platform 2D. Biasanya, saat membuat game aksi side-scrolling 2D, diperkirakan biayanya lebih murah dibanding 3D. Tapi The Art of Vengeance seluruhnya digambar manual, frame demi frame, jadi kerja kerasnya sangat besar. Mengenai pengaruhnya di industri, saya pikir akan sulit meniru game ini karena pengerjaannya sangat detail.
Q: Franchise Shinobi dikenal dengan tingkat kesulitan yang tinggi, tapi di sisi lain banyak game modern cenderung mengakomodasi pemain yang kurang berpengalaman. Jadi bagaimana tim pengembang melihat pergeseran ini, dan apakah seri terbaru ini disesuaikan agar bisa menarik audiens yang lebih luas?
[BACAJUGA]A: Shinobi memang dikenal sebagai game yang sulit, jadi pemain lama akan kecewa jika game ini terlalu mudah. Jadi game ini memang sulit. Musashi adalah karakter yang sangat kuat, jadi kalau kamu bermain di tingkat kesulitan tinggi, Musashi bisa mengatasi itu, tapi ada pemain yang mungkin tidak bisa menyelesaikan game. Untuk itu, ada opsi untuk mengubah tingkat kesulitan kapan saja di menu game. Tapi perubahan tingkat kesulitan tergantung pemain.
Rekomendasi saya, coba mainkan dulu dengan tingkat kesulitan default dan lihat seberapa jauh kamu bisa maju. Terada-san sebelumnya bilang game ini sulit, saya juga setuju, tapi Joe Musashi sangat kuat, jadi ada keseimbangan itu. Saya pribadi dan Ohara-san bukan pemain game action yang mahir, tapi saat saya bermain, saya merasa makin mahir mengontrol dan semakin lancar. Saya ingin pemain juga merasakan peningkatan kemampuan selama bermain dan merasa semakin kuat.


Q: Ketika bermain, kami sangat terkejut melihat monster raksasa di background poster. Bagi kami yang belum familiar dengan seri ini, biasanya tema ninja tidak melibatkan hal seperti kaiju, pesawat, atau helikopter. Apakah ini juga pendekatan SEGA untuk menarik pendatang baru?
A: Sejak dulu, seri Shinobi memang seperti itu. Dalam seri sebelumnya, ninja di era modern bukan hanya melawan ninja lain, tapi juga tentara, kaiju, dan berbagai hal lain. Jadi ini semacam penghormatan pada installment sebelumnya, dan memang sudah menjadi ciri khas sejak dulu.
Q: Ninjutsu selalu menjadi bagian besar yang membuat Shinobi unik. Bagaimana teknik ninja itu berkembang dalam game ini? Apakah ada twist atau kejutan dibanding game sebelumnya atau game sejenis lainnya?
A: Secara umum, ninjutsu dan pertarungan jadi lebih kompleks dalam game ini. Ada karyu, ninjutsu yang mungkin sudah kalian lihat saat bermain. Itu yang terkuat. Ninjutsu adalah serangan terkuat. Di bawahnya ada ninpo, yang merupakan serangan cukup kuat.
Selain itu ada serangan kuat biasa, serangan biasa, kunai, dan shuriken. Serangan-serangan ini bisa kamu buka di toko dalam game, jadi kamu bisa mendapatkan lebih banyak serangan sepanjang perjalanan. Jadi, ninjutsu masih ada dalam game ini. Apa yang ingin saya tekankan untuk audiens baru adalah serangan di bawah ninjutsu, seperti ninpo dan serangan biasa, itulah yang membuat gaya bertarung game ini unik.
Biasanya di game 2D yang membuka gerakan baru, ada slot terbatas, jadi kalau dapat gerakan baru harus mengganti gerakan lama. Tapi di game ini kamu hanya menambah gerakan, tidak kehilangan gerakan lama. Dengan begitu, kamu bisa melakukan banyak kombinasi baru. Ini membuat game ini terasa seperti gabungan dengan fighting game. Awalnya terasa seperti game aksi biasa, tapi makin lama seperti gabungan fighting game.

Q: Dalam franchise Shinobi ada banyak karakter. Selain Joe Musashi, apakah awalnya dipertimbangkan menggunakan karakter utama lain dalam game ini?
A: Jawaban singkatnya tidak. Kami sudah mempertimbangkan Joe Musashi sebagai protagonis utama sejak awal. Itu juga ide dari Lizardcube. Saat kami memutuskan menghidupkan kembali seri ini, kami melihat installment utama Shinobi adalah dari seri Sega Genesis Super Shinobi. Jadi Joe Musashi sudah ada dalam pikiran kami sejak awal.
Q: Apakah menurut Anda ada peluang yang terlewat bagaimana para pemain tidak bisa mengganti moveset?
[BACAJUGA]A: Kami sebenarnya juga mempertimbangkan itu. Kami mendesain game agar sangat mulus sehingga orang bisa membuat kombinasi yang berbeda. Game ini terasa seperti fighting game, tapi tidak terlalu ketat dalam urutan tombol untuk combo. Kamu bisa menekan tombol berbeda dalam timing yang berbeda, melontarkan musuh ke udara, lalu melanjutkan combo dari musuh yang terbang. Ada banyak cara berbeda dalam bertarung, jadi kami ingin kalian menemukan kombinasi sendiri. Saat melakukan kombinasi, kamu juga bisa mengandalkan ninpo dan melakukan banyak hal lainnya.

