space
BIKIN FILM RESIDENT EVIL REBOOT, ZACH CREGGER ANTISIPASI DISALIB FANS RE. KOK BISA?
Pop
Kamis, 02 Apr 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Sutradara horor Zach Cregger lagi jadi sorotan karena proyek terbarunya: film Resident Evil baru yang bakal jadi reboot lagi buat franchise legendaris ini. Buat para fans yang sudah kenyang disakiti adaptasi film sebelumnya, ucapan dia soal bakal “disalib” kalau terlalu mengubah material aslinya jelas langsung bikin merinding sekaligus penasaran.

Cregger sendiri bukan nama sembarangan di genre horor. Dia sebelumnya sukses lewat Barbarian dan Weapons, dua film yang dapat banyak pujian kritikus dan dianggap fresh di tengah kejenuhan film horor generik. Kali ini, dia dikasih kepercayaan buat megang Resident Evil, IP besar yang fanbasenya terkenal keras dan vokal kalau merasa ada yang “dikhianati” dari versi game. Apalagi, proyek ini datang lima tahun setelah Resident Evil: Welcome to Raccoon City, adaptasi yang mencoba menggabungkan RE1 dan RE2 tapi hasilnya cuma dapat respons campur aduk dan pendapatan sekitar 41 juta dolar di box office.

Menariknya, film baru ini kabarnya nggak bakal ngulang formula adaptasi langsung dari game pertama atau kedua. Cregger disebut bakal mengambil pendekatan berbeda: bikin cerita orisinal yang tetap berada di dalam semesta Resident Evil, lengkap dengan ancaman T-virus dan dunia yang pada dasarnya pengin memusnahkan manusia. Dalam wawancaranya, dia bilang dia suka ide karakter yang dipaksa bertahan hidup di dunia yang benar-benar “hellbent on annihilating you”, dan menurutnya belum ada film yang benar-benar berhasil nangkep pengalaman itu seperti di game.

Di sisi lain, dia juga jujur mengaku kalau sebagai gamer, reaksi pertamanya tiap dengar ada adaptasi live-action dari video game favorit adalah, “tolong jangan dihancurin”. Komentar ini nunjukin kalau dia cukup sadar posisi dan tanggung jawabnya; dia datang sebagai fans yang sekarang berada di balik kamera, bukan sekadar sutradara yang numpang nama besar IP. Artikel yang sama juga menyinggung tren baru di Hollywood di mana banyak proyek adaptasi game sekarang justru ditangani oleh orang-orang yang tumbuh besar bersama franchise tersebut.

Soal cerita, detail resmi masih dikunci rapat, tapi sudah sempat beredar bocoran sejak 2025. Leak tersebut mengklaim bahwa Austin Abrams (Weapons, Euphoria) bakal jadi pemeran utama sebagai seorang kurir medis yang tiba-tiba harus bertahan hidup di tengah kengerian wabah T-virus. Belum jelas apakah setting-nya bakal ngegambarin awal mula outbreak atau fase lain di timeline Resident Evil, tapi Cregger sebelumnya sudah wanti-wanti bahwa filmnya tidak akan sepenuhnya “patuh” pada lore yang sudah ada. Artinya, fans boleh berharap ada banyak elemen familiar, tapi jangan kaget kalau beberapa hal terasa baru atau bahkan kontroversial.

Baca ini juga :

» Trending Member BabyMonster, Asa Enami Disebut Mirip Ada Wong Resident Evil
» Anniversary Ke-3 Resident Evil 4 Remake, Capcom Bagikan Info Merchant Rugi 3 Triliun
» Kakek Berusia 91 Tahun Namatin Resident Evil Requiem Tanpa Nyontek Guide, Kok bisa ya?
» Resident Evil Requiem Tembus Penjualan 6 Juta Kopi, Jadi Yang Tercepat Di Series RE
» Kembali Ke Mansion Gila! Resident Evil 1 Remake Sedang Dikembangkan?
» Resident Evil Requiem Siap Datangkan Photo Mode, Mode Baru, dan DLC Story
» Sambut Resident Evil Requiem, ASUS ROG Bagi-Bagi Game Gratis!
» Netflix Rilis Teaser One Piece Season 2, Penampilan Nico Robin Langsung Curi Perhatian

Di sinilah muncul pernyataan Cregger yang paling ramai dibahas: dia bilang dia paham betul kalau komunitas horor dan khususnya fans Resident Evil, bisa “menyalib” dirinya kalau dia berani mengubah sumber asli cerita RE sembarangan. Ungkapan ini bukan cuma sekadar bercanda, tapi udah ke pengakuan kalau ekspektasi terhadap film ini tinggi banget, apalagi setelah beberapa adaptasi sebelumnya dianggap gagal buat nangkep jiwa dari franchise ini. Di satu sisi lain, Cregger sepertinya ingin setia sama “rasa” game-nya, dia nggak mau terjebak jadi fanservice kosong yang cuma mindahin adegan ikonik ke layar lebar tanpa ada jiwa.

Buat fans, posisi ini serba dua mata pisau. Pendekatan orisinal bisa jadi kesempatan emas buat akhirnya dapat film Resident Evil yang bener-bener seram, tegang, dan punya identitas kuat tanpa harus nge-kopi cerita game. Tapi kalau terlalu jauh melenceng, risiko backlash juga sangat besar, apalagi komunitas sudah cukup trauma dengan adaptasi-adaptasi sebelumnya. Tapi hal yang jelas banget nih, ucapan Cregger soal takut “disalib” fans, menunjukkan kalau dia nggak buta terhadap reputasi franchise ini dan harapan besar yang menempel di pundaknya. Sekarang tinggal nunggu apakah film yang dia garap bakal jadi mimpi buruk yang menyenangkan buat fans, atau malah jadi mimpi buruk dalam arti yang salah. Menarik untuk kita tunggu bersama.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close