space
ATLET ESPORTS THAILAND KETAHUAN CURANG, DICORET DARI SEA GAMES DAN DILARIKAN KE RUMAH SAKIT
OL
Rabu, 17 Dec 2025

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Dunia esports Asia Tenggara kembali diguncang kontroversi. Seorang atlet esports wanita asal Thailand, Naphat Warasin, resmi dikeluarkan dari ajang SEA Games setelah terbukti melakukan kecurangan atau cheat saat pertandingan berlangsung. Insiden ini tak hanya berujung pada sanksi berat, tetapi juga berdampak serius pada kondisi kesehatan sang atlet.

Baca ini juga :
» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Dominasi Tim Indonesia di APAC Predator League 2026: BOOM Esports & REKONIX Sabet Gelar Runner-Up!
» Resmi, M8 World Championship Digelar di Turki, Jadi M Series Pertama di Eropa
» Izin Serius, NAVI Bawa Ynot dari Filipina untuk Perkuat Roster MLBB
» PMPL ID Kembali Digelar, Buka Peluang Tim Baru Tembus Liga Profesional
» Monitor Idaman Pro Player! ASUS ROG Resmi Rilis Strix XG27AQNGV di Januari 2026
» ONIC Hampir Kepleset, Boostgate Bikin Swiss Stage M7 Panas Sejak Hari Pertama
» Opening Ceremony M7 MLBB Ubah Jakarta Jadi Panggung Esports Dunia

Berdasarkan laporan media lokal Vietnam, Naphat kedapatan memanfaatkan celah ilegal dalam sistem permainan yang digunakan pada cabang esports SEA Games. Setelah dilakukan investigasi oleh panitia dan tim teknis, bukti kecurangan tersebut dinyatakan valid. Alhasil, federasi esports Thailand bersama penyelenggara SEA Games langsung mengambil keputusan tegas dengan mencoret namanya dari daftar atlet yang berlaga.

Keputusan tersebut memicu tekanan mental yang besar bagi Naphat. Tak lama setelah kasus ini mencuat ke publik, ia dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat stres berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Hingga saat ini, pihak keluarga dan tim belum memberikan pernyataan detail terkait kondisi terkininya, namun disebutkan bahwa yang bersangkutan membutuhkan pemulihan fisik dan mental.

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi kontingen esports Thailand yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Tenggara. Selain merusak peluang tim di SEA Games, insiden ini juga mencoreng citra profesionalisme esports Thailand di mata publik internasional.

Di sisi lain, penyelenggara SEA Games kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip fair play dalam kompetisi esports. Mereka menekankan bahwa segala bentuk kecurangan, sekecil apa pun, tidak akan ditoleransi, terlepas dari status atau reputasi atlet yang terlibat.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi seluruh atlet esports bahwa kompetisi bukan hanya soal menang, tetapi juga soal integritas dan sportivitas. Dengan semakin besarnya panggung esports di ajang olahraga multievent seperti SEA Games, pengawasan ketat dan sanksi tegas tampaknya akan terus menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas kompetisi.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close