



Sony kembali menjadi sorotan setelah diketahui mengajukan sejumlah takedown DMCA terhadap sebuah proyek buatan komunitas yang berupaya menghidupkan kembali Concord—game multiplayer shooter yang ditarik dari peredaran hanya dua minggu setelah rilis di PS5 dan PC.
Concord sempat menjadi bahan pembicaraan pada Agustus 2024 ketika dicabut dari penjualan setelah laporan menyebutkan bahwa game tersebut hanya terjual kurang dari 25.000 kopi. Pada saat itu, Sony menyatakan bahwa game akan tetap offline tanpa batas waktu untuk memungkinkan tim Firewalk Studios “menentukan langkah terbaik ke depan” dan “mengeksplorasi opsi untuk lebih menjangkau pemain.”
Namun, situasi semakin memburuk. Selang beberapa minggu, direktur game Ryan Ellis mengundurkan diri, dan pada akhir Oktober 2024, Sony resmi menutup Firewalk Studios sepenuhnya—hanya beberapa bulan setelah merilis game debut mereka.
Meski game resminya telah padam, sekelompok developer sukarelawan mengambil inisiatif untuk menghidupkan Concord kembali. Mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan melakukan reverse engineering dan pengembangan server sehingga kini setidaknya menu utama, pemilihan karakter, dan matchmaking sudah berfungsi di server privat.
“Setelah sekian lama melakukan reverse engineering dan pengembangan server, kami akhirnya berhasil memainkan satu match Concord!” tulis salah satu developer di Discord.

Tim tersebut menegaskan bahwa proyek ini masih dalam tahap awal dan bermainnya masih penuh bug, tetapi sudah bisa dijalankan. Rencana mereka selanjutnya adalah melakukan playtest tertutup bagi para pemain yang sudah memiliki file game secara legal. Mereka bahkan secara tegas memblokir siapa pun yang mencoba membagikan file bajakan.
“Saya tahu ini mengecewakan bagi orang-orang yang terpaksa menerima refund,” tulis pengembang, “tapi kami yakin para pengacara sudah mengawasi apa yang kami lakukan. Jadi kami harus menjaga proyek ini tetap legal semaksimal mungkin.”
Meski komunitas tampak berhati-hati, Sony tetap mengajukan sejumlah DMCA untuk menghentikan upaya pelestarian game tersebut. Hal ini memicu diskusi lebih luas tentang hak pemilik game versus upaya komunitas dalam menjaga game online tetap hidup setelah ditinggalkan penerbitnya.
Baca ini juga :» Sony Tepis Alasan Tencent Soal Light of Motiram yang Plagiat Horizon
» Mengintip Kejutan Sony di Tokyo Game Show 2025: Dari Sekuel 'Ghost of Tsushima' Hingga Aksi 'Astro Bot'
» Sony Menjual Saham Kepemilikannya di EVO dan Akan Kembali Sebagai Sponsor
» Harga PlayStation 5 di Amerika Serikat Naik, Harga Region Lain Juga Terdampak?
» Akhirnya Sony Resmi Tuntut Tencent Karena Game Light of Motiram yang Dibilang Mirip Horizon
» Buka Lowongan Untuk Multiplatform, Sony PlayStation Akan Kurangi Eksklusif Mereka Mulai Kedepan?
» SONY Investasi $464 Juta USD Ke Bandai Namco, Fokus ke Kolaborasi Anime, Manga, dan Game
» PlayStation Umumkan PS5 Ghost of Yotei Edition, Ada Dua Versi!
Kasus Concord kini menjadi contoh terbaru dari tren game live service yang mati muda dan kemudian berusaha dihidupkan kembali oleh komunitas—sering kali berhadapan langsung dengan hukum hak cipta dan kebijakan penerbit besar.