space
UBISOFT BATALKAN PRINCE OF PERSIA REMAKE BESERTA 5 PROJECT LAINNYA
PC
Kamis, 22 Jan 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Belum genap satu bulan sejak Ubisoft mengumumkan gelombang restrukturisasi sebelumnya, kini perusahaan kembali membuat keputusan besar. Ubisoft resmi membatalkan enam proyek game, termasuk Prince of Persia: The Sands of Time Remake, sekaligus menunda sejumlah proyek lain yang sedang dikembangkan.

Ubisoft mengonfirmasi bahwa mereka tengah menjalani perubahan struktur internal secara menyeluruh yang berdampak langsung pada arah pengembangan game ke depan. Dalam proses ini, Ubisoft Stockholm dan Ubisoft Halifax dipastikan akan ditutup.

Baca ini juga :
» Ubisoft Layoff 71 Karyawan Ubisoft Halifax Seminggu Setelah Berserikat
» Ubisoft Kena Hacked, Rainbow Six Siege Kena Dampak Paling Besar!
» FX Resmi Angkat Serial “Far Cry”, Adaptasi Yang Ambisius?
» Assassin's Creed Shadows Overperforming Menurut Ubisoft, Untung Besar!
» Far Cry Dikabarkan Akan Mendapatkan Adaptasi TV Show, Akan Jadi Anthology?
» Dicancel! Star Wars Outlaws 2 Gagal Digarap Setelah Penjualan Turun
» Avatar: Frontiers of Pandora Dapatkan Mode 3rd Person, Ubisoft Akhirnya Dengarkan Fans
» Ubisoft Tegaskan Adanya Microtransactions di Game Single Player Buat Pengalaman Gaming Makin Seru

Dalam pernyataan kepada IGN, CFO Ubisoft Frederick Duguet menjelaskan bahwa kondisi pasar menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Menurutnya, industri game saat ini berada dalam fase persaingan yang jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.

“Kami melakukan peninjauan menyeluruh terhadap seluruh proyek sepanjang Desember dan Januari dengan mempertimbangkan evolusi pasar saat ini, yang semakin selektif. Kuartal terakhir menunjukkan tingkat persaingan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kompetisi dan seleksi ketat ini akan terus berlanjut,” ujar Duguet.


Salah satu korban terbesar dari keputusan ini adalah Prince of Persia: The Sands of Time Remake, yang kini resmi dihentikan pengembangannya. Ubisoft tidak mengungkap detail lima proyek lain yang turut dibatalkan, namun memastikan bahwa tiga di antaranya merupakan IP baru, sementara satu proyek lainnya adalah game mobile.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi baru Ubisoft yang ingin lebih fokus pada game open-world dan layanan live-service, dua model yang dianggap lebih berkelanjutan secara bisnis.

Selain pembatalan, Ubisoft juga mengonfirmasi bahwa tujuh proyek lain mengalami penundaan akibat restrukturisasi dan perubahan arah strategi. Namun, perusahaan belum mengungkap judul apa saja yang terdampak.

Di tengah situasi ini, rumor mengenai Assassin’s Creed: Black Flag Remaster atau Remake kembali menjadi bahan spekulasi. Banyak penggemar bertanya-tanya apakah proyek yang belum diumumkan secara resmi tersebut akan ikut terdampak oleh perubahan besar di internal Ubisoft.


Sebagai bagian dari pengumuman restrukturisasi, Ubisoft juga memaparkan pembagian baru unit pengembangan global mereka ke dalam lima Creative House:

Creative House 1: Assassin’s Creed, Far Cry, Rainbow Six

Creative House 2: The Division, Ghost Recon, Splinter Cell

Creative House 3: For Honor, The Crew, Riders Republic, Brawlhalla, Skull & Bones

Creative House 4: Anno, Might & Magic, Rayman, Prince of Persia, Beyond Good & Evil

Creative House 5: Just Dance, Uno, Hasbro, Idle Miner Tycoon, Ketchapp, Hungry Shark, Invincible: Guarding the Globe

Restrukturisasi ini menandai salah satu perubahan terbesar dalam sejarah Ubisoft. Dampaknya terhadap kualitas game serta jenis proyek yang akan dirilis baru akan benar-benar terasa dalam satu hingga dua tahun fiskal ke depan.

Untuk saat ini, para gamer hanya bisa menunggu dan melihat apakah langkah besar ini mampu membawa Ubisoft kembali ke jalur yang lebih solid—atau justru sebaliknya.
Berita ini masih terus berkembang.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close