Bayangkan memotret senja yang mulai memudar, atau momen hangat di restoran bercahaya redup. Kini, Anda tidak lagi harus memilih antara momen indah atau kualitas gambar. Dengan iPhone 18, semuanya bisa Anda abadikan dengan detail yang memukau berkat sebuah gebrakan besar dalam dunia teknologi, yaitu kolaborasi Apple dan Samsung di jantung Amerika.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Apple menggandeng Samsung sebagai pemasok utama sensor gambar (CMOS Image Sensor) untuk lini iPhone terbaru mereka. Namun yang lebih menarik lagi, sensor canggih ini tidak dibuat di Korea Selatan atau Jepang, melainkan di pabrik Samsung yang berada di Austin, Texas, Amerika Serikat.
Sensor ini bukan sensor biasa. Teknologi yang digunakan adalah three-stack hybrid bonded CIS (CMOS Image Sensor), sebuah terobosan yang memungkinkan hasil gambar jauh lebih jernih, detail, dan luar biasa, bahkan dalam kondisi cahaya rendah. Teknologi ini menyusun tiga lapisan berbeda secara vertikal: lapisan fotodioda, lapisan logika, dan lapisan pemrosesan, yang dikombinasikan dengan teknik bonding mutakhir. Hasilnya adalah efisiensi cahaya yang lebih tinggi, noise yang jauh lebih rendah, dan kemampuan menangkap warna yang lebih akurat.
Baca ini juga :
» Belum Rilis, Iphone 17 Pro Muncul Di jalanan Amerika. Desain Baru Dengan Sensor Dan LED Flash Pindah Tempat
» Ternyata Kesalahan Terbesar Samsung Adalah tidak Bekerja Sama Dengan Nvidia Pada Tahun 2018
» Salah Satu Adegan Film 28 Years Later Ternyata Direkam Dengan kamera iPhone 15 Pro Max
» Semua Pembaharuan oleh Apple dalam Ajang WWDC 2025
» Apple Akan Merubah Nama Sistem Operasi Mereka Sesuai dengan Tahun Rilis
» Presiden Trump Ancam Tarif 25% untuk iPhone Jika Tidak Diproduksi di AS
» Apple Produksi Seluruh iPhone untuk Amerika di India, China Tak Tinggal Diam
» Akhirnya Jajaran iPhone 16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Ini Dia Harganya
Langkah Apple memproduksi sensor ini di AS merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang sangat visioner. Di tengah meningkatnya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok, serta rencana pemerintah AS untuk menaikkan tarif impor hingga 100% terhadap komponen elektronik buatan Tiongkok, Apple bergerak cepat. Dengan membawa produksi ke dalam negeri, mereka tidak hanya melindungi rantai pasokan dari risiko geopolitik, tapi juga membuktikan komitmen terhadap pertumbuhan industri manufaktur AS.
Investasi Apple di sektor ini pun tidak main-main. Perusahaan tersebut telah menambahkan 100 miliar dolar dalam komitmen mereka untuk mendukung manufaktur lokal, menjadikan total investasinya mencapai angka fantastis, yaitu sampai 600 miliar dolar atau setara dengan 9,7 kuadriliun rupiah. Ini adalah sinyal kuat bahwa masa depan iPhone, dan mungkin banyak produk Apple lainnya, akan semakin berakar di tanah Amerika.
Kabar baik ini bukan hanya menarik bagi para penggemar teknologi, tetapi juga bagi siapa saja yang menghargai kualitas, stabilitas, dan keandalan dalam sebuah produk. Dengan produksi sensor yang lebih dekat ke rumah, Apple dapat memberikan kontrol kualitas yang lebih tinggi, respon produksi yang lebih cepat, dan tentunya inovasi yang lebih terjaga.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.