space
TRUMP TARIK DIRI AS DARI ORGANIASASI DUNIA PBB
Pop
Jumat, 09 Jan 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang panggung diplomasi internasional. Pada Rabu waktu setempat, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari puluhan entitas internasional dan badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Langkah drastis ini mencakup pengunduran diri dari perjanjian iklim utama dan badan PBB yang fokus pada kesetaraan gender. Trump berdalih bahwa organisasi-organisasi tersebut beroperasi bertentangan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat.

Dalam sebuah memo yang ditujukan kepada pejabat senior administrasinya, Trump merinci 35 grup non-PBB dan 31 entitas PBB yang akan ditinggalkan. Salah satu yang paling krusial adalah UNFCCC (U.N. Framework Convention on Climate Change).

UNFCCC sering disebut sebagai "fondasi" perjanjian iklim dunia sekaligus induk dari Perjanjian Iklim Paris 2015. Penarikan diri ini menjadi catatan sejarah baru, mengingat AS sempat absen dalam KTT iklim tahunan PBB tahun lalu untuk pertama kalinya dalam tiga dekade.

"Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang meninggalkan UNFCCC," ujar Manish Bapna, Presiden dan CEO Natural Resources Defense Council. Ia menekankan bahwa keanggotaan dalam organisasi tersebut bukan hanya soal moralitas lingkungan, tapi juga kesempatan strategis untuk membentuk kebijakan ekonomi global.


Dampak pada Isu Perempuan dan Kesehatan Global

Selain isu lingkungan, kebijakan luar negeri AS di bawah Trump juga menyasar isu sosial. AS dipastikan akan keluar dari:

  • UN Women: Badan yang mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
  • UNFPA (U.N. Population Fund): Lembaga yang fokus pada keluarga berencana serta kesehatan ibu dan anak di lebih dari 150 negara.

Sebelumnya, AS memang telah memangkas pendanaan sukarela untuk sebagian besar agensi PBB. Trump menegaskan bahwa penarikan ini berarti menghentikan partisipasi maupun pendanaan sejauh yang diizinkan oleh hukum.

Keputusan ini mencerminkan sikap skeptis Trump yang sudah berlangsung lama terhadap organisasi multilateral. Ia kerap mempertanyakan efektivitas, biaya, dan akuntabilitas badan internasional yang dianggap gagal melayani kepentingan warga Amerika.


Beberapa organisasi lain yang masuk dalam daftar "pamit" AS antara lain:

  • UNCTAD (Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan)
  • International Energy Forum
  • UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB)
  • World Health Organization (WHO)

Gedung Putih menyatakan bahwa entitas-entitas tersebut mempromosikan "kebijakan iklim radikal, tata kelola global, dan program ideologis" yang berbenturan dengan kedaulatan serta kekuatan ekonomi AS.

Baca ini juga :
» Kekhawatiran Antitrust Mengintai Megadeal Netflix dan Warner Bros
» PBB Mulai Pantau Keadaan Indonesia! Menegaskan Kepada Aparat dan Pemerintah Untuk Menahan Diri
» Intel Sekarat! Pemerintah AS Bantu Beli Saham 10% Senilai 162 Triliun Rupiah
» Bikin Chip Semikonduktor Di Amerika, Atau Kena Tarif 100%! Nvidia, Intel, AMD Akan Naik Harga
» Trump AI Event, Acara Yang Menjadi Pengakuan Trump Untuk Mendominasi AI Dengan Cara ‘AI Action Plan’
» Amd dan Nvidia Lanjut Kirim Chip AI ke China. Tanda Trump Menyerah Atau Strategi Baru?
» Trump Resmi Turunkan Tarif Impor Indonesia Jadi 19%, Harga Console Game dan HP Jadi Makin Murah?
» Indonesia Bisa Bebas Tarif Dari Trump Kalau Ada Perusahaan Indonesia Bangun Pabrik di Amerika

Meskipun sekilas tampak tidak berhubungan, kebijakan isolasi ini diprediksi akan mengubah cara kita membeli dan menikmati game dalam beberapa tahun ke depan melalui empat jalur utama:

1. Lonjakan Harga Konsol dan Perangkat Keras
Penarikan diri dari kerja sama internasional sering kali diikuti dengan penerapan tarif impor yang agresif. Karena mayoritas produksi konsol seperti PlayStation, Xbox, dan kartu grafis (GPU) dilakukan di Asia, pajak masuk yang tinggi akan dibebankan kepada konsumen. Analis memperkirakan harga perangkat keras bisa melonjak hingga 40%, menjadikan gaming sebagai hobi yang jauh lebih mahal bagi masyarakat luas.

2. Krisis Talenta dan Penundaan Proyek (Delay)
Industri game adalah industri tanpa batas yang mengandalkan pengembang, seniman, dan pemrogram dari seluruh dunia. Kebijakan yang lebih tertutup dapat mempersulit pemberian visa kerja bagi talenta asing. Studio-studio besar di California atau Seattle terancam kehilangan tenaga ahli, yang secara langsung akan berdampak pada jadwal rilis game-game besar (AAA) yang semakin sering mengalami penundaan.

3. Perang Regulasi Teknologi dan AI
Dengan menjauhnya AS dari forum regulasi global, standar penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan game diprediksi akan pecah. AS kemungkinan akan melakukan deregulasi besar-besaran untuk mempercepat produksi, namun hal ini berisiko menciptakan benturan hukum dengan Uni Eropa yang memiliki aturan ketat. Hasilnya? Game yang dikembangkan di AS mungkin akan kesulitan menembus pasar internasional karena masalah lisensi dan etika AI.

4. Ancaman Pembajakan Lintas Negara Selama ini, organisasi seperti WIPO (World Intellectual Property Organization) menjadi jembatan untuk melindungi hak cipta game dari pembajakan di luar negeri. Melemahnya keterlibatan AS dalam organisasi internasional dapat mempersulit penegakan hukum terhadap situs-situs pembajakan global, yang pada akhirnya merugikan pendapatan pengembang game, baik skala besar maupun indie.



Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close