space
FAKER LAPORKAN PRO PLAYER LPL YANG AFK DI RANKED KOREA
PC
Kamis, 08 Jan 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Sang G.O.A.T kembali jadi sorotan. Bukan karena trofi atau performa luar biasa di panggung turnamen, melainkan sikap tegasnya dalam menjaga integritas Ranked Match League of Legends.

Baca ini juga :
» Timnas MLBB Women Amankan Slot ke Global Esports Games 2026 di Los Angeles!
» Wujudkan Mipim Pro Player Anak Muda, realme 828 Gaming Tournament Bertepuk Tema “Make Passion Real”
» Baloyskie Resmi "Pulang" ke ONIC: Mengisi Jajaran Coaching Staff ONIC ID
» Faker Diangkat Jadi Polisi Kehormatan dan Duta Anti-Judi Siber Korea Selatan
» Andra ST dan Robby Pantjoro Alami Kecelakaan Tunggal, McLaren 720S Terbelah Dua di Sukoharjo
» Nongshim RedForce Juara PMMI 2026, Tundukkan Persaingan Sengit di Grand Final Macau
» Paper Rex Tersingkir dari EWC 2026 Usai Tumbang 1-2 dari Karmine Corp
» Team Falcons MENA Lengkapi Daftar 16 Tim MSC EWC 2026, Siap Tantang Raksasa Dunia di Main

Dalam sesi Solo Queue High Elo di server Korea, Faker secara terbuka melaporkan Feather, pemain dari ThunderTalk Gaming, yang satu tim dengannya. Feather diketahui bermain sebagai Rakan dan dinilai melakukan trolling, mulai dari tidak memberikan cover di momen krusial hingga akhirnya AFK dan meninggalkan permainan.

Dilaporkan Dua Kali Lewat Sistem In Game

Menariknya, Faker tidak hanya melaporkan sekali. Ia menggunakan sistem in game report sebanyak dua kali untuk memastikan perilaku tersebut tercatat. Bagi Faker, tindakan seperti ini bukan sekadar soal kalah atau menang dalam Ranked Match, melainkan soal rasa hormat terhadap League of Legends dan pemain lain yang sama sama berjuang menaikkan peringkat.

Sikap ini sejalan dengan reputasi Faker yang selama bertahun tahun dikenal profesional, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas, baik di kompetisi resmi maupun Solo Queue.

Isu Lama Ranked Korea Kembali Memanas

Insiden ini kembali memanaskan isu klasik di Ranked Korea, di mana sejumlah oknum, termasuk pemain pro lintas region, kerap dianggap merusak kualitas permainan. Server Korea sendiri dikenal sebagai salah satu Solo Queue paling kompetitif di dunia, sehingga tindakan trolling atau AFK sering mendapat sorotan tajam dari komunitas.

Dengan nama besar Faker yang terlibat, perhatian publik pun langsung tertuju pada nasib Feather. Jika laporan tersebut terbukti valid, bukan tidak mungkin sanksi dari Riot Games akan dijatuhkan. Selain itu, konsekuensi dari pihak League of Legends Pro League juga bisa menanti, mengingat Feather merupakan pemain aktif di liga tersebut.

Lebih dari Sekadar Ranked Match

Kasus ini mempertegas pesan bahwa Ranked Match, khususnya di level tertinggi, bukan tempat untuk bermain main. Sikap Faker seolah mengingatkan bahwa status sebagai pemain pro justru membawa tanggung jawab lebih besar untuk memberi contoh yang baik.

Kini, komunitas menunggu langkah lanjutan dari Riot Games dan pihak terkait. Apakah hukuman berat perlu dijatuhkan demi menjaga sportivitas Ranked, atau cukup dengan sanksi ringan sebagai peringatan?

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close