



Shift Up akhirnya buka suara soal kontroversi yang sempat mengguncang komunitas Goddess of Victory: NIKKE beberapa waktu lalu. Dalam video perayaan ulang tahun ketiga NIKKE, tim developer menyinggung isu gestur tangan yang sempat dianggap menghina pria Korea sebuah topik yang sempat memicu protes besar di negara asalnya.
Baca ini juga :» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» SaintDeLucaz Resmi Tinggalkan TLID, Kini Jadi Assistant Coach Team Rey di MPL MY
» TODAK Resmi Rebranding Jadi Brand Esports Lifestyle Global, Kini Jadi Partner MPL Indonesia
» Skandal AoV SEA Games 2025: Screen Sharing Berujung Penangkapan dan Ban Seumur Hidup
» Alter Ego Ares Umumkan Roster PMPL ID Spring 2026, Zuxxy Resmi Kembali!
» Resmi, Pelaku Ringing di PMNC ID Spring Kena Diskualifikasi dan Sanksi 3 Tahun
» Istri Download Roblox untuk Bongkar Dugaan Suami Selingkuh Virtual, 15 Tahun Pernikahan Terancam Hancur
» Dream Team Mode di SFCC 2026 Bikin Pemain Bebas Bangun Tim Versinya Sendiri
Meski tidak menyebut langsung insiden tersebut, pernyataan mereka cukup jelas menyinggung kasus pada Agustus lalu. Dalam video itu, Shift Up menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan unsur kebencian masuk ke dalam game, sekaligus memastikan proses pengecekan internal kini sudah diperketat agar hal serupa tidak terulang.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Shift Up sebelumnya sudah merilis versi revisi dari ilustrasi yang dianggap bermasalah, menyampaikan permintaan maaf resmi, serta memberikan kompensasi in-game kepada para pemain. Kini, mereka juga membentuk tim Quality Management khusus untuk memastikan seluruh konten yang dirilis ke publik lolos pemeriksaan etis dan budaya terlebih dahulu.
Menariknya, bagi pemain di luar Korea Selatan, gestur tangan tersebut sebenarnya terlihat biasa saja. Namun, di Korea, simbol itu memiliki konteks yang sensitif karena sering digunakan untuk menyindir ukuran “batang” pria. Kontroversi semacam ini bukan yang pertama bahkan brand besar seperti Apple dan Renault pernah menjadi sasaran protes serupa karena desain atau simbol yang dianggap mirip.

Dengan langkah klarifikasi dan pembentukan tim baru, Shift Up berharap bisa memulihkan kepercayaan komunitas sekaligus menjaga reputasi NIKKE sebagai salah satu game gacha shooter paling sukses di pasar global.