Housemarque mencetak home run dengan Returnal dimana mereka berhasil membuat game yang sangat adiktif dengan formula yang sempurna. Tetapi sayangnya ada satu kekurangan dari Returnal dimana banyak pemain mengeluh jika game ini sangat sulit. Belajar dari game sebelumnya, Housemarque coba menyempurnakan sesuatu yang sudah sempurna tetapi apak efektif?
SAROS datang sebagai game baru dari Housemarque dan pada surface levels sebenarnya game ini tidak berbeda begitu jauh dengan Returnal. Bahkan untuk beberapa jam pertama saya bermain, saya sempat berpikir jika ini bisa dikatakan sebagia sekuel dari game tersebut. Tetapi untuk beberapa jam selanjutnya saya merasa salah, SAROS adalah SAROS!
Formula bullet hell dengan esensi rougelite disajikan dengan feeling shooters yang sangat asik membuat Saros jadi game yang sangat unik. Bukan dari sisi konsep, tetapi dari sisi penyajian yang dilakukan membuat SAROS jadi game exclusive PlayStation yang wajib semua orang mainkan.
Housemarque Sadar Atas Keluhan di Game Sebelumnya

Keluhan utama di Returnal adalah bagaimana game tersebut terbilang relatif sulit dan juga progression yang kurang menyenangkan. Di SAROS hal ini dibuat lebih baik lagi. Walau SAROS terasa lebih mudah jika kita bandingkan Returnal, tetapi menurut saya bukan bagaimana Housemarque membuat game ini lebih mudah begitu saja, tetapi dari beragam aspek.
Bahkan dirasa Saros bisa lebih sulit dibandingkan dari Returnal. Contohnya saja dari sisi bullet hell yang ada di game dan bagaimana musuh dibuat lebih sulit dilawan dan memaksa kita harus adaptasi lebih baik lagi. Tapi ada satu hal yang membuat SAROS lebih baik yakni pilihan tools yang yang ada.
Berbeda dengan Returnal yang memang lebih condong membuat game sulit dan memaksa pemain harus adaptasi dari sisi gameplay dan menghafal pattern, SAROS memang masih seperti itu tapi banyakya tools yang hadir di game membuat pemain memiliki banyak opsi.
[BACAJUGA]Mungkin untuk analogi jika harus membandingkan dari sisi gameplay, jika Returnal adalah Dark Souls III dengan gameplay yang membuat pemain di-tes penuh skillnya, SAROS adalah Elden Ring dimana musuh lebih susah tetapi kita sebagai pemain lebih punya banyak pilihan.
Lore Masih Kompleks

Ketika memainkan game ini dan saat membuat review, ada satu hal yang mengganjal di pikiran saya—Saros adalah “The King in Yellow” dengan latar belakang di luar angkasa! Bagaimana entitas yang tidak bisa dijelaskan manusia dan condong ke arah eldritch horror juga ditambah adanya aktivitas paranormal tetapi menggunakan pendekatan saintifik, SAROS adalah surga di neraka bagi penggemar genre ini.
Disini kita bermain sebagai Arjun Devraj merupakan enforcer dari Soltari, sebuah perusahaan multiplanet. Awalnya tidak dijelaskan apa yang dilakukannya dengan teamnya di tempat ini, apa tujuannya dan apa yang dirinya lakukan juga belum ada kejelasan. Bahkan eksposisi dari lore baru terasa click ketika beberapa jam bermain.
Tetapi untuk saya ini hal yang tepat karena pendekatan yang canggung dan slowburn ini membuat kita bisa fokus kepada gameplay dan tidak membuat isi otak kita kesulitan dengan lore yang kompleks. Rahul Kohli sebagai Arjun juga patut diapresiasi. Mungkin karena dirinya yang sudah familiar dengan films dan series seperti The Fall of the House of Usher, Midnight Mass, dan The Haunting of Bly Manor membuatnya cocok dengan SAROS yang fokus kepada horror.
Gameplay Yang Tidak Masuk Akal Asiknya

