



Platform game online populer Roblox dilaporkan mengalami pemblokiran di Rusia, menyusul meningkatnya pengawasan pemerintah terhadap konten digital yang dianggap melanggar regulasi setempat. Salah satu dugaan utama pemicu pemblokiran ini adalah keberadaan konten yang mengandung unsur LGBTQ+ di dalam ekosistem Roblox.
Baca ini juga :» Waspada! BNPT Ungkap Ratusan Anak Terpapar Radikalisme Lewat Roblox Selama 2025
» Skandal Keselamatan Anak di Roblox: Mengapa Tuntutan Hukum Meningkat dan Rencana Fitur Kencan tuai Kontroversi
» Mulai Januari 2026, Game Online Tanpa Rating Resmi IGRS Bisa Diblokir Total di Indonesia
» Bocah 6 Tahun di Johor Alami Luka Iris di Leher, Kakak Kandung Diduga Pelaku Akibat Halusinasi Setelah Kehilan
» Ada Kelas Roblox Di Universitas Ini, Bisa Dapat 200 Robux Jika Dapat A!
» BNPT Sebut Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online!
» Tung Tung Tung Sahur Dihapus dari Steal A Brainrot, Kok Bisa?
» Roblox Hadirkan Adults Only Section, Pemain di Bawah 18 Tahun Akan Terkunci
Sejumlah laporan dari komunitas pemain dan media internasional menyebutkan bahwa akses ke Roblox menjadi terbatas hingga tidak bisa diakses sama sekali di beberapa wilayah Rusia. Pemblokiran ini diyakini dilakukan oleh Roskomnadzor, lembaga pengawas komunikasi dan internet Rusia.
Pemerintah Rusia dalam beberapa tahun terakhir memang semakin ketat terhadap platform digital asing, terutama yang dinilai menyebarkan nilai atau narasi yang bertentangan dengan kebijakan negara. Konten LGBTQ+ termasuk salah satu isu yang berada di bawah pengawasan ketat, menyusul diberlakukannya undang undang yang melarang apa yang mereka sebut sebagai propaganda hubungan non tradisional.
Sebagai platform berbasis user generated content, Roblox memungkinkan pemain membuat game, avatar, hingga ruang sosial sendiri. Di dalamnya, terdapat berbagai bentuk ekspresi komunitas, termasuk simbol, tema, dan event yang mendukung keberagaman gender dan orientasi seksual.
Bagi pemerintah Rusia, model terbuka seperti ini dinilai sulit dikontrol dan berpotensi melanggar regulasi konten nasional. Hal inilah yang memperkuat dugaan bahwa keberadaan elemen LGBTQ+ di Roblox menjadi salah satu alasan utama pemblokiran.
Hingga saat ini, pihak Roblox Corporation belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemblokiran di Rusia. Namun, kasus ini menambah daftar panjang konflik antara platform teknologi global dengan kebijakan sensor ketat yang diterapkan oleh sejumlah negara.
Pemblokiran ini membuat jutaan pemain Roblox di Rusia kehilangan akses ke game dan komunitas favorit mereka. Beberapa pengguna dilaporkan mencoba menggunakan layanan pihak ketiga untuk tetap terhubung, meski langkah tersebut memiliki risiko hukum di negara tersebut.
Kasus Roblox ini kembali menegaskan bagaimana perbedaan regulasi dan nilai antar negara dapat berdampak langsung pada industri game global, terutama platform yang mengandalkan kebebasan berekspresi komunitasnya.