



Kabar terbaru menyebutkan bahwa TikTok kembali dapat diakses di Amerika Serikat setelah melalui drama panjang. Di sisi lain, Elon Musk, pemilik platform X, menyuarakan rasa irinya karena layanan miliknya masih diblokir di China.
Setelah periode ketegangan yang berlarut-larut, TikTok kembali aktif di Amerika berkat keputusan Presiden terpilih Donald Trump. Dalam sebuah unggahan di X, TikTok bahkan menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump atas kebijakan tersebut.
Trump sebelumnya berjanji untuk menunda pelarangan TikTok melalui perintah eksekutif, memberikan waktu bagi pihak terkait untuk mencapai kesepakatan bisnis. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembentukan perusahaan patungan dengan Amerika Serikat memiliki 50% kepemilikan.
Sementara TikTok belum memberikan respons resmi terkait tawaran tersebut, Elon Musk turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa dirinya menentang pelarangan TikTok karena bertentangan dengan prinsip kebebasan berbicara.
"Saya menentang pelarangan TikTok sejak lama, karena itu bertentangan dengan kebebasan berbicara," ujar Musk seperti dikutip dari News.com Australia, Senin (20/1/2025).
Baca ini juga :
» Seorang Gamer Kena Salah Tangkap Karena Polisi Typo Ketik Nama "Jurus di Skyrim"
» TOKYO GAME SHOW 2026: Perayaan Anniversary ke-30 dengan Durasi Terpanjang dalam Sejarah!
» Game Gratis di Epic Games Malah Bikin Penjualan di Steam Melonjak? Ini Alasannya!
» Jelang M7, MLBB Ajak Pemain Indonesia Ikut Pesta Cuan
» Dari SimCity ke Balai Kota: Kisah Zohran Mamdani, Calon Walikota New York yang Terinspirasi Game Klasik!
» Elon Musk Umumkan XChat, Aplikasi Pengirim Pesan Untuk Saingi WhatsApp
» Dipecat Dari Tesla Karena Terlalu Sibuk di Pemerintahan? Elon Musk Ngamuk di X
» X Bakal Jual Username Tidak Aktif, Harga Mulai Rp 167 Juta
Meskipun mendukung dibukanya kembali TikTok di Amerika, Musk menilai ada ketidakseimbangan yang perlu diperhatikan. Ia mempertanyakan mengapa TikTok boleh beroperasi di AS sementara X dilarang di China.
"Dalam kondisi sekarang, di mana TikTok diizinkan beroperasi di Amerika, X malah dilarang di China. Ini tidak seimbang. Harus ada yang diubah," tegasnya.
TikTok dikenal karena kemampuannya membuat konten kreator biasa menjadi viral, khususnya di Amerika. Popularitas platform ini juga menjadi alasan mengapa banyak penggunanya berasal dari kalangan muda.
Namun, popularitas TikTok di Amerika dibayangi oleh kekhawatiran keamanan nasional. Pemerintah AS memandang platform ini sebagai potensi ancaman dari China yang dapat mempengaruhi keamanan data.
Setelah sempat diblokir, TikTok kini kembali aktif, dan Trump bahkan memujinya sebagai alat yang membantunya terhubung dengan pemilih muda di AS.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.