



Platform media sosial X/Twitter, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan perubahan signifikan pada fitur pemblokiran. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi di platform, namun memicu kontroversi di kalangan pengguna.
Sebelumnya, ketika seorang pengguna memblokir akun lain, semua tweet dari akun yang memblokir akan sepenuhnya disembunyikan dari pandangan pengguna yang diblokir. Namun, dengan kebijakan baru ini, pengguna yang diblokir masih dapat melihat tweet publik dari akun yang memblokir mereka. Meski demikian, interaksi seperti menyukai, membalas, atau membagikan ulang tetap dibatasi.
Soon we’ll be launching a change to how the block function works.
— Engineering (@XEng) October 16, 2024
If your posts are set to public, accounts you have blocked will be able to view them, but they will not be able to engage (like, reply, repost, etc.).
X berargumen bahwa perubahan ini sejalan dengan komitmen mereka untuk menciptakan platform yang lebih terbuka dan transparan. Dengan memungkinkan pengguna yang diblokir melihat tweet publik, X berharap dapat mendorong dialog yang lebih luas dan memungkinkan pengguna untuk memantau diskusi yang relevan, bahkan jika mereka telah diblokir oleh beberapa pihak.
Today, block can be used by users to share and hide harmful or private information about those they’ve blocked. Users will be able to see if such behavior occurs with this update, allowing for greater transparency.
— Engineering (@XEng) October 16, 2024
Elon Musk, pemilik X, juga telah lama menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap fitur pemblokiran, berpendapat bahwa fitur ini menghambat aliran informasi bebas. Perubahan terbaru ini dianggap sebagai langkah lanjutan dari visi Musk untuk platform yang lebih terbuka.
Baca ini juga :» Discord Perketat Keamanan: Wajib Verifikasi Usia Lewat Scan Wajah Atau KTP
» Elon Musk & Bos Telegram Sebut WhatsApp Tidak Aman?
» X Batasi Fitur Visual Grok AI Setelah Diblokir di Indonesia
» Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Blokir Grok AI: Melawan Konten Asusila Digital
» Waspada Deepfake! Kemkomdigi Soroti Grok AI di X Terkait Konten Asusila
» Elon Musk Cetak Rekor: Manusia Pertama Berharta $700 Miliar Usai Menangkan Gugatan Tesla
» X (Twitter) Bayar Denda Hampir Rp80 Juta atas Pelanggaran Moderasi Konten Pornografi
» Roblox Diblokir di Rusia Diduga karena Konten LGBTQ+
Namun, perubahan ini tidak disambut baik oleh sebagian besar pengguna. Banyak yang merasa bahwa keputusan X mengorbankan privasi pengguna demi transparansi. Kritik lain berfokus pada potensi pelanggaran kebijakan platform distribusi aplikasi seperti Google Play Store dan Apple App Store.
Perubahan kebijakan pemblokiran ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang keseimbangan antara privasi pengguna dan transparansi dalam platform media sosial. Dengan semakin banyak platform yang mengadopsi pendekatan yang serupa, penting bagi pengguna untuk memahami implikasi dari perubahan-perubahan ini terhadap pengalaman mereka di dunia digital.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.