space
BYTEDANCE AKAN MENYIAPKAN APLIKASI MIRIP TIKTOK KHUSUS UNTUK WARGA AMERIKA
and
Selasa, 08 Jul 2025

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

TikTok berupaya mengamankan masa depannya di Amerika Serikat melalui langkah ambisius. Mereka berencana meluncurkan aplikasi baru yang dirancang khusus untuk pasar AS, dengan kode internal “M2”, dijadwalkan rilis pada 5 September 2025. Strategi ini merupakan jawaban atas tekanan regulasi dari pemerintah AS yang mewajibkan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, untuk memilih antara menjual operasi TikTok di AS ke investor lokal atau menghadapi larangan total setelah 17 September 2025.

TikTok mengembangkan “M2” sebagai aplikasi independen, tanpa keterkaitan langsung dengan sistem di China. Dengan arsitektur berbeda dan penyimpanan data lokal, langkah ini bertujuan meyakinkan regulator bahwa TikTok AS benar-benar lepas kendali ByteDance. Hal ini sekaligus membuka kemungkinan penjualan unit AS kepada konsorsium investor non-China, termasuk Oracle, Perplexity AI, hingga Blackstone, meskipun Beijing masih enggan melepas algoritma inti TikTok karena dianggap aset strategis.

Dalam masa transisi, pengguna di AS wajib mengunduh M2 sebelum versi lama dihentikan pada Maret 2026. TikTok memastikan migrasi akun, pengaturan, dan konten akan berjalan otomatis. Namun, proses ini bukan tanpa risiko. Banyak kreator dan pengiklan khawatir bahwa gangguan teknis, kehilangan data, atau penurunan engagement bisa terjadi saat pengguna beralih ke aplikasi baru.

Reaksi awal dari pengguna cukup beragam. Sebagian menolak adanya aplikasi baru, merasa tidak ada yang lebih baik dari TikTok versi asli. Mereka khawatir jika hanya akan menampilkan konten buatan AS dan kehilangan perspektif global yang selama ini memperkaya pengalaman menonton. Sementara itu, pemasar digital sudah mulai merumuskan strategi baru untuk memastikan iklan tetap efektif meski platform berubah.

Aplikasi baru ini diharapkan bisa keluar dari tekanan politik yang digerakkan oleh legislatif dan presiden AS, yaitu Donald Trump yang disebut telah menunda larangan ini beberapa kali dan menyebut sudah ada calon pembeli TikTok AS dari kalangan “orang sangat kaya” . M2 akan dirilis tepat sebelum tenggat hukum, sebuah manuver cerdas guna mencegah pemblokiran total dari App Store.

Baca ini juga :

» Studi Terbaru Ungkap Konten di Instagram dan TikTok Beneran Bikin "Brainrot"
» TikTok Live Resmi Aktif Lagi di Indonesia, Tapi dengan Aturan Baru Dengan Pengawasan Secara Real-Time
» Fitur Live Tiktok Dihentikan Karena Kerusuhan Di Indonesia. Kapan Fitur Tersebut Akan Kembali?
» Tim Moderator Konten di Jerman Telah Digantikan Oleh AI! Konten Tiktok Bisa Dibanned Secara Sembarangan?
» Biaya Baru Untuk Penjual! Tambahan Rp 1.250 per Pesanan Mulai 11 Agustus Kepada Para Penjual
» Ugal-ugalan Dalam Kelola Data Pengguna, TikTok Didenda Rp9,9 T
» Instagram Rilis Edits: Aplikasi Editing Video Baru untuk Saingi CapCut
» Apple dan Google Bisa Kena Denda 14 Ribu Triliun Rupiah Akibat Larangan Tiktok

Jika berjalan lancar, M2 bisa menjadi penyelamat TikTok dan membuka peluang baru: bagi Amerika. Kepemilikan lokal, penyesuaian konten di level regional, dan peningkatan pengawasan data bisa lebih dilakukan secara leluasa. Namun kegagalan merujuk pada jatuhnya reputasi, dan potensi ban permanen jika proses jual beli gagal atau ditolak China.

Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close