



Di tengah perkembangan industri game di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah meluncurkan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari konten yang tidak sesuai usia.
Pada awal Maret 2026, Valve Corporation, pemilik platform distribusi game Steam, secara resmi mengumumkan penambahan Indonesia ke daftar negara yang mewajibkan rating usia konten untuk semua game yang dijual di wilayah tersebut.
Proses integrasinya melibatkan penambahan survei tambahan di Steamworks untuk memeriksa kepatuhan dengan IGRS, termasuk elemen seperti kekerasan, bahasa kasar, konten dewasa, dan simulasi perjudian.
Sistem IGRS ini sejatinya dirancang untuk menjadi panduan bagi orang tua, pengembang, dan penerbit game dalam memastikan konten yang aman, edukatif, dan etis, sehingga mendorong pertumbuhan ekosistem digital yang sehat.
Valve kini tambahkan sistem rating umur untuk game yg akan rilis di Indonesia seperti yg sudah direncanakan beberapa waktu lalu (IGRS).
— Ministry of Gamers (@mog_mediaa) March 4, 2026
Game2 yg ada di Steam akan mulai dikategorikan sesuai rating umur baik yg sudah dirilis atau akan dirilis.https://t.co/sATBet8QH4 pic.twitter.com/vXKgOGhknu
IGRS mengklasifikasikan game menjadi lima kategori usia, yaitu: 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+, dengan pertimbangan elemen seperti kekerasan, bahasa kasar, konten dewasa, penggunaan obat-obatan, simulasi perjudian, tema horor, dan interaksi online.
Baca ini juga :» Manager Age Rating Riot Games Kritik Komdigi Terkait IGRS
» Viral Isu Kebocoran Data, Komdigi Stop IGRS Sementara
» Wikimedia Diancam Blokir Oleh Komdigi Jika Tidak Mau Menuruti Pendaftaran PSE
» Patuhi PP Tunas, TikTok Hapus 780.000 Akun Anak Di Bawah 16 Tahun
» Komdigi Sebut YouTube dan Roblox Masih Belum Patuhi PP Tunas
» Komdigi Buka Forum Bareng Gamedev Indo Bahas Isu IGRS
» Steam Resmi Minta Maaf Mengenai Isu Rating Sistem IGRS
» Komdigi Resmi Klarifikasi Soal Rating Sistem IGRS Di Steam
Developer game diharuskan mengisi Content Survey yang telah diperbarui, kemudian digunakan Steam untuk menghasilkan deskriptor rating IGRS secara otomatis. Hal ini diharapkan memudahkan developer lokal dan internasional, karena Steam menyediakan informasi lebih lanjut untuk menetapkan rating yang ditampilkan di toko Steam bagi pelanggan Indonesia.
Pelaksanaan IGRS tidak hanya bertujuan membatasi akses anak-anak terhadap konten negatif, tetapi juga untuk mencegah penyebaran elemen radikalisme atau ekstremisme melalui game, sebagaimana diharapkan oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI).
Pada awal 2026, Komdigi mulai melakukan penyisiran ketat terhadap game tanpa rating resmi, dengan rencana blokir total pada Februari 2026 bagi pelanggar. Sementada peluncuran resmi IGRS sendiri telah dilakukan oleh Menteri Komdigi (Meutya Hafid) dalam ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) di Bali pada 11 Oktober 2025 lalu. Hal ini menandakan bahwasanya Indonesia sebagai negara pertama di ASEAN yang memiliki sistem klasifikasi game nasional berbasis nilai budaya dan kearifan lokalnya sendiri.