space
KRISIS UBISOFT 2026: RIBUAN KARYAWAN MOGOK KERJA MASSAL
xboxone
Kamis, 12 Feb 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Awal tahun 2026 menjadi periode kelam bagi raksasa industri game, Ubisoft. Alih-alih merayakan peluncuran judul baru, perusahaan asal Prancis ini justru menghadapi badai internal yang hebat. Gelombang PHK massal, penutupan studio, hingga kebijakan kantor yang kontroversial memicu kemarahan ribuan karyawannya di seluruh dunia.


1. "Major Reset" yang Berujung Bencana

Ubisoft mengumumkan strategi yang mereka sebut sebagai "Major Reset". Sayangnya, langkah ini membawa kabar buruk bagi ekosistem perusahaan:

  • Penutupan Ubisoft Halifax: Studio ini resmi dibubarkan secara mendadak.
  • Pembatalan Proyek Besar: Remake dari game legendaris Prince of Persia: Sands of Time resmi dihentikan.
  • Kebijakan RTO (Return-to-Office): Mandat untuk kembali bekerja dari kantor secara penuh menuai protes keras dari staf yang sudah terbiasa dengan sistem kerja fleksibel.

Dampak finansialnya pun sangat mengerikan. Pasca pengumuman restrukturisasi ini, saham Ubisoft merosot tajam sebesar 34%. Secara kumulatif, Ubisoft telah kehilangan 95% nilai pasarnya hanya dalam waktu delapan tahun terakhir.


2. Aksi Mogok Kerja Global: 1.200 Karyawan Turun ke Jalan

Keadaan semakin memanas ketika manajemen meluncurkan program pengunduran diri sukarela di markas Paris untuk memangkas 200 karyawan tambahan. Menanggapi hal ini, serikat pekerja Prancis, Solidaires Informatique, menyerukan aksi mogok kerja internasional.

Pada 10 Februari 2026, tercatat sedikitnya 1.200 karyawan Ubisoft melakukan aksi walk-out. Sebagian besar peserta aksi berasal dari kantor di Prancis dan Milan. Mereka menuntut pertanggungjawaban kepemimpinan, terutama CEO Yves Guillemot, yang dianggap sebagai dalang di balik kemunduran perusahaan.


Baca ini juga :
» Malah Adu Guguk? Ubisoft Brasil Bikin Tierlist Franchise Dogs, Disambut Respon Lucu Para Gamer
» Ubisoft Baik! Ghost Recon: Future Soldier untuk PC Gratis hingga 13 Agustus 2026
» Harga DLC AC Black Flag Resynced Kena Hujat Gamer Karena Lebih Mahal Daripada Base Gamenya
» Pasca Rilis AC Black Flag Resynced, Ubisoft Malah Layoff 51 Karyawannya. Kenapa, Ya?
» Ubisoft Dirumorkan Menyiapkan Far Cry 7 Untuk Tahun 2027
» Berburu Harta Karun ala Edward Kenway, Ubisoft Siapkan Hadiah 500.000 Dolar?!
» Assassin's Creed: Invictus Terancam Batal Setelah Dianggap Jelek Player Playtest
» Ubisoft Terus Ngegas? Setelah Black Flag, Assassins Creed 1 Dirumorkan Juga Dapat Remake!?

3. Kondisi Internal yang Memprihatinkan

Perwakilan serikat pekerja, Marc Rutschlé, memberikan pernyataan pedas mengenai kepemimpinan Guillemot. Menurutnya, manajemen sama sekali tidak memahami kondisi lapangan dan hanya fokus pada pemangkasan biaya.

"Tim kami sudah bekerja di bawah tekanan tinggi dengan jumlah staf yang kurang. Setelah bertahun-tahun tanpa kenaikan gaji yang berarti, tahun ini pun karyawan kembali tidak mendapatkan kenaikan. Di saat yang sama, restrukturisasi ini justru menciptakan jabatan-jabatan tinggi baru dengan gaji selangit," ujar Rutschlé.

Laporan internal bahkan menyebutkan bahwa suasana di dalam studio sangat "menyedihkan." Banyak karyawan yang dilaporkan mengalami tekanan mental hebat, mulai dari tangisan di tempat kerja hingga komentar yang mengarah pada tindakan melukai diri sendiri.


Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close