



Beberapa waktu ini, su terkait gaming lagi rame, karena Valve, perusahaan yang punya Steam, diadukan lagi di Negara Belanda. Kali ini, kelompok bernama Consumer Competition Claims, atau CCC lewat GameClaim, bikin class action baru yang menuduh Valve lakuin praktek anti-kompetitif alias monopoli. Mereka bilang Valve menguasai sekitar 85 persen pasar game PC dan pakai aturan yang bikin developer susah jual game lebih murah di toko lain.
Dutch non-profit set to take Valve to court for keeping game prices high https://t.co/zr5DHj2npE
— PC Gamer (@pcgamer) June 12, 2026
Tuduhannya nggak main-main. CCC bilang Valve ambil 30 persen dari setiap penjualan game di Steam dan itu dianggap terlalu tinggi. Mereka lihat ini sebagai bukti perilaku anti kompetitif yang bikin gamers Belgia dan Belanda bayar lebih mahal dari yang seharusnya. Dari 2013 sampai sekarang, total kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari 220 juta euro. Angka itu kalau dikonversi ke rupiah bisa lebih dari 4 triliun rupiah , jadi nggak kecil banget.
CCC bilang mereka bakal coba dulu nego biar Valve mau settle tanpa masuk pengadilan. Kalau nggak berhasil, kasus ini bisa masuk pengadilan dan mungkin butuh waktu bertahun tahun buat selesai. Ini bukan pertama kali Valve kena aduan. Beberapa waktu sebelumnya juga udah ada beberapa upaya hukum yang menuduh Valve monopoly dan anti konsumen. Tapi kalau ini berhasil, dampaknya bisa besar buat industri game PC secara global.
Baca ini juga :
» Harga Persona 4 Revival Di Indonesia Jadi Harga Game Termurah Di Dunia?
» Steam Dituduh Monopoli Penjualan Game, Gabe Newell Menyangkal Hal Ini
» CEO Epic Games Sindir Valve dan Gaben Soal Kenaikan Harga Steam Deck
» Valve Menaikan Harga Steam Deck OLED, Handheld Gaming Udah Gak Affordable?
» Kesalahan Pengiriman Steam Controller Berujung Hadiah Game Gratis!
» Steam Controller Baru Rilis, Langsung Jadi Korban Scalper!
» Tersangka Pelaku Penembak Donald Trump Ternyata Seorang Developer Game!
» Siap-Siap Baper! Dua Game Klasik "The Prince of Tennis" Segera Hadir di Switch & Steam
Banyak gamers yang nggak setuju dengan tuduhan ini. Mereka bilang 30 persen itu standar di semua platform digital , mulai dari Apple, Microsoft, sampai Sony. Malah yang bikin standar itu dulu adalah Apple. Selain itu, gamers juga bilang nggak ada yang paksa mereka pakai Steam. Mereka bisa pilih toko lain seperti GOG, Epic, itch.io, atau DLsite. Steam punya market share besar karena orang mau pakai, bukan karena paksaan.
Tapi di sisi lain, ada juga yang bilang kalau kasus ini bisa bikin game Steam lebih murah. Kalau Valve harus turunin cutnya biar sesuai toko lain, harga game bisa ikut turun. Ini bisa jadi kabar baik buat gamers yang cari harga lebih murah. Tapi kalau Valve nggak mau settle dan masuk pengadilan, prosesnya bisa lama dan nggak pasti hasil akhirnya.
Hal yang jelas, ini lagi bikin rame banget di komunitas gaming. Valve udah lama dikenal sebagai perusahaan yang nggak terlalu scummy dibanding lain lain, dan mereka gain market share besar karena itu. Tapi makin besar popularity, makin banyak juga yang mau adu. Sekarang tugas kita sebagai gamers cuma tunggu dan lihat , apakah Valve bakal settle atau masuk pengadilan, dan apa dampak akhirnya buat harga game di Steam.
Pokoknya, gamers Indonesia harus tetap santai dan update berita. Siapa sih yang nggak pengen game lebih murah? Tapi kita juga nggak boleh lupa, 30 persen itu standar industri, bukan cuma Valve. Kalau ini berhasil, bisa jadi revolusi buat industri game PC. Tapi kalau nggak, Valve tetap jadi raja Steam.