



Di dunia pengembangan game, menghasilkan US$800 ribu dalam penjualan tahunan di Steam jelas terdengar seperti pencapaian besar. Namun ternyata, bagi sebagian developer, ada “hadiah” lain yang jauh lebih memuaskan—dan bukan berupa uang.
Baca ini juga :» Diskon Gila-gilaan! Game ATLUS & SEGA Turun Harga di Steam Year of the Horse Sale
» Valve Dituntut Oleh Aktivis Inggris Karena Dianggap Monopoli dan Tidak Adil
» Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Diskon Besar dari Square Enix di Steam!
» Game Gratis di Epic Games Malah Bikin Penjualan di Steam Melonjak? Ini Alasannya!
» Jadwal Lengkap Steam Sale 2026: Catat Tanggalnya!
» Game Dev Ini Hapus AI Slop Game Karena Sang Pacar Tidak Suka AI Gen
» Harga Game Asal Indonesia Ini Rp10 juta di Steam? Kok Bisa Harga Setinggi Itu?
» Promo Winter Sale: Fatal Fury: City of the Wolves Diskon 67% di Steam, PlayStation, dan Xbox!
Valve, sang pemilik Steam, diam-diam punya tradisi unik yang hanya diketahui segelintir studio: mengirimkan sekotak cokelat mewah kepada developer yang berhasil menembus angka pendapatan tertentu dalam setahun. Tradisi ini belakangan kembali mencuat setelah dibahas oleh konsultan pemasaran game, Chris Zukowski, dalam sebuah video YouTube yang kemudian diangkat oleh GamesRadar.
Menurut Zukowski, studio yang berhasil meraih pendapatan sekitar US$800 ribu per tahun otomatis masuk ke dalam apa yang disebut komunitas eksklusif “chocolate tier.” Anggotanya tidak mendapatkan plakat atau sertifikat resmi—melainkan sekotak cokelat premium yang dikirim langsung oleh Valve menjelang akhir tahun.
Fenomena ini juga dikonfirmasi dalam wawancara Game File dengan Aggro Crab, studio di balik game Peak. Salah satu pendirinya, Nick Kaman, mengungkapkan bahwa sejak kesuksesan Another Crab’s Treasure, timnya sudah lama berharap bisa masuk ke klub pencinta cokelat tersebut.

Sayangnya, meski pendapatan mereka pada 2024 sudah memenuhi syarat, Aggro Crab justru tidak menerima apa pun dari Valve. Kaman mengaku sempat menghubungi Valve melalui email dan hanya mendapat permintaan maaf sebagai balasan. Situasi itu terasa makin menyakitkan karena kantor Aggro Crab berada di gedung yang sama dengan Mega Crit, pengembang Slay the Spire—studio yang, tanpa gagal, menerima cokelat dari Valve setiap tahun.
“Setiap tahun mereka dapat cokelat, sementara kami tidak,” ujar Kaman dengan nada setengah bercanda, setengah frustrasi.
Namun nasib akhirnya berubah di 2025. Penjualan Peak meledak di Steam, memastikan Aggro Crab benar-benar menembus jajaran elite “chocolate tier.” Kali ini, Valve tidak lupa. Sekotak cokelat pun akhirnya tiba.