SAROS berhasil membuat gameplay yang sangat sulit tapi membuat pemainnya terus-menerus bermain dan enggan meninggalkan DualSense mereka. Bagaimana membuat bullet hell yang sangat fun dan sistem progression yang disempurnakan dari Returnal juga patut diacungi jempol.
Seperti yang saya sempat sebutkan, SAROS unggul dalam sisi roguelite mereka. Dengan tagline “comeback stronger,” Housemarque tidak berbohong karena semakin kita bermain dan semakin sering kita mati, Arjun akan kembali lebih kuat di dunia yang selalu berubah. Hal ini yang mungkin membuat SAROS sangat mudah membuat kita betah bermain, progression dan rasa penasaran dengan apa yang terjadi nanti mendorong kita sebagai pemain untuk terus bermain.
Variasi senjata, power, dan lainnya juga jadi pertimbangan bagaimana game ini terus mendorong pemain untuk mencari yang terbaik dan cocok bagi mereka. Banyak sekali hal yang bisa kalian gabung dalam loadout kalian dan SAROS memang memaksa kalian harus terus mencoba banyak hal baru. Bahkan seperti boss saja ada beberapa boss yang memang hampir mewajibkan kalian menggunakan senjata dan power tertentu agar lebih mudah. Ya sebenarnya bisa kalian paksa lawan seperti biasa, tetapi ada cara yang lebih mudah saja.
Ditambah lagi masing-masing senjata punya stat mereka sendiri, semua punya alt fire sendiri, power juga beragam dan punya modifier mereka sendiri sampai stats yang hadir ada positif dan negatifnya sendiri. SAROS benar-benar jadi barometer baru dalam game bullet hell roguelite!
World Building, Art, dan Sounds Yang Menakjubkan

Di tempat yang penuh dengan ribuan peluru mengarah ke wajah, puluhan meter laser yang harus dihindari, ledakan yang membuat telinga berdenging, dan cahaya yang tidak bisa dideskripsikan perlahan mendatangi kalian, SAROS adalah neraka. Tapi anehnya, ini adalah Neraka yang indah dan membuat kita sebagai pemain nyaman.
[BACAJUGA]SAROS mengambil latar di planet Carcosa yang sangat misterius. Di planet ini, ketika ada terjadi gerhana matahari ada banyak hal aneh bermunculan dan hal ini tidak bisa dijelaskan oleh kapasitas otak manusia. Tapi horror yang hadir malah membuat neraka ini jadi surga bagi beberapa orang dan ini yang menurut saya jadi hal yang menarik.
SAROS sangat unggul dari sisi world building, art direction, dan sound design. Dunia Carcosa terasa sangat hidup—planet ini bernafas dan kita terasa sebagai hama kecil yang mengganggu ekosistem besar. Sebagai hama tentunya para manusia yang ada di Carcosa harus dibasmi dan mahkluk-mahkluk aneh yang ada juga kejadian supranatural yang terjadi saya rasa adalah bagaimana cara sistem planet ini untuk menyingkirkan kita…. dan itu sangat indah.
Kesimpulan
Housemarque sudah tidak perlu kerepotan mencari formula yang tepat untuk game mereka karena cukup mengambil Returnal dan membuatnya lebih baik lagi adalah cara yang tepat. Tetapi dengan fokus kepada world building dan gameplay experience, Housemarque raih nilai positif. SAROS adalah game yang wajib semua pemilik PlayStation 5 saat ini.
Kesimpulan Review
SAROS
- (+) KELEBIHAN
- Jika kalian suka Returnal, kalian akan cinta SAROS
- Gameplay yang adiktif
- Bullet hell yang sempurna
- World building, art direction, dan sound design yang indah
- (-) KEKURANGAN
- Di review build, banyak gamebreaking bug dan semoga hal ini tidak hadir di full release

