space
PREVIEW GRANBLUE FANTASY RELINK: ENDLESS RAGNAROK (BETA TEST)
PC
4 Hari yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Granblue Fantasy Relink: Endless Ragnarok muncul sebagai perluasan ambisius dari salah satu action-RPG terbaik 2024, namun closed beta ini lebih terasa seperti test teknis ketimbang demonstrasi penuh untuk konten baru. Fokus utamanya memang jelas, yaitu menguji performa versi upgrade dan memastikan fitur lintas platform (crossplay) berjalan mulus sebelum rilis penuh pada Juli 2026.



GBF Relink: Endless Ragnarok ini akan terasa relevan untuk pemain baru maupun lama berkat hadirnya versi Nintendo Switch 2 dan sistem crossplay penuh. Jika sebelumnya GBF Relink hanya ada di PlayStation 4, PlayStation 5, dan PC via Steam, kini pemain Switch 2 bisa langsung terhubung dengan teman di platform lain tanpa terpisah ekosistem. Sehingga masalah matchmaking yang dulu sering memakan waktu karena basis pemain tersebar dan hanya aktif di endgame, kini jauh lebih ringan dengan mencari party yang akan terasa lebih cepat dan tidak menyulitkan.



Idealnya demikian, namun selama saya memainkan Beta Test ini, fitur crossplay yang dijanjikan ini tidak bisa saya nikmati sekalipun. Waktu tunggu untuk match ini sangat lama dan hingga beberapa menit, muncul notifikasi bahwa server tidak bisa dijangkau. Terkait ini masih bisa dimaklumi, mungkin dikarenakan masih beta test yang menyebabkan servernya belum siap untuk menerima pemain secara simultan.

Pada versi beta yang saya coba, tidak menunjukkan banyak soal tambahan hal besar yang dijanjikan akan hadir pada versi finalnya (seperti yang sempat diperlihatkan pada Showcase GBF Relink: Endless Ragnarok misalnya). Meskipun begitu, saya tidak terlalu khawatir dikarenakan informasi yang sudah dikonfirmasi membuat Endless Ragnarok tampak cukup padat, di mana versi lengkapnya akan membawa tier monster baru, tingkat kesulitan baru bernama Apocalyptic Ragnalia dan Chaos, bos-bos tambahan, serta mekanik gameplay baru. Salah satu fitur yang paling menarik yang dijanjikan juga seperti sistem summon, di mana pemain bisa memanggil monster yang sebelumnya mereka lawan di cerita untuk membantu di pertempuran.

Namun ya, ketika memainkan beta test ini konten yang dihadirkan terlalu jauh dari janji tadi, atau harus saya bilang, kontennya sangat minim. Hanya terdapat tiga quest yang bisa dimainkan, dan semuanya diambil dari pertarungan awal game utama, tanpa mode tambahan, tingkat kesulitan baru, maupun sistem summon yang sebelumnya sudah dijanjikan.

Sangat disayangkan, ini jadi seperti versi beta yang hampir sama dengan masa pra-rilis Relink di 2024, hanya dengan penambahan satu karakter baru dan crossplay. Sehingga untuk pemain veteran yang berharap bisa mencicipi konten endgame atau fitur besar lainnya, isi beta ini jelas akan terasa kurang "menggigit".

Baca ini juga :
» Preview Sword of Justice - Game RPG yang Bikin Ngerasa Jadi MC Anime, JUSTICE DELIVERED!
» Preview 1998: The Toll Keeper Story - Dewi Melawan Dunia di Kelamnya Tragedi 1998
» Preview Silent Hill f - Sangat Seram dan Memuaskan, Salah Satu Game Horror Terbaik Yang Rilis Belakangan Ini
» Preview Hands-on Elden Ring Nightreign - Saatnya Tersiksa Bareng Teman Mabar
» Dragon Ball: Sparking! Zero Hands-on Preview - Penantian 17 Tahun Terbayar Tuntas!
» Beta Test Dibuka! Gabungan Kekuatan Superhero dan Penjahat DC untuk Kemenangan di DC Dual Force
» Review League of Legends: Wild Rift, Sensasi Bermain Game PC yang Ramah Dengan Handphone Kentang
» Steam Kini Hadirkan Pilihan Playtest untuk Para Penggunanya



Meski begitu, kehadiran Beatrix sebagai satu-satunya karakter baru yang bisa dicoba dalam beta test ini memberi sedikit gambaran arah pengembangan. Karakter ini mempunyai kit yang cukup unik, ia memungkinkan perpindahan peran antara mode menyerang, bertahan, dan support secara dinamis dalam satu karakter.

Di atas itu semua, Beatrix tetap membawa gerakan khas melee Relink serangan jarak jauh, kemampuan counter, dan gap closer yang membuatnya lincah masuk dan keluar medan tempur. Kalau kualitas desain karakter lain di versi penuh mengikuti standar Beatrix, potensi variasi build dan komposisi party akan tampak sangat menjanjikan.



Tambahan lain yang berpotensi jadi mode favorit adalah “Conflux Solo”. Mode ini dikabarkan seperti “roguelike”, di mana pemain menjelajah dungeon acak yang makin lama makin sulit. Buat pemain yang suka progres bertahap dan tantangan yang terus naik, mode ini bisa menjadi alasan kuat untuk terus kembali ke Relink.

Secara keseluruhan, closed beta Endless Ragnarok lebih kuat sebagai bukti bahwa fondasi Relink masih kokoh, bukan sebagai showcase ekspansi konten. So, gameplay inti tetap solid, karakter baru terasa menarik, dan crossplay menjawab salah satu masalah terbesar versi 2024, yaitu matchmaking yang lambat dan komunitas yang terpisah platform.



Minimnya quest baru dan absennya fitur kunci seperti summon serta mode-mode tambahan membuat beta ini sulit dinilai sebagai representasi penuh dari upgrade yang dijanjikan. Namun, apabila seluruh janji mulai dari tier monster baru, tingkat kesulitan ekstra, hingga Conflux Solo terkirim dengan baik pada 9 Juli 2026 mendatang, Endless Ragnarok berpotensi menguatkan Grand Blue Fantasy Relink ini sebagai paket action-RPG yang jauh lebih komplit ketimbang versi rilis awal mereka.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close