



Grand Final PUBG Mobile Super League (PMSL) SEA Summer 2025 resmi berakhir pada Minggu, 22 Juni 2025, dengan menyajikan drama kompetitif tingkat tinggi selama tiga hari berturut-turut. Diwarnai persaingan sengit dari 16 tim terbaik se-Asia Tenggara, turnamen ini akhirnya menobatkan eArena sebagai penguasa baru Asia Tenggara, sekaligus sang penakluk Smash Rule.
Baca ini juga :» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Dominator Resmi Jadi Team Nemesis untuk KWC x EWC 2026, Sekadar Rebranding atau Ada Agenda Lebih Besar?
» BHAP! Kolom Komentar Instagram TLID Drichel Diserbu Hujatan Usai Tumbangkan RRQ Hoshi
» Ini Dia 18 Tim yang Siap “Perang Jumpshoot” di FFWS SEA 2026 Spring
» Oheb Livestream Sl*t di Facebook Usai Tinggalkan Scene MLBB, Picu Pro dan Kontra
» NiceGang & Kingdom Jadi Satu, Bigmo Resmi Jadi Brand Ambassador Team RRQ
» Whitemon Bawa Tundra Esports Juara ESL One Birmingham 2026, Indonesia Kembali Bersinar di Dota 2
» Riot Games Resmi Umumkan MIKS, Agent Baru VALORANT dengan Gaya Unik
Sebagai tuan rumah, Indonesia tampil luar biasa dengan deretan tim andalan seperti Alter Ego Ares, BOOM Esports, Bigetron by Vitality, VOIN Donkey ID, TALON, CLAW Slayers, dan GLU BLUG. Berkali-kali perwakilan Tanah Air sukses mengamankan WWCD (Winner Winner Chicken Dinner), menghidupkan kembali asa membawa pulang trofi ke Indonesia.
Sayangnya, meski tampil mengesankan, tim-tim Indonesia belum mampu menghentikan langkah eArena yang tampil konsisten sejak awal hingga akhir.
Ketegangan memuncak ketika Smash Rule resmi diberlakukan di hari ketiga Grand Final. Dengan mengoleksi 138 poin di hari kedua, eArena hanya perlu mengumpulkan total 148 poin dan mengakhiri ronde dengan WWCD untuk menyegel kemenangan.
Di game pertama Sanhok, Indonesia kembali menancapkan dominasinya lewat BOOM Esports yang berhasil mencuri WWCD. Namun di game kedua Erangel, CelcomDigi Alliance dari Malaysia mengambil alih spotlight dengan WWCD mereka sendiri.
Momentum berubah drastis ketika eArena akhirnya mencapai match point, memaksa tim-tim lain untuk bermain sempurna jika ingin menunda pesta juara mereka.
Masuk ke game ketiga di map Erangel, suasana kian mencekam. Satu per satu tim rontok, termasuk raksasa seperti FaZe Clan dan Vampire Esports. Pada akhirnya, duel klimaks pun terjadi antara eArena dan Team Secret. Kemenangan Team Secret akan memperpanjang Grand Final, namun jika eArena menang, maka segalanya berakhir di situ.
Dengan determinasi tinggi, eArena tampil percaya diri dan mengamankan WWCD di match ke-15, menyegel gelar juara PMSL SEA Summer 2025 dengan penuh gaya.
Dengan hasil ini, tiga tim teratas yakni eArena (Thailand), Alter Ego Ares (Indonesia), dan Team Secret (Malaysia) akan menjadi wakil Asia Tenggara di ajang global PUBG Mobile World Cup (PMWC) 2025, bagian dari rangkaian Esports World Cup.
Meskipun harus puas di posisi kedua, Alter Ego Ares patut diapresiasi atas kerja keras mereka hingga titik akhir, membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi kekuatan utama di SEA.
Kemenangan eArena menandai gelar kedua berturut-turut bagi Thailand di tanah Indonesia, setelah Vampire Esports menjuarai PMSL SEA Fall 2024. Hal ini tentu menambah panas rivalitas regional yang akan terus berlanjut di musim mendatang.
Selamat kepada eArena atas gelar juara yang layak! Sementara itu, Indonesia harus kembali ke meja evaluasi, bersiap bangkit lebih kuat musim depan. Persaingan di kancah PMSL SEA jelas belum usai karena ini baru permulaan